Updated News

SMK Negeri Seira Dilarang Berpartisipasi dalam HUT RI ke 73

SMK Negeri Seira Dilarang Berpartisipasi dalam HUT RI ke 73


SMK Negeri Seira Dilarang Berpartisipasi dalam HUT RI ke 73

Posted: 23 Aug 2018 09:38 AM PDT

SMK Negeri Seira Dilarang Berpartisipasi dalam HUT RI ke 73SAUMLAKI, LELEMUKU.COM – Pelaksana Tugas (Plt) Camat Wermaktian, Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB), Provinsi Maluku Charles Utuwally melarang siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri Seira untuk berpartisipasi dalam perayaan hari ulang tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke 73 di kecamatan tersebut.

Larangan ini berujung pada dikeluarkannya para siswa SMK yang ikut berpartisipasi dalam tim sepak bola dari perwakilan desanya. Menurut video yang terima Lelemuku.com pada Kamis (23/8), terlihat panitia dan aparat desa yang menyampaikan perintah dari Plt camat tersebut.

Video yang diambil pada tanggal 5 Agustus 2018 itu menunjukkan pelaksana harian (Plh) Desa Weratan, Misail Sabonlela yang menyatakan pihaknya diperintahkan untuk melarang para siswa-siswi dari SMK Seira untuk berpartisipasi dalam tiap lomba HUT RI kali ini.

"Saya mohon maaf kepada kepada adik-adik sekalian yang hari ini bertanding dilapangan. Ini hasil keputusan resmi dari bapak Camat Wermaktian terkait khusus untuk anak-anak sekolah yang berasal dari SMK, anak-anak ini tidak bisa bermain," ujar dia saat memberikan arahan saat pertandingan antara klub bola Antariksa melawan klub Semut Merah di Lapangan Bolakaki Desa Weratan.

Sabonlela melanjutkan, keputusan pelarangan mutlak kepada siswa sekolah tertentu ini diambil oleh Camat Utuwally dan diterapkan untuk seluruh mata lomba yang dipertandingkan dalam perayaan HUT RI kali ini.

"Ini keputusan Camat Wermaktian, bukan keputusan panitia atau keputusan pemerintah desa. Saya bersama sekdes (sekretaris desa) sebagai pimpinan desa di Weratan  sudah pergi untuk klarifikasi tapi bapak camat semata-mata tidak mau untuk anak-anak SMK hadir dilapangan," ungkap dia. 

Ia mengharapkan agar perintah dari atasannya ini dapat ditaati karena jika diabaikan, pihaknya yang akan ditegur oleh Camat yang memimpin 9 desa tersebut.

"Saya mohon maaf kepada adik-adik dari SMK, jangan sampai hal ini terjadi dan kami dari pemerintah desa maupun panitia dipanggil kembali. Terlebih khusus, kami pemerintah desa yang kena sasaran karena ulah adik-adik yang tetap bermain. Kami harapkan adik-adik dari SMK, tolong undur diri, tidak boleh masuk dilapangan," pinta dia.

Ia juga mengharapkan agar para siswa tidak mencoba untuk berpartisipasi dalam olahraga yang digelar oleh pemerintah kecamatan tersebut.

"Kalau adik-adik masuk bermain dilapangan, pemerintah desa yang akan dipanggil lagi karena ulah dari adik-adik," ungkap Sabonlela.

Sementara Sekretaris Panitia, Nikodemus Ungirwalu mengatakan bahwa perintah dari camat merupakan hasil pertemuan bersama antara pemerintah desa dan panita yang harus ditaati.

"Ada penegasan dari hasil meeting kami, siswa-siswi maupun guru dari SMK tidak diperkenankan mengikuti pertandingan pada iven 17 kali ini. Kami tidak bisa lari dari keputusan ini," ungkap dia.

Nikodemus menegaskan bahwa pihaknya tidak segan-segan mengambil tindakan tegas jika ada tim yang masih memasukkan siswa maupun guru dari SMK Negeri Seira kedalam daftar pemain mereka.

"Tim-tim yang kedapatan ada siswa SMK kami minta untuk tolong segera dikeluarkan sebelum kami dari panitia yang mengambil keputusan, jangan ada ulah dan unsur kesengajaan. Kalau ada terjadi sesuatu, anda-lah yang bertanggung jawab," umbar dia.

Hal ini ditanggapi sedih kedua tim sebab pihaknya merasa tidak melakukan kesalahan. Meski pada akhirnya 4 orang siswa SMK dengan rincian 2 siswa dari Klub Antariksa dan 2 siswa dari Semut Merah yang dipaksa keluar. Setelah 4 siswa itu dikeluarkan, pertandingan tersebut berjalan.

SMK Negeri Seira Dilarang Berpartisipasi dalam HUT RI ke 73Terkait hal ini, Plt Camat Wermaktian, Charles Utuwally mengatakan larangan itu bukan disebabkan oleh dirinya, tetapi dirinya menuding kepala sekolah SMK yang tidak bekerja sama dengannya saat dirinya meminta anak muridnya terlibat dalam pasukan pengibar bendera (Paskibra).

"Sebenarnya yang melarang itu adalah kepala sekolah. Karena awal kegiatan yang jauh lebih penting kepsek menarik seluruhnya artinya kan bukan dari pihak panitia," ujar dia saat dikonfirmasi di Seira.

Ia mengklaim surat permintaan terkait paskibra dari dirinya itu sesuai dengan prosedur yang berlaku. Yakni pihak Kecamatan menyurati kepala sekolah, kemudian sekolah yang memberitahukan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispenbud) Provinsi Maluku, Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) MTB bahwa siswa sekolah mereka diminta untuk menjadi anggota paskibra.

"Jadi tidak ada koordinasi antara pihak kecamatan dan UPTD. Surat dari camat secara resmi, dicap dan ditandatangani. Yang punya bawahan langsung ke kepala sekolah kan UPTD. Kalau saya telah menyurati kepsek-kepsek, ya kepsek berdasarkan surat dari camat yang menyurati ke UPTD untuk meminta atau menyampaikan bahwa kecamatan menyurati minta kesediaan saya mengijinkan anak-anak sekolah untuk mengikuti paskibra," beber dia.

Utuwally juga mengklaim bahwa dirinya tidak pernah mengetahui jika panitia dan pemerintah desa telah memaksa para siswa tersebut untuk mengundurkan diri secara terpaksa dari lomba-lomba jelang HUT RI ke 73 kali ini.

"Saya tidak tahu kalau panitia mengusir anak-anak sekolah saat ikut lomba," tutup dia.

SMK Negeri Seira Dilarang Berpartisipasi dalam HUT RI ke 73Sementara Kepsek SMK Negeri Seira, Fransiskus Xaverius Ratuarat, S.Pd membenarkan persoalan sekolahnya tidak dilibatkan dalam kegiatan menyongsong HUT RI berawal dari Plt Camat Wermaktian yang menyurati sekolah untuk meminta kesediaan siswanya dilibatkan dalam paskibra.

"Kemudian dari surat itu kami dari pihak sekolah kembali membalas surat Plt. camat perihal pemberitahuan bahwa mengingat bahwa SMA dan SMK di kabupaten MTB telah diserahkan secara penuh ke pemerintah Provinsi Maluku. Itu menjadi kewenangan pemerintah provinsi dan oleh sebab itu segala kordinasi yang terkait dengan tenaga guru, pegawai honor maupun siswa yang hendak digunakan, dipakai dalam kegiatan-kegiatan nasional ataupun kedaerahan itu mestinya pemerintah kecamatan harus berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku dalam hal ini kepala UPTD Kabupaten MTB," papar dia.

Diungkapkan hal inilah yang menjadi pemicu kesalahpahaman sehingga berujung pada pelarangan siswa-siswi SMK Negeri Seira dalam berbagai kegiatan pada HUT RI tahun 2018.

"Jadi dalam kesempatan itu dari pemerintah kecamatan tidak membangun koordinasi dengan kepala UPTD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku di Kabupaten MTB. Tetapi secara sepihak, mereka langsung membatasi semua siswa juga guru dan pegawai SMK Negeri Seira untuk tidak dilibatkan dengan semua kegiatan menyongsong perayaan HUT RI ke 73," ungkap dia. (Albert Batlayeri)

Joice Fatlolon Hadiri Raker Perdana TP PKK Tanimbar Utara

Posted: 23 Aug 2018 06:25 AM PDT

Joice Fatlolon Hadiri Raker Perdana TP PKK Tanimbar UtaraLARAT, LELEMUKU.COM – Ketua Tim Penggerak (TP) Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB), Provinsi Maluku, Joice Fatlolon Pentury hadiri rapat kerja (Raker) perdana TP PKK Kecamatan Tanimbar Utara (Tanut).

"Hari ini kami mengikuti Rapat Kerja I Tim Penggerak PKK Kecamatan Tanimbar Utara yang dilaksanakan di Kota Larat," ujar dia kepada Lelemuku.com melalui pesan singkat, pada Rabu (22/8).

Ia mengatakan raker yang dilaksanakan di Gedung Temarlolan ini diikuti oleh 8 pengurus TP PKK dari kecamatan tersebut, diantaranya Desa Ridool, Ritabel, Lelingluan, Watidal, Keliobar, Kelan, Lamdesar Timur dan Lamdesar Barat.

Kegiatan dibawa sorotan tema "Melalui Rakerda Kita Tingkatkan Kinerja Tim Penggerak PKK Semua Jenjang Kepengurusan Demi Terwujudnya Keluarga Sejahtera, Makmur dan Sentosa" ini dibuka oleh Bupati MTB, Petrus Fatlolon, SH., MH yang juga selaku Ketua Dewan Pembina TP PKK MTB.

"Bertempat di Gedung Temarlolan dan di ikuti oleh Pengurus TP PKK 8 Desa di Tanimbar Utara yaitu Desa Ridol, Ritabel, Lelingluan, Watidal, Keliobar, Kelan, Lamdesar Timur dan Lamdesar Barat," kata Ny. Fatlolon.

Dalam sambutannya Bupati Fatlolon mengajak seluruh anggota PKK untuk bergandengan tangan dalam setiap proses pembangunan yang sedang dan akan dilakukan di Kepulauan Tanimbar.  Kemudian Ia pun berharap dapat terjalin sinergitas yang baik antara Tim Pengerak PKK di Tingkat Desa hingga Kabupaten dan Pemerintah.

Turut hadir dalam raker tersebut para staff ahli, para asisten, pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD),TP PKK Kabupaten, Camat Tanut dan jajarannya, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kecamatan, yairu Komandan Rayon Militer (Danramil) Tanut, Kepala Kepolisian Resor Sektor (Kapolsek).

Kemudian Ketua Organisasi Perempuan se Tanimbar Utara, yaitu Ketua PKK, Ketua Bhayangkari dan Ketua Persit.tokoh agama, Para Kepala Sekolah Tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Serta Para Kepala Desa dan perangkat desa, Para Ketua BPD, Lembaga Kemasyarakatan Desa, Ketua TP PKK dari 8 desa dan pengurus yang berjumlah 8 orang untuk masing-masing desa di kecamatan itu. (Laura Sobuber)

Hadi Tjahjanto Undang Muhammad Reza Mangar Masuk TNI

Posted: 23 Aug 2018 06:19 AM PDT

Hadi Tjahjanto Undang Muhammad Reza Mangar Masuk TNIJAKARTA, LELEMUKU.COM - Satu lagi anak yang berhasil menarik perhatian Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) melalui aksi kepahlawanan yang sama dengan aksi Johannes Adekalla (Joni), adalah Muhammad Resa Mangar (13) anak yatim piatu dari Desa Waria, Kecamatan  Aru Utara Timur Batuley, Kabupaten Kepulauan Aru,  Provinsi Maluku yang putus sekolah.

Resa diundang secara khusus oleh Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, S.I.P. di Ruang Kerjanya, Kamis (23/08). Dalam pertemuan tersebut Panglima TNI mengatakan bahwa Resa harus tetap sekolah dan mengenai biayanya tidak perlu kuatir karena Mabes TNI akan membantu dalam membiayai sekolahnya.

Kedatangan Reza untuk bertemu Panglima TNI di Jakarta dikarenakan aksi heroiknya pada saat memanjat tiang Bendera karena putus tali bendera saat Upacara HUT ke 14 Kabupaten Kepulauan Aru pada 18 Desember 2017 di Lapangan Yos Sudarso, Kota Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, Provinsi Maluku.

"Bantuan yang diberikan sebesar Rp1.000.000 perbulan sampai lulus itu tidak boleh digunakan untuk beli rokok apalagi beli miras dan beli narkoba, tapi Reza harus khusus di pakai khusus untuk beli kaperluan sekolah," harap Panglima TNI.

Panglima TNI juga mengatakan, kalau lulus sekolah, kelak mau jadi TNI atau Polri terserah Reza yang penting Reza harus sekolah.

"Kodim dan Koramil harus bisa bina semua generasi muda sehingga kelak mereka bisa menjadi anak-anak yang pintar dan berguna bagi bangsa dan negara, karena anak-anak adalah generasi penerus bangsa ini", kata Panglima TNI.

Dalam hal ini Panglima TNI mengucapkan terima kasih kepada Pemda dan Komando Kewilayahan yang telah memfasilitasi Reza sehingga bisa bertemu dengan Panglima TNI di Jakarta (Mabes TNI).

Hadir dalam pertemuan tesebut Aspers Panglima TNI Marsda TNI Dedy Permadi, S.E., M.M.D.S., Kapuspen TNI Mayjen TNI M. Sabrar Fadhillah, Waaster Panglima TNI Brigjen TNI (Mar) Purnomo dan Danramil 1503-03 Dobo Lettu Inf Doddy Masoay. 

Reza menjadi terkenal karena dirinya menjadi pemanjat tiang untuk selamatkan tali penggerek Bendera Merah Putih yang terlepas dari tangan pengibar bendera, pada saat upacara hari ulang tahun (HUT) ke 14 Kabupaten Kepulauan Aru di Lapangan Yos Sudarso, Dobo, Kecamatan Pulau Pulau Aru pada Senin, 18 Desember 2017 lalu.

Anak yatim piatu berumur 13 tahun yang hidup dengan neneknya ini dianggap sebagai pahlawan  karena mampu memanjat tiang bendera yang menghambat jalannya prosesi HUT kabupaten paling timur di Provinsi Maluku tersebut.

Reza awalnya viral usai HUT tersebut, namun ia tenar hanya di kalangan tertentu di Kabupaten Kepulauan Aru dan dihadiahi jabatan tangan dari tiga pejabat daerah dengan total pemberian Rp150.000 sebagai ucapan terima kasih.

Setelah Joni viral pada 17 Agustus lalu, Reza pun kembali diungkit dan dibandingkan nasibnya dengan Joni yang langsung diundang Presiden Jokowi dan para menteri ke Istana Negara di Jakarta serta menonton secara langsung Pembukaan Asean Games 2018. Nasib malangnya sebagai nelayan cilik yang putus sekolah sejak kelas 4 SD ini kemudian menjadi kontras dengan apa yang dialami oleh Joni yang masih sekolah dan memiliki kedua orang tua. 

Hal ini kemudian menjadi viral ditingkat nasional setelah berita tentang Reza diviralkan oleh akun instagram LambeTurah yang kemudian dipublikasikan di beberapa media massa Indonesia. Postingan LambeTurah yang disukai hingga 41 ribu kali dan dikomentari 620 orang ini meminta agar Dedy Corbuzier, sang pembawa acara Hitam Putih di stasiun televisi Trans7 dapat memanggil Reza guna diwawancarai di program tersebut. 

Hal ini ditanggapi tim kreatif dengan mencari sarana komunikasi dengan instasi terkait guna memastikan lokasi terkini Reza dan kemudian mengajak anak tersebut agar dapat berangkat ke Jakarta bersama pamannya.

Setelah viral Reza kemudian diundang ke salah-satu program televisi nasional di Jakarta pada Rabu (21/8) ditemani pamannya dan staff dari Kodim setempat. (Albert Batlayeri)

Hartanto Lepas Kontingen Pramuka Saka Bahari Saumlaki ke Sail Moyo Tambora 2018

Posted: 23 Aug 2018 03:13 AM PDT

Hartanto Lepas Kontingen Pramuka Saka Bahari Saumlaki ke Sail Moyo Tambora 2018 SAUMLAKI, LELEMUKU.COM - Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Saumlaki, Letkol Laut (P) Hartanto, M.Tr.Hanla melepas kontingen Praja Muda Karana (Pramuka) Saka Bahari ke Sail Moyo Tambora 2018 di Mako Lanal Saumlaki, Jl Slamet Riyadi, Kecamatan Tanimbar Selatan (Tansel), Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB), Provinsi Maluku pada Kamis (23/8) pukul 10.02 WIT.

Upacara yang dikomandani Dansatmal Lanal Saumlaki, Letda Laut (P) Yudianto ini dihadiri 12 anggota Pramuka  binaan Lanal Saumlaki Pelayaran Lingkar Nusantara (Pelantara), Asisten Bidang Pemerintahan Setda MTB, Yohanis Batseran, Pasiter Kodim Saumlaki Kapten Inf Kasrun, Kapten Lek Ilham Fauzi, Wakapolres MTB Kompol Lodivicus Tethool, SH, MH, para pembina Saka Bahari / Baiduk Pomal Saumlaki, Serka POM Deni Santos dan para orang tua wali.

Para siswa siswi yan terdiri dari 5 orang putra dan 6 putri diampingi 1 orang pembina ini dilepas Danlanal dalam rangka rangkaian kegiatan Sail Moyo Tambora 2018 pada 9-23 September 2018 mendatang di perairan Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dalam amanatnya Hartanto mengharapkan agar anggota Pramuka Saka Bahari ini dapat menimba ilmu sebanyak-banyaknya guna menguatkan wawasan nusantara dan cinta negeri terutama terkait kelautan dan sosial budaya dari seluruh Indonesia.

"Kegiatan Pelantara atau Pelayaran Nusantara ini merupakan program TNI AL sekaligus kegiatan pertemuan pramuka penegak Saka Bahari yg bertujuan untuk mengenalkan wilayah NKRI sebagai negara kepulauan dan kebaharian serta membentuk karakter generasi muda Saka Bahari, memberikan pemahaman tentang kebangsaan, bela negara, kemaritiman, keangkatan lautan, kepemimpinan, serta kehidupan beraneka ragam budaya maupun sosial dan kehidupan prajurit TNI AL di kapal perang," ujar dia.

Selain cinta tanah air, diharapkan pula para pemuda pemudi Tanimbar ini dapat menjadi duta promosi Kabupaten Maluku Tenggara Barat, sehingga rekan-rekan pramuka lainnya di Indonesia dapat mengenali tradisi dan budaya di Tanimbar.

"Berharap para anggota pramuka Saka Bahari binaan Lanal SLK ini bisa mengikuti kegiatan dengan baik dan penuh tanggungjawab serta gali sebanyak mungkin pengetahuan dan ambil manfaatnya serta bina hubungan baik dengan anggota pramuka lainnya," ujar dia.

Danlanal juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh orang tua wali yang bersedia memberikan izin kepada anak-anaknya guna mengikuti kegiatan bertaraf internasional ini.

"Kami ucapkan terima kasih kepada pihak sekolah yang telah mengijinkan siswanya untuk mengikuti kegiatan Pelantara ini kepada kakak pembina yang berkenan meluangkan waktu berbagi ilmu dan pengalaman untuk memberi bekal kepada peserta dalam mengikuti pelantara," ucap dia. (Albert Batlayeri)
Bagi ke WA Bagi ke G+