Updated News

Tjahjo Kumolo Minta Kota dan Kabupaten Tingkatkan Kerjasama Antar Daerah

Tjahjo Kumolo Minta Kota dan Kabupaten Tingkatkan Kerjasama Antar Daerah


Tjahjo Kumolo Minta Kota dan Kabupaten Tingkatkan Kerjasama Antar Daerah

Posted: 26 Jul 2018 04:11 PM PDT

Tjahjo Kumolo Minta Kota dan Kabupaten Tingkatkan Kerjasama Antar DaerahTARAKAN, LELEMUKU.COM - Menjalin Kerjasama antar daerah sangatlah penting guna peningkatan kesejahteraan masyarakat, kerjasama yang dilakukan bukan hanya antar kota, tetapi kabupaten maupun provinsi, pesan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo lewat sambutan tertulis yang dibacakan Dirjen Otda Kemendagri, Soni Sumarsono saat membuka Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) XIII di ballroom Tarakan Plaza Hotel, Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara (25/7).

Kerjasama antar daerah lanjutnya, merupakan mekanisme pemerintah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,melalui pembangunan yang lebih merata dan berkeadilan. sesuai Undang-Undang Nomor 23/2014 yang mengatur tentang kerjasama daerah, yang harus didasarkan pada pertimbangan efisiensi dan efektivitas pelayanan publik.

Kerjasama antar daerah menurutnya merupakan konsep lama yang harus ditindaklanjuti lintas sektor serta dalam bentuk wajib dan sukarela.

Dikatakan, Rakernas Apeksi memiliki 2 poin utama, selain sebagai ajang silaturahmi para Walikota se-Indonesia, juga sebagai wadah berbagi pengalaman mengelola pemerintahan.

Diharapkan rakernas ini juga dapat menghasilkan berbagai rekomendasi yang nantinya akan disampaikan ke pemerintah pusat.

Ketua Dewan Pengurus Apeksi, Airin Rachmi Diany dalam sambutannya menyampaikan, Rakernas Apeksi tahun ini mengangkat tema sentral penguatan kerjasama antar daerah dalam mengoptimalkan potensi daerah.

Ketua Dewan Pengurus Apeksi mengakui, Sebelum pelaksanaan Rakernas para Walikota telah bertemu presiden Joko Widodo, tindaklanjut pertemuan tersebut akan dibahas permasalahan yang dihadapi pemerintah daerah, khususnya yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi lokal.(DiskominfoAmbon)

Kapal Pesiar MV Silver Discoverer Transit di Saumlaki

Posted: 26 Jul 2018 03:37 PM PDT

Kapal Pesiar MV Silver Discoverer Transit di SaumlakiSAUMLAKI, LELEMUKU.COM - PT. Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) melalui Kepala Sub Cabang Saumlaki, Obed Manuhua menyatakan sebuah kapal pesiar akan tiba di Saumlaki, Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Provinsi Maluku pada Jumat (27/7).

Melalui surat bernomor 07.25/49/S/950/2018 dikatakan, Kapal bernama MV. Silver Discoverer yang berbendera Bahamas ini datang dari Kota Wyndham, Kimberley, Western Australia ini akan tiba pada pukul 09.00 WIT di Pelabuhan Umum Yos Sudarso Saumlaki.

Kapal dengan bobot 5.218 GT yang dimiliki oleh Odyssey Owner Ltd ini akan transit sehari di Kota Saumlaki, Kecamatan Tanimbar Selatan.

Selama transit, para penumpangnya akan memanfaatkan waktu bertambatnya dengan kapal panjang  102,96 M tersebut untuk melakukan city tour dalam Kota Saumlaki.

Usai melakukan city tour, para penumpang akan kembali ke kapal dan pada pukul 18.00.WIT kapal akan lepas jangkar dan menuju Kota Darwin, Northern Territory, Australia.

Perjalanan ini merupakan jadwal wajib kapal mewah yang bermarkas di Australia ini, sebab Saumlaki merupakan kota tujuan pada 11 rute perjalanan pesiar dari total 39 rute pelayaran kapal dengan tiket termurah seharga 3,900 Euro atau Rp65 juta.

Kapal ini merupakan kapal pesiar keliling dunia yang berukuran sedang. Dengan ukuran kabin dan balkon yang sedang, kapal ini dapat memuat penumpang hingga mencapai 150 orang dengan 5 kelas ruangan mulai dari yang standar hingga yang hi-lux.

MV. Silver Discoverer memiliki berbagai fasilitas menarik diantaranya jogging track, kolam renang, ruang gym, salon kecantikan, restaurant dan ruang pertemuan yang besar.

Kapal buatan Jepang pada tahun 1989 ini juga memiliki 12 kapal zodiak dan sebuah kapal dengan dasar kaca yang digunakan sebagai sarana melihat hewan dilaut.

Selain ke Tanimbar, kapal ini berpesiar ke penjuru negara di Samudera Pasifik dan Samudera Hindia diantaranya, Micronesia, Polynesia, Thailand, India, Myanmar, Bangladesh, Maladewa, Sri Lanka, Seychelles, Reunion, Madagaskar, Tanzania, Mozabique, Papua Nugini, Fiji, Solomon, Vanuatu, Tonga, Samoa, Tonga, Tuvalu, Selandia Baru dan Australia. (Albert Batlayeri)

Siswa Siswi SMP Kota Ambon Raih Medali di Olimpiade Penelitian Nasional

Posted: 26 Jul 2018 03:23 PM PDT

Siswa Siswi SMP Kota Ambon Raih Medali di Olimpiade Penelitian NasionalSURABAYA, LELEMUKU.COM – Siswa-siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) asal Kota Ambon menyabet 3 Medali pada ajang Final Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) tingkat SMP/MTs yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI, yang berlangsung di Surabaya,Jawa Timur pada Kamis (26/7).

OPSI SMP adalah suatu ajang kompetensi karya ilmiah yang berbasis kegiatan penelitian siswa SMP/MTS negeri dan swasta atau sederajat yang dilaksanakan secara Nasional.

Final OPSI tingkat SMP/MTs yang dilaksanakan sejak tgl 22 – 26 Juli terbagi menjadi 3 bidang, antara lain; Ilmu Pengetahuan Alam dan Lingkungan, Ilmu Pengetahuan Sosial,Kemanusiaan dan seni, serta Ilmu Teknologi dan Rekayasa.

Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Ambon, Merry Mairuhu kepada Diskominfo_amq mengatakan, Siswa-siswi Kota Ambon meraih Juara II pada Bidang Ilmu Pengetahuan Alam dan Lingkungan, serta Juara II dan III pada Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial, Kemanusiaan dan Seni.

Dijelaskan, Juara II pada Bidang Ilmu Pengetahuan Alam dan Lingkungan. diraih oleh Siswa-Siswi SMP 9 Ambon dengan anggota timnya; Daniella Solaiman, Olivia Risakotta, dan David De Jong dengan Judul Penelitian Nugget Kulit Buah Lamun Sebagai Pangan Alternatif Masyarakat Pesisir.

Sementara untuk Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial, Kemanusiaan dan Seni Juara II diraih oleh siswa-siswi SMP 19 Ambon dengan anggota timnya; Gabriella Tiwery, Andre Efruan, dan Angelia Dadiara dengan Judul Penelitian Budaya Tampa Garam Sebagai Media Pembentuk Budi Pekerti Anak dan Juara III diraih oleh siswa-siswi SMP 9 Ambon dengan anggota timnya; Clara Ira Marlissa dan Claudia Kara Marlissa dengan Judul Penelitian Pela Pendidikan Sebagai Model Harmonisasi Antar Sekolah dan Siswa Lintas Agama. (DiskominfoAmbon)

Sambut 17 Agustus, Ernes Falikres Angkat Kearifan Lokal di Kormomolin

Posted: 26 Jul 2018 03:07 PM PDT

Sambut 17 Agustus, Ernes Falikres Angkat Kearifan Lokal di KormomolinALUSI KELAAN, LELEMUKU.COM – Camat Kormomolin, Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB), Provinsi Maluku Ernes Andityaman Falikres, ST akan mengangkat nilai kearifan lokal dalam setiap lomba yang akan diselenggarakan guna menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) yang ke 73, pada 17 Agustus 2018.

"Menyongsong 17 Agustus ini kami akan lakukan berbagai kegiatan lomba yang beda dari tahun-tahun kemarin, tentunya yang mengangkat nilai kearifan lokal," ujar dia kepada Lelemuku.com di ruang kerjanya pada Rabu (25/7).

Lomba-lomba yang akan digelar adalah lomba marathon, panah, bola voli dan futsal bagi siswa Sekolah Dasar (SD). Untuk lomba marathon sendiri pihaknya akan meminta keterlibatan dari anggota keluarga lengkap yang terdiri dari orang tua dan anak dengan menilai kebersamaan dari satu tim tersebut.

Selanjutnya, konsep untuk lomba panah dilihat dari karakteristik masyarakat Tanimbar yang senang berburu. Kriteria  penilaiannya sendiri akan dilihat dari keindahan busur dan panah atau tombak yang digunakan, kecepatan, ketepatan dalam memanah.

"Keindahan menghias busur, tombak. Kecepatannya waktu per bagian dan ketepatan sasarannya. Arena lomba panah juga akan dibuat semenarik mungkin, itu yang menjadi penilaian" jelas Camat Falikres.

Ia menyebutkan panitia HUT RI kecamatannya dengan sebutan kepanitiaan 19 dimana terdiri dari 10 Kepala Desa (Kades) dan 9 Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika), para pejabat di Kantor Kecamatan dan tokoh pemuda. Pembukaan lomba sendiri akan diadakan pada Senin (30/7).

"Masyarakat dan juga  pemuda sangat antusias dengan lomba-lomba yang akan kami gelar. Intinya yang kami kejar adalah adanya kebersamaan dan kekeluargaan. Sehingga adanya 10 desa dan akan dipusatnya di ibu kota kecamatan, Alusi Kelaan," jelas Camat Kormomolin. (Laura Sobuber)

Kodam Pattimura Siap Dampingi Suku Mausu Ane

Posted: 26 Jul 2018 01:38 PM PDT

Kodam Pattimura Siap Dampingi Suku Mausu Ane
AMBON, LELEMUKU.COM - Pertengahan tahun 2018 ini, Maluku dikejutkan dengan adanya kabar tiga  warga Suku Mausu Ane, meninggal dunia diduga karena kelaparan. Bencana itu terjadi sejak awal Juli 2018.

Suku Mausu Ane  merupakan masyarakat  terasing yang hanya dapat ditemui dengan perantara salah satunya Raja Negeri Maneo Rendah, yang merupakan suku pedalaman di hutan Seram, Gunung Morkelle, Kecamatan Seram Utara Kobi, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku.

Mereka sering berpindah -pindah ke lokasi baru ( Nomaden) di Pegunungan Seram, di  tiga lokasi terpisah antara lain di  bantaran sungai Kobi, Laihaha dan Tilupa yang sebagian besar merupakan daerah pinggiran perkampungan dan perkebunan.

Suku  yang berjumlah enam Kelompok Warga Masusu ane antara lain berjumlah kurang lebih 45 KK dengan berjumlah  175 warga ini sangat bergantung sekali kepada hasil alam maupun hasil perkebunan. 

Kebakaran hutan tahun 2015 menyebabkan setahun terakhir ini Suku Mausu Ane sering berpindah ke lokasi baru, dikarenakan tidak bisa makan hasil kebun yang  disebabkan oleh hama tikus dan babi hutan yang telah merusak dan memakan habis semua hasil kebun.  Sehingga stok makanan kian terbatas  selama dua minggu belakangan ini dan memaksa mereka untuk bertahan hidup dengan mengonsumsi sumber makanan lain  seperti dedaunan dan akar rotan.

Dengan mengonsumsi dari dedaunan dan akar-akaran  tak cukup memenuhi kebutuhan energi mereka untuk tiap harinya, dugaan tersebut banyak warga  yang mengalami sakit dan kurang gizi sehingga hal ini yang menjadi faktor utama  meninggalnya  3 (tiga) orang suku Mausu Ane.

Bermula Senin (23/7) Warga Mausu Ane mendatangi pemukiman di Maneo rendah untuk meminta bantuan bahan  makanan kepada Pendeta Hein Tualena. Pendeta Hein Tualena melaporkan kejadian tersebut kepada Danramil 1502-05/Wahai Kapten Cba La Ode Ma'ruf dan menjelaskan bahwa kematian beruntun warga Suku Mausu ane yang di akibatkan mereka kesulitan mendapatkan pangan yang layak dan air bersih.

Laporan itu ditindaklanjuti Komandan Kodim 1502/Masohi Letnan Kolonel Inf Hari Sandhi Chrishandoko, S.Sos. dengan mengirimkan bahan makanan pokok dan kebutuhan pangan lainnya untuk dikirim ke tempat dimana mereka mengungsi.

Tidak cukup sampai disitu,  Kamis (26/7) Pangdam XVI/Pattimura, Mayor Jendral TNI Suko Pranoto, didampingi Danrem 151/Binaiya dan beberapa Asisten,  mengunjungi Lokasi Masyarakat Suku Mausu Ane  di pedalaman pegunungan Morkelle, Kecamatan Seram Utara Kobi, Kab. Maluku Tengah.

Pangdam selain memberikan bantuan logistik juga menerima saran dan masukan dari warga setempat, sebagai wujud kehadiran negara dalam musibah ini.

Lebih lanjut, Danrem 151/Binaiya Kolonel Inf Christian K Tehuteru menjabarkan kegiatan yang harus dilakukan secara cepat dan terpadu dan melibatkan antara lain Pemda dalam hal ini Dinas kesehatan untuk pantau kesehatan  dan berikan medis terhadap masyarakat suku tersebut, Dinas pendidikan untuk mulai mendidik anak-anak sebatas membaca, menulis dan berhitung, Dinas pertanian untuk beri pendampingan cara bercocok tanam yang baik dan benar, Dinas kehutanan untuk mengecek lokasi yang memungkinkan digunakan untuk lokasi pemukiman suku tersebut dan Dinas PUPR untuk beri pendampingan dan bantu suku tersebut membuat tempat berteduh yang sesuai dengan kebiasaan mereka. Dan TNI/Polri diperlukan untuk memberi dorongan dan tenaga dalam mendukung kegiatan pemda tersebut

Pendirian  posko dan pendataan masyarakat suku Mausu Ane yang sudah turun serta mendata logistik yang sudah masuk dari instansi mana dan apa jenis bantuannya, Pendataan masyarakat yang ingin kembali ke hutan untuk mengambil keluarganya dan diberi bekal untuk selama perjalanan, Pembuatan tenda-tenda istirahat, MCK darurat dan dapur lapangan serta melibatkan  Bapa Raja, Camat, pegawai dari Dinas Kehutanan serta para kepala keluarga guna tinjau lokasi untuk pemukiman yang direncanakan.

Bila masyarakat setuju maka akan dilanjutkan dengan pembuatan tempat tinggal sesusi kehendak masyarakat. Anak-anak diisi dengan kegiatan seperti belajar  membaca, tulis dan berhitung serta cara hidup bersih. Dan untuk Ibu-ibu ini diberi pengetahuan tentang cara bercocok tanam di lahan sekitar rumah atau halaman rumah sehingga bermanfaat serta pembuatan pagar agar tidak diserang babi.

"Untuk itu perlu dibuat semacam Satgas yang terdiri dari beberapa unsur pendampingan melekat dalam kurun waktu yang ditentukan dan bergantian, sehingga pendampingan tidak terputus dan bisa memberi rasa nyaman dan mereka tidak perlu hidup secara nomaden lagi, serta mudah terpantau dan terbina, "pungkas Danrem 151/Binaiya. (Penrem151)

CEO Engeldot Water Kunjungi Sumber Mata Air di Tanimbar

Posted: 26 Jul 2018 11:33 AM PDT

Engeldot Water Kunjungi Sumber Mata Air di Tanimbar
SAUMLAKI, LELEMUKU.COM – Pejabat Eksekutif Tertinggi atau Chief Executive Officer (CEO) Engeldot Water (EW) dari Belanda, Jochem Van Engelenhoven mengunjungi sumber mata air di Kepulauan Tanimbar, Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB), Provinsi Maluku.

Dalam kunjungan tersebut pihaknya didampingi oleh Asisten II Bidang Pemerintahan Pemerintah Daerah (Pemda) MTB, dr. Edwin Tomasoa dan Direktur Utama bersama staff Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) J. Batlayar melihat kondisi awal sumber air tersebut secara langsung di Desa Ilngei, Desa Bomaki dan bak tampung di Kota Saumlaki, Kecamatan Tanimbar Selatan (Tansel).

"Mutu air disini sangat luar biasa, betapa besar Kemurahan Tuhan kepada Saumlaki. Air di Belanda tidak seperti air disini padahal di Belanda bisa minum air dari keran. Tapi kualitas minum air dari sumur tidak sebagus dan senikmat ini," puji Jochem saat meminum langsung air dari mata air di Desa Ilingei.

Ia mengatakan mata air tersebut merupakan salah satu aset terbesar dari Bumi Duan Lolat jika digunakan dengan baik untuk membantu Pemda MTB dalam mengangkat ekonomi daerah.

"Masyarakat yang tinggal disini tidak tahu betapa kaya saumlaki tanpa perlu bantuan dari luar bisa mengembangkan diri sendiri dengan kekayaan air ini untuk mendapatkan keuntungan besar," kata dia.

Setelah peninjauan, tim EW pun bertemu dengan Bupati MTB, Petrus Fatlolon, SH., MH di ruang kerjanya untuk menyampaikan hasil tinjau tersebut.
Bupati Fatlolon sangat mengapresiasi kedatangan dari pihak EW dimana sebelumnya telah dilakukan penandatanganan letter of intent atau surat minat berbisnis antara Pemda MTB dan Engeldot Internasional B. V tentang dukungan terhadap rencana pengembangan ekonomi MTB dan percepatan pertumbuhan, yang terkait dengan proyek pengembangan air, pada Senin (2/7) lalu di Hoogeveen, Belanda.

"Kedatangan pihak EW ini adalah merupakan tindak lanjut undangan dari kedutaan RI di amsterdam ke pemda mtb. Saat itu kami sudah menanda tangani LOI dimana menyatakan kesediaan untuk menjalin kerjasama yang saling menguntungkan dan di hari ini bukti nyata pihak EW datang untuk membicarakannya secara teknis," kata dia.

Fatlolon pun mengungkapkan pada Bulan Oktober mendatang, pihaknya bersama dengan EW akan melakukan penandatanganan nota kesepakatan kerjasama langsung dalam hal pengelolahan air bersih untuk kebutuhan masyarakat Tanimbar.

"Direncanakan bulan Oktober kita akan menandatangani MoU kerjasama. Selain itu, nanti akan ada juga kemasan-kemasan air yang nanti akan kita produksi bersama dengan PDAM," ungkap orang nomor satu di Kepulauan Tanimbar itu.

Engeldot Water International adalah perusahaan teknik professional yang bergerak dan melayani bidang sistem pengolahan air minum berkualitas tinggi, pengelolaan air untuk pertanian, pengelolaan air industri dan manajemen pembersihan air limbah di Eropa, Asia dan Afrika selama kurang lebih 25 tahun. (Laura Sobuber)
Bagi ke WA Bagi ke G+