Updated News

Suu Kyi Akui Kasus Rohingya Seharusnya Bisa Ditangani Lebih Baik

Suu Kyi Akui Kasus Rohingya Seharusnya Bisa Ditangani Lebih Baik


Suu Kyi Akui Kasus Rohingya Seharusnya Bisa Ditangani Lebih Baik

Posted: 15 Sep 2018 02:04 PM PDT

Suu Kyi Akui Kasus Rohingya Seharusnya Bisa Ditangani Lebih BaikHANOI, LELEMUKU.COM - Pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi mengatakan, pemerintah seharusnya dapat mengambil pendekatan lain yang lebih baik dalam menangani situasi terkait Muslim Rohingya.

Peraih Nobel Perdamaian itu ditanya mengenai krisis tersebut pada sebuah diskusi di Forum Ekonomi Dunia di ibukota Vietnam, Hanoi.

Reputasi Aung San Suu Kyi sebagai ikon demokrasi dan HAM tercemar karena mengambil sikap diam dalam menanggapi operasi militer brutal di negara bagian Rakhine yang mendorong hampir 70.000 Muslim Rohingya mengungsi ke Bangladesh sejak Agustus. PBB dan AS telah mengumpulkan pengakuan sejumlah saksi mata atas kekejian yang dilakukan pasukan pemerintah, termasuk pemerkosan beramai-ramai, pembakaran desa dan pembunuhan.

PBB menyebut operasi militer itu sebagai contoh pembersihan etnis dan menyerukan agar Jenderal Min Aung Hlaing, panglima militer Myanmar, dan lima jenderal lainnya, diadili atas tuduhan melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan dan kejahatan perang.

Suu Kyi mengatakan kepada hadirin di Hanoi, "mempertimbangkan apa yang sudah terjadi, saya kira situasi itu seharusnya bisa ditangani dengan lebih baik." Namun, katanya, pihak berwenang tidak bisa mengambil sikap pilih kasih dalam menegakkan hukum.

Suu Kyi juga membela vonis yang dijatuhkan pengadilan Myanmar terhadap dua wartawan Reuters atas dakwaan melanggar UU Kerahasiaan Negara. Kedua wartawan itu sewaktu ditangkap sedang menyelidiki kasus pembantaian 10 Musim Rohingya. Suu Kyi mengatakan, mereka ditahan bukan karena mereka wartawan, dan mereka juga memiliki hak untuk mengajukan banding atas vonis itu. (VOA)

Ribuan Orang Hadiri Acara Pemakaman Istri Mantan PM Pakistan, Nawaz Sharif

Posted: 15 Sep 2018 02:03 PM PDT

Ribuan Orang Hadiri Acara Pemakaman Istri Mantan PM Pakistan, Nawaz Sharif LAHORE, LELEMUKU.COM - Ribuan orang pelayat menghadiri acara pemakaman istri mantan Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif di Lahore, Pakistan Timur, Jumat (14/9).

Kulsoom Nawaz (68 tahun) adalah salah seorang politisi yang paling dihormati di negara itu. Ia meninggal dunia hari Selasa setelah berbulan-bulan terbaring dalam kondisi kritis di sebuah rumah sakit di London. Ia telah menjalani operasi kanker tenggorokan tahun lalu.

Jenazahnya dibawa ke kota asalnya, Lahore, dengan pesawat hari Jumat pagi (14/9), dan ia dikuburkan di pemakaman keluarganya.

Sharif, yang untuk sementara dibebaskan dari penjara bersama dengan putri dan menantunya, menghadiri acara pemakaman itu. Diperkirakan 10 ribu pendukungnya berkumpul di luar rumahnya untuk menyampaikan belasungkawa mereka.

Sharif dan dua anggota keluarganya yang ditahan itu sedang menjalani hukuman penjara karena divonis bersalah atas tuduhan korupsi.

Mahkamah Agung Pakistan tahun lalu mendiskualifikasi Sharif dari jabatannya dan mahkamah anti-korupsi kemudian menjatuhkan hukuman terhadap Sharif dan sejumlah kerabatnya. Ia tiga kali menjabat perdana menteri sepanjang karier politiknya, yang dimulai pada tahun 1980-an.

Sharif akan kembali ke penjara bersama dengan anak dan menantunya pada hari Senin, pada waktu pengadilan diperkirakan akan mengeluarkan putusan terkait permohonan pembebasan dengan jaminan.

Dua anak lelaki Sharif, yang tinggal di Inggris, tidak mengikuti acara pemakaman ibu mereka di Lahore. Mereka tidak pulang untuk menghindari kemungkinan ditangkap terkait kasus-kasus korupsi. (VOA)

Vladimir Putin Hadiri Latihan Perang Rusia - China

Posted: 15 Sep 2018 02:03 PM PDT

Vladimir Putin Hadiri Latihan Perang Rusia - ChinaMOSKOW, LELEMUKU.COM - Presiden Russia, Vladimir Putin pada Kamis (13/9) menghadiri latihan perang terbesar Rusia, yang melibatkan 300 ribu tentara negaranya dan sebuah kontingen besar pasukan China.

Latihan perang selama sepekan yang disebut Vostok 2018 itu banyak dinilai pengamat sebagai unjuk kekuatan militer Rusia dan China pada saat hubungan yang menegang dengan AS.

Latihan perang itu juga melibatkan sekitar 1.000 pesawat tempur Rusia dan 36.000 tank dan kendaraan tempur lainnya. Latihan ini bahkan lebih besar dari latihan militer yang pernah digelar Soviet pada 1981.

China mengirim sekitar 3.200 tentara, 900 kendaraan tempur dan 30 pesawat udara pada latihan gabungan itu. Keterlibatan China dalam latihan itu, dinilai banyak pengamat, mencerminkan adanya peralihan menuju aliansi militer sepenuhnya dengan Rusia.

Berbicara di Tsugol, yang berjarak sekitar 130 kilometer dari perbatasan dengan China, di mana pasukan China dan Rusia melakukan latihan bersama, Putin memuji keterampilan pasukan kedua negara. Ia mengatakan, mereka telah menunjukkan kemampuan mereka untuk menangkal ancaman militer potensial.

Ia menegaskan, Rusia adalah negara yang damai, namun negara itu perlu memperkokoh kemampuan militernya agar siap melindungi kedaulatan, keamanan, dan kepentingan nasional, dan jika perlu, mendukung sekutu-sekutunya.

Media China menggambarkan keterlibatan Tentara Pembebasan Rakyat dalam latihan tersebut merupakan yang terbesar yang pernah dilakukan negara itu di luar negeri. (VOA)

One Man’s Campaign for Justice Shakes Bosnian Serb Old Guard

Posted: 15 Sep 2018 02:02 PM PDT

One Man's Campaign for Justice Shakes Bosnian Serb Old GuardWASHINGTON, LELEMUKU.COM - Milorad Dodik, president of Republika Srpska, the largely autonomous Serb-controlled mini-state within Bosnia and Herzegovina, told Davor Dragicevic he should stop mourning his 21-year-old son. After all he has another one, the Bosnian Serb leader advised last month during a local media interview.

But the 55-year-old restaurant waiter has shrugged off the presidential advice and is refusing to remain quiet. He's demanding to know how his son died, who killed him, and why.

In the process he's complicating the re-election plans of Dodik, who's been in power since 2010 and advocates tauntingly that Republika Srpska should break away from Bosnia and declare itself an independent state, a move that would shatter the fragile multiethnic peace of the Balkans.

On October 7 Serbs in Republika Srpska and Croats and Bosnian Muslims elsewhere in Bosnia will head to the polls to elect lawmakers to the state-level parliament as well as the presidents and legislatures of the two entities that make up the federation.

Since March 24, when his son David, an IT student, was discovered covered in mud and sand in a sewer at the confluence of two rivers six days after disappearing, Dragicevic has been mounting late night protests in downtown Banja Luka, Republika Srpska's de facto capital.

The protest vigils have attracted hundreds of supporters and a "Justice for David" Facebook group now has 325,000 members.

A shrine to David has been left unmolested by the police, but overnight midweek the authorities installed CCTV cameras to observe the activity around it, and presumably to identify who attends the Justice for David rallies.

"The fact that Dodik could say what he did, says more about him than me," Dragicevic told VOA Wednesday. As he spoke in the strong afternoon sun, well-wishers, young and old, came up to shake his hand and urge him to stay strong.

"The authorities have not answered any of my questions about my son's murder," Dragicevic said. He says he has proof corrupt police officers raped and murdered his son. "I am not afraid of them, even if they kill me, the truth needs to get out. Even if I had 1,000 children, each one of them would be important," he added.

David's death has become a cause célèbre in Republika Srpska and has done more than any other agitation, or official reports from international bodies, to cast light on unexplained murders in the Serb-controlled enclave, on endemic corruption, and on the thuggish behavior of the police.

In 2011, the Council of Europe, the leading human rights organization on the continent with 47 member states, criticized police misbehavior in Republika Srpska, saying detainees were being regularly abused.

In 2013, the council's committee on the prevention of torture said it was routine for police to beat up people they arrested and said some detainees had been subjected to electric shocks and even mock executions, invoking awful echoes of the Balkans wars of the 1990s, where torture and murder of civilians were commonplace in a conflict that threw into wide public usage the term "ethnic cleansing."

David Dragicevic regularly joined protests about police brutality and unexplained deaths. The initial coroner's report said he'd committed suicide, despite the autopsy noting there were wounds suggesting he had been in a fight and his death was violent. The verdict was later changed to murder. Police officials claim he was on drugs, although no evidence has been presented.

Panel investigates

Dodik's re-election remains highly probable, and he appears to be coasting to victory, but the Dragicevic affair has admitted some public light on the semi-autocracy the two-term president has shaped, according to Branislav Borenović, president of the opposition Party of Democratic Progress.

Borenović chaired a legislative panel investigating how the police and government handled the Dragicevic case, which was staffed mainly by opposition lawmakers.

"Dodik saw he had to do something as public interest in the case increased dramatically and he got scared and handed the hot political potato to us, hoping we would fumble it," Borenović told VOA.

"We were given just a month for the investigation; too little time, but it is the first time government officials have had to answer questions in a probe publicly. The police and prosecutors kept contradicting themselves when giving testimony, and we concluded he had been murdered," he added.

Opposition lawmakers are focusing much of their campaigning in the run-up to the October 7 elections on the issue of corruption.

"Everything in the end is connected to corruption. How can people live in the country and stay in this country if they see there are people who can do whatever they want without any sanctions and without any penalties and are elected again and again," he said.

Earlier this week, the U.S. State Department sanctioned the second most important leader in Republika Srpska, Nikola Spiric, for corruption, accusing him of graft and accepting "improper benefits in exchange for the performance of public functions."

In an interview with VOA, Spiric denied the accusations, saying he saw them as Washington's effort to interfere with the October elections.

Whether Dodik is re-elected or not, Davor Dragicevic means to campaign and to get answers.

"I am accused by the state of being a traitor," he said. "But I will still fight for the truth." (VOA)

Teddy Setiawan, Desainer Dibalik Sentuhan Asia di Crazy Rich Asians

Posted: 15 Sep 2018 02:02 PM PDT

Teddy Setiawan, Desainer Dibalik Sentuhan Asia di Crazy Rich Asians
WASHINGTON, LELEMUKU.COM - Sekitar tahun 2016, set designer atau desainer ruang, Teddy Setiawan, mendapat rekomendasi sebuah novel berjudul "Crazy Rich Asians" dari seorang teman dan langsung jatuh cinta dengan ceritanya. Biasa bertugas mendesain gambar sebuah bangunan atau ruangan yang dipakai untuk lokasi syuting film asing, Teddy langsung membayangkan betapa cantiknya jika cerita dalam novel karya penulis asal Singapura, Kevin Kwan, itu bisa dijadikan sebuah film.

Siapa yang menyangka, selang satu tahun kemudian Teddy dipercaya untuk mengangkat kemegahan dan keglamoran bangunan yang diceritakan dalam novel tersebut ke layar lebar. Walaupun merasa "girang bukan kepalang," begitu katanya saat dihubungi oleh VOA Indonesia, Teddy merasakan adanya beban mental tersendiri.

"Karena ketika saya baca bukunya, saya sudah membayangkan setnya 'oh ini akan sangat cantik sekali apabila dijadikan sebuah film.' Tapi dari situ pula mungkin ekspektasi pribadi ya, mungkin karena ekspektasi pribadi dan gambaran yang sudah saya punya saat membaca bukunya, di situ ada beban tersendiri saat saya dipanggil untuk mendesain set untuk filmnya," papar pria kelahiran tahun 1980 ini.

Film Crazy Rich Asians yang sukses di Box Office Amerika bercerita tentang lika-liku kehidupan keluarga kaya raya di Singapura. Film ini ber-setting di Amerika dan Singapura. Selama kurang lebih tiga bulan, Teddy dan seorang desainer ruang lain yang berasal dari Kanada, Kyle White, bekerja langsung dengan production designer Nelson Coates dan tim untuk membangun setiap sudut ruangan yang sangat identik dengan kebudayaan Asia, secara detil. Tantangannya? Hampir seluruh proses syuting harus dilakukan di Malaysia.

"Betul, untuk semua rumahnya dari mulai Tyersall Park (Red: rumah kediaman keluarga Young) itu kita shoot di Malaysia juga kita ubah. Jadi itu adalah guest house, semacam wisma kenegaraan Malaysia yang telah lama kosong dan tidak terawat, lalu kita renovasi dan kita perbaiki sampai jadi seperti di film. Itu di handle oleh kami berdua, saya dan Kyle, set designer dari kanada. Lalu Kyle menangani set bachelor party, kebetulan saya kebagian untuk pesta pernikahannya yang di Singapura, di gereja maupun yang di Gardens by the Bay," ujar lulusan fakultas seni rupa dan desain dari Institut Teknologi Bandung ini.

Tantangan yang dihadapi oleh Teddy pun tidak berhenti di situ saja. Beberapa adegan yang menceritakan dua tokoh utama dalam film ini, yaitu Nick Young dan Rachel Chu, yang ber-setting di kota New York pun juga harus ia pindah ke Malaysia.

"Jadi Rachel Chu ngajar di universitas di New York, lalu kafe di New York, bahkan JFK (John F. Kennedy International Airport), itu kita shoot semua di Malaysia. Kita juga mendesain dan membangun keseluruhan set pesawat yang ditumpangi oleh Nick dan Rachel dari New York ke Singapura," cerita Teddy.

Selesai di Malaysia, Teddy dan tim bergegas ke Singapura untuk membangun lokasi syuting untuk adegan pernikahan kawan Nick. Mereka pun berpacu dengan waktu untuk mempersiapkan semuanya. Ide awal dari desain yang digambar oleh Teddy sudah siap untuk dibangun di sana.

"Tantangannya biasa waktu ya, tergantung jenis filmnya. Kadang untuk beberapa film yang kita cukup asing yang referensinya cukup asing, kita harus melakukan banyak riset dalam waktu sangat singkat. Selain itu adaptasi dengan tim yang hampir selalu baru di setiap pekerjaan," kata desainer yang gemar membaca ini.

Pilihan lokasi upacara pernikahan jatuh kepada CHIJMES, restoran dan bar dengan bangunan berbentuk seperti gereja yang sudah berdiri sejak tahun 1904 di Singapura. Tempat tersebut berhasil disulap menjadi taman kecil yang menjadi tema upacara pernikahannya, hanya dalam waktu 30 jam saja. Dari situ berlanjut ke adegan resepsi pernikahan yang berlangsung di tempat favorit turis mancanegara, Gardens by the Bay.

"Production Designer akan muncul dengan ide awalnya. Biasanya beliau akan menunjukkan, 'oke kira-kira saya mau set-nya terlihat kira-kira seperti ini, mood-nya seperti ini, dengan memberi beberapa referensi. Lalu dari situ set designer akan buat riset lebih mendalam dan mulai mendesain set-nya," jelas Teddy.

Detil di setiap sudut pun harus diperhatikan keasliannya, seperti misalnya dinding yang dihiasi kaligrafi dan puisi yang diangkat dari kebudayaan China, lalu juga ada benda dan artifak yang harus dipesan dari berbagai negara, seperti harimau imitasi yang adalah karya seorang seniman asal Thailand. Harimau imitasi tersebut sempat dicurigai di bagian bea cukai karena terlihat sangat asli, mengingat harimau yang diawetkan adalah barang terlarang. Selain harimau tersebut, ada juga barang-barang yang dipesan dari Indonesia seperti beberapa ukiran dan kandang ayam kate.

Karir Sebagai Desainer Ruang Untuk Film

Ini bukan pertama kalinya Teddy terlibat sebagai desainer ruang untuk film asing. Ia pernah ikut dalam penggarapan film Beirut, Beyond Skyline, Joker Game, 1965, dan serial Netflix, Marco Polo. Keterlibatan Teddy bermula ketika ia ikut dalam penggarapan beberapa film asing yang melakukan syuting di Indonesia, salah satunya film Black Hat yang dibintangi oleh aktor Chris Hemsworth. Kala itu Teddy dipercaya untuk menjadi seorang set dresser.

"Jadi kita yang mendekor ruangannya, dengan mulai dari korden, mulai dari furnitur, lampu dan aksesori lainnya," jelas pria yang juga pernah menjadi desainer untuk ruang pameran ini.

Profesinya sebagai seorang desainer ruang telah membawanya ke berbagai negara. Saat dihubungi VOA Indonesia, Teddy sedang berada di Maroko untuk menyelesaikan proyek terbarunya.

"Jadi di Maroko saya sedang mengerjakan satu film Hollywood lagi, tepatnya di kota Marrakech dan ada beberapa kota lain nanti di Maroko. Judulnya John Wick 3," kata alumni SMA Kanisius Jakarta ini.

Tentunya hasil kerja kerasnya ini memerlukan kegigihan yang tinggi, mengingat menurut Teddy, industri yang ia tekuni cukup menantang.

"Untuk skill teknis itu dituntut untuk bisa menggambar teknik yaitu menggambar untuk dibangun, semacam gambar teknik arsitektur dan desain. Selain itu saya selalu bilang sih jadi pribadi yang tulus ya dan baik karena di industri ini pastinya kita akan selalu bertemu orang-orang yang berbeda dari latar belakang yang berbeda. Dan karena tuntutannya tinggi dan semua orang ingin targetnya tercapai jadi ya untuk bisa mewujudkan itu kita harus ks dengan baik ya, jadi jangan gontok-gontokan gitu," pungkas Teddy menutup wawancara dengan VOA. (VOA)

Spanyol Akhirnya Kirimkan Senjata Api Pesanan Arab Saudi

Posted: 15 Sep 2018 02:01 PM PDT

Spanyol Akhirnya Kirimkan Senjata Api Pesanan Arab SaudiMADRID, LELEMUKU.COM - Negara Spanyol akhirnya memutuskan untuk mengirimkan senjata api yang dipesan Arab Saudi. Keputusan ini mengubah sikap Spanyol sebelumnya yang menunda pengiriman itu karena kekhawatiran bahwa senjata itu kemungkinan akan digunakan koalisi pimpinan Saudi yang bisa membahayakan warga sipil di Yaman.

Organisasi nirlaba Pengawasan Senjata, yang biasa melobi usaha--usaha untuk mengakhiri penjualan senjata ke negara-negara yang terlibat perang dan bisa mengakibatkan jatuhnya korban sipil terutama di Timur Tengah, menyatakan kecewa degan keputusan Spanyol. Organisasi itu mendesak pihak berwenang untuk mempertimbangkan kembali keputusannya.

Alberto Estevez dari Organisasai Pengawasan Senjata, mengatakan, tindakan Spanyol itu secara otomatis bisa dianggap ikut melakukan kejahatan perang. Usaha melobi Spanyol yang dilakukan organisasi itu juga didukung Amnesty International, Greenpeace, Intermon Oxfam, dan organisasi Sapnyol "FundiPau".

Dengan lebih dari 22 juta orang dalam kesulitan di Yaman, PBB menjebut konflik di Yaman yang pecah sejak Maret 2015 sebagai krisis kemanusiaan paling parah di dunia. (VOA)

Recep Tayyip Erdogan dan Vladimir Putin Cari Solusi untuk Idlib

Posted: 15 Sep 2018 02:01 PM PDT

Recep Tayyip Erdogan dan  Vladimir Putin Cari Solusi untuk IdlibANKARA, LELEMUKU.COM - Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan negaranya masih mengupayakan solusi damai bagi provinsi Idlib di Suriah yang dikuasai pemberontak.

Ia menambahkan bahwa Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan akan mengadakan pembicaraan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin hari Senin.

Media Turki menyebutkan kedua pemimpin akan bertemu di kota Sochi, Rusia.

Berbicara dalam lawatan ke Pakistan hari Jumat (14/9), Cavusoglu mengatakan Turki akan melanjutkan upaya-upayanya dengan Iran dan dengan Rusia, serta melanjutkan upaya-upaya lainnya di tingkat internasional. Pernyataannya itu disiarkan langsung di televisi Turki.

Pada pertemuan di Teheran pekan lalu, pemimpin Rusia dan Iran mendukung operasi militer di Idlib, meskipun ada imbauan dari Erdogan agar diadakan gencatan senjata.

Turki khawatir akan terjadi krisis kemanusiaan di Idlib, yang terletak di dekat perbatasan Turki dan berpenduduk lebih dari 3 juta orang. (VOA)

Running Out of Cash, UNHCR Need $270 for Syrian Refugees

Posted: 15 Sep 2018 02:01 PM PDT

Running Out of Cash, UNHCR Need $270 for Syrian Refugees
DAMASCUS, LELEMUKU.COM - The U.N. refugee agency (UNHCR) warns it is running out of cash to provide life-saving assistance to millions of Syrian refugees and internally displaced living in dire and extremely precarious conditions.

UNHCR says it urgently needs $270 million to make it through the end of the year. This, it says, will provide millions of vulnerable people living inside and outside war-torn Syria with the vital aid and protection they need to survive the rigors of the oncoming winter season.

UNHCR cares for more than 5.6 million Syrian refugees, nearly half of whom are children, in neighboring Turkey, Lebanon, Jordan, Iraq as well as Egypt. Without financial support, the agency warns people also will have to go without health care or education.

It says many will have to resort to so-called negative coping mechanisms involving sexual exploitation, child labor and forced early marriage.

The lion's share of the needed money will be used in support of Syrian refugees outside of their homeland. UNHCR spokesman, Babar Baloch says $73 million of the appeal will help meet the most acute and pressing needs of people displaced by the conflict inside Syria.

"Hundreds of thousands of people have been displaced since the start of the year, and many now rely on humanitarian support to meet basic daily needs. Additional funding would allow UNHCR to rapidly scale up activities across key sectors such as protection, shelter, and the provision of basic aid, helping up to 1.8 million people," Baloch said.

Earlier this year, the UNHCR appealed for nearly $2 billion to run its Syrian humanitarian assistance and protection operation for 2018. Only 31 percent of the funding goal has been met.

The UNHCR says the $270 million dollars needed until the end of the year represents only a tiny fraction of this year's total appeal. It says it will be used to cover the most pressing and critical needs of some of the most destitute, disenfranchised people in the world. (VOA)

Dutch Ousted 2 Russians Over Alleged Swiss Lab Hack Attempt

Posted: 15 Sep 2018 02:01 PM PDT

Dutch Ousted 2 Russians Over Alleged Swiss Lab Hack AttemptBERN, LELEMUKU.COM - Swiss authorities said Friday that the Netherlands arrested and expelled two suspected Russian spies who allegedly tried to hack a Swiss laboratory that conducts tests for the U.N.-backed chemical weapons watchdog.

Switzerland's Foreign Ministry summoned the Russian ambassador to protest the attempted attack.

The Federal Intelligence Service says it worked "actively" with British and Dutch partners on the case involving Switzerland's Spiez Laboratory. Russia's foreign minister said earlier this year that the lab analyzed samples linked to the poisoning of former Russian spy Sergei Skripal and his daughter in England.

The confirmation came after Dutch newspaper NRC Handelsblad and Swiss newspaper Tages-Anzeiger reported that two Russians suspected of being agents of military intelligence service GRU were kicked out of the Netherlands earlier this year as a result of a Europe-wide investigation.

"The Swiss authorities are aware of the case of Russian spies discovered in The Hague and expelled from the same place," said FIS spokeswoman Isabelle Graber in an email. "The Swiss Federal Intelligence Service participated actively in this operation together with its Dutch and British partners."

"The FIS has thus contributed to the prevention of illegal actions against a critical Swiss infrastructure," she added, while declining to comment further.

The Swiss attorney general's office confirmed it had identified "two individuals" as part of a broader investigation opened last year.

Switzerland's Foreign Ministry said it summoned Russia's ambassador on Friday to "protest against this attempted attack" and demanded that Russia "immediately" end its spying activities on Swiss soil.

Andreas Bucher, a spokesman for the laboratory, declined to comment on the expulsions, but added: "We have had indications that we have been in the crosshairs of hackers in the last few months." He said the lab had taken precautions, and no data was lost.

The Russian state news agency Tass quoted Stanislav Smirnov, a spokesman for the Russian embassy in Switzerland, as calling the Dutch news report "absurd."

"We believe that this is a new anti-Russian bogus story made up by the Western media," he was quoted as saying, alluding to the events that took place six months ago. "We have seen this article and it gives rise to a lot of questions ... It is absurd, just new groundless allegations." (VOA)

Junta Thailand Longgarkan Larangan Aktivitas Politik Menjelang Pemilu

Posted: 15 Sep 2018 02:01 PM PDT

Junta Thailand Longgarkan Larangan Aktivitas Politik Menjelang Pemilu
BANGKOK, LELEMUKU.COM - Thailand telah mengambil satu langkah lagi menuju penyelenggaraan pemilu tahun depan dengan melonggarkan sejumlah pembatasan terhadap aktivitas politik, agar partai-partai dapat melakukan kegiatan-kegiatan dasarnya, tetapi mereka masih dilarang berkampanye.

Suatu perintah khusus yang dikeluarkan perdana menteri, yang disahkan sebagai undang-undang, Jumat (14/9) menyusul penerbitannya di Lembaran Resmi Kerajaan, mengizinkan partai-partai politik menggalang dana untuk beroperasi dan, dengan izin junta yang berkuasa, merekrut anggota partai serta memilih pemimpin baru.

Perintah ini dikeluarkan dua hari setelah diberlakukannya undang-undang mengenai pemilihan anggota parlemen dan senator yang mengamanatkan bahwa pemilu akan diselenggarakan antara Februari dan Mei tahun depan.

Militer praktis melarang semua aktivitas resmi partai politik setelah mengambil alih kekuasaan dari pemerintah terpilih dalam suatu kudeta pada Mei 2014. (VOA)

Thailand's Junta Eases Politics Ban in Step Toward Polls

Posted: 15 Sep 2018 02:01 PM PDT

Thailand's Junta Eases Politics Ban in Step Toward Polls BANGKONG, LELEMUKU.COM - Thailand has taken another step toward holding elections next year by easing some restrictions on political activities to allow parties to conduct basic functions, but they are still barred from campaigning.

A special order issued by the prime minister, which became law Friday following its publication in the Royal Gazette, allows political parties to gather funds to operate and, with the ruling junta's permission, recruit party members and choose new leaders.

The order comes two days after enactment of laws covering the selection of members of Parliament and senators that mandate that a general election be held between February and May next year. The ruling junta has previously postponed several promised election deadlines.

Deputy Prime Minister Prawit Wongsuwan said Thursday that elections are tentatively scheduled for Feb. 24, repeating previous assertions by other senior officials.

The military banned virtually all formal political party activities after it took over from an elected government in a May 2014 coup.

Friday's order, issued under an emergency law the military enacted after seizing power, said restrictions are still necessary to make sure the country, which it says is now ``relatively stable,'' is on track to achieve the government's reform goals.

Critics have said that a new constitution and other laws enacted under military rule weaken democratic structures with the intention of limiting the power of elected politicians and keeping it in the hands of traditional Thai powerholders, including the judiciary and the military. For example, all senators in the next government will be appointed by the ruling junta, apart from six senatorial positions which automatically go to army and police chiefs.

Prime Minister Prayuth Chan-ocha is expected to run in the polls, or at least make himself available for the next parliament to reappoint him prime minister.

Friday's six-page order allows parties to establish budgets and gather funds from their members. It also allows parties to make rule changes, recruit new members, and choose leaders on the condition that the junta is informed at least five days in advance.

Thawatchai Terdpaothai, a member of the Election Commission, said Friday that it will hold a meeting with all political parties on Sept. 28 to explain the regulations and to hear any concerns the parties may have.

Abhisit Vejjajiva, the leader of the Democrat Party, the country's oldest, announced Friday on the online messaging platform LINE that his party will hold a meeting of senior members on Monday to plan for a broader Sept. 24 meeting at which it will adjust its rules to meet the new election regulations and organize the registration of new members. (VOA)

WFP Food Stocks Under Attack in Yemen's Port City of Hodeidah

Posted: 15 Sep 2018 02:00 PM PDT

WFP Food Stocks Under Attack in Yemen's Port City of HodeidahSANA'A, LELEMUKU.COM - The World Food Program (WFP) said humanitarian workers, warehouses and food stocks in Yemen's port city of Hodeidah have come under attack in recent days, jeopardizing vital assistance programs.

The WFP warns the rapidly deteriorating security situation in Hodeidah is threatening its life-saving operations for hundreds of thousands of people.

Last month, the WFP provided emergency food rations to around 700,000 out of 900,000 people at extreme risk.

The WFP reports several serious security incidents have occurred since Wednesday. It said the Red Sea Mill Silos, which mill a quarter of the WFP's monthly wheat requirements, came under attack.

A mortar shell launched by an unidentified armed group also hit a WFP warehouse holding enough food for 19,200 people. The agency said a guard was injured.

WFP spokesman Herve Verhoosel told VOA none of the food was stolen, but, for security reasons, he said WFP has not been able to use its trucks to transport and deliver the food to the hungry.

"It is very important that … every party respect the work of the humanitarian — that WFP or other agencies are not used politically or militarily for any reason," he said. "We are there as a neutral party to help the population in need in the country. And, hunger is, of course, one of the most important problems for the moment. We need to find a way to deliver the food to the people in need."

Verhoosel said 46,000 tons of wheat are expected to arrive in Hodeidah within the next week-and-a-half. But he fears ongoing clashes could jeopardize the shipment.

WFP reports more than 8 million people in Yemen are facing starvation and warns any disruption to the food supply could push many over the brink.

U.S.-backed Yemeni government forces have been fighting al-Qaida-linked militants in the country for years. The port of Hodeida is held by Houthi rebels. Crucial humanitarian aid goes through the port, although the Yemeni government accuses the Houthis of using the port to smuggle weapons. (VOA)

Community Resistance to Ebola Growing in DR Congo

Posted: 15 Sep 2018 02:00 PM PDT

Community Resistance to Ebola Growing in DR CongoKINSHASA, LELEMUKU.COM - The U.N. Children's Fund (UNICEF) says it is increasing Ebola prevention efforts in eastern Democratic Republic of Congo. The agency says community resistance to efforts to contain Ebola is growing and must be fought to stop the spread of the fatal disease.

Since the disease outbreak was declared on August 1 in Congo's North Kivu and Ituri provinces, UNICEF has been working with communities to inform them about how the virus spreads and what measures to take to protect themselves from being infected.

The U.N. agency is working with community and religious leaders in the city of Beni, where health workers are facing hostility and resistance. UNICEF spokesman Christophe Boulierac said the spread of false rumors and fear about Ebola are endangering efforts to contain the virus.

"We are working with anthropologists, particularly in this Beni neighborhood, who ensure that the response is sensitive to cultural beliefs and practices, particularly around caring for sick and diseased individuals, and addressing population concerns about secure and dignified burials," he said.

Boulierac said UNICEF is expanding its community outreach program to support thousands of people at risk in the city of Butembo. Two new Ebola cases recently were confirmed in this important commercial center with nearly one million inhabitants.

He said UNICEF is deploying a team of 11 specialists in community communication, education and psycho-social assistance. The agency also will provide water, sanitation and hygiene to help contain the disease and avoid further spread of the epidemic.

In its latest assessment, the World Health Organization counted 197 confirmed and probable cases, including 92 deaths.

The outbreak in the DRC is the 10th since Ebola was first identified in 1976. (VOA)

4 Juta Warga Filipina Terancam Topan Mangkhut

Posted: 15 Sep 2018 02:00 PM PDT

4 Juta Warga Filipina Terancam Topan Mangkhut MANILA, LELEMUKU.COM - Filipina bersiap menghadapi datangnya Topan Mangkhut, yang diperkirakan akan mencapai daratan utara negara itu pada Sabtu dini hari.

Pengusaha dan warga Pulau Luzon, pulau berpenduduk jutaan orang, melakukan persiapan terakhir sewaktu para pakar cuaca memperingatkan bahwa tiupan angin dapat mencapai kecepatan hingga 255 kilometer per jam.

Mangkhut diperkirakan akan menyebabkan kerusakan luas terhadap infrastruktur, pertanian dan mata pencaharian warga di wilayah dalam radius 900 kilometer, sebut Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) dalam pernyataan hari Jumat (14/9).

Petugas ahli Palang Merah Filipina telah dikirim ke daerah-daerah yang kemungkinan besar diterjang badai super yang dikenal juga dengan Ompong itu. Mereka siap untuk mengevaluasi kerusakan dan memberi bantuan segera begitu situasi aman, sebut pernyataan itu.

Filipina mulai mengevakuasi ribuan orang hari Kamis (13/9), sementara lebih dari 4 juta orang terancam badai itu.

Pusat Peringatan Topan Bersama yang berbasis di Hawaii mengategorikan Mangkhut sebagai topan super dengan angin dan hembusannya yang kuat, setara dengan badai Atlantik kategori 5.

Topan Mangkhut adalah badai ke-15 yang melanda Filipina tahun ini. Negara itu diterjang rata-rata 20 badai setiap tahun. (VOA)

Tentara Pemberontak Kolombia Bebaskan 6 Sandera dari Palang Merah

Posted: 15 Sep 2018 01:59 PM PDT

Tentara Pemberontak Kolombia Bebaskan 6 Sandera dari Palang MerahBOGOTA, LELEMUKU.COM - Satu-satunya kelompok pemberontak Kolombia yang masih eksis hingga saat ini, Tentara Nasional Pembebasan (ELN) telah membebaskan enam orang yang mereka culik bulan lalu.

Para sandera itu, yang terdiri dari tiga polisi, seorang tentara, dan dua pekerja sipil, diserahkan ke sebuah misi kemanusian, Kamis (13/9), di distrik Choco, Kolombia Barat. Misi kemanusian itu mencakup para anggota Komisi Internasional Palang Merah (ICRC).

Presiden Ivan Duque telah menunda pembicaraan perdamaian dengan ELN segera setelah memangku jabatan, dan menuntut agar kelompok itu menghentikan semua aktivitas kriminalnya, termasuk penculikan, dan membebaskan semua sanderanya.

Duque telah berjanji untuk merevisi perjanjian perdamaian yang dinegosiasikan pendahulunya, Juan Manuel Santos, yang mengakhiri 50 tahun perang saudara antara pemerintah dan kelompok pemberontak utama, Pasukan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC). ELN yang beranggotakan 1.500 orang menolak menandatangani kesepakatan itu.

Para pemberontak sayap kiri mulai melancarkan perang gerilya pada 1964 untuk menggulingkan pemerintah Kolombia. Lebih dari 220 ribu tewas dalam konflik itu, sementara jutaan lainnya terpaksa mengungsi. Para pemberontak memanfaatkan penyelundupan narkoba, dan penculikan untuk mendapat tebusan, untuk mendanai perjuangan mereka. (VOA)

Kandidat Presiden Partai Pekerja Brazil, Fernando Haddad Beri Pengarahan Terkait Pemilu

Posted: 15 Sep 2018 01:59 PM PDT

BRAZILIA, LELEMUKU.COM - Kandidat presiden Partai Pekerja Brazil yang baru ditunjuk, Kamis (13/9), mengatakan bahwa partainya bukan hanya sebuah proyek melainkan sebuah "ide".

Fernando Haddad berbicara pada konferensi pers pertamanya dengan wartawan asing. Ia menyebut situasi diseputar mantan pasangannya, mantan presiden Luis Inacio Lula da Silva sebagai "trauma". Haddad menyatakan pendukung mereka "akan bergabung dan bangkit" bersama melalui pemilu.

Da Silva memimpin jajak pendapat untuk kembali ke kursi kepresidenan, namun dua pekan lalu, pengadilan pemilu Brazil melarangnya mencalonkan diri.

Haddad diumumkan sebagai pengganti Da Silva pada Selasa (11/9).
Meskipun da Silva secara terbuka mendukung Haddad sebagai kandidat presiden Partai Pekerja, banyak yang bertanya-tanya apakah pendukung da Silva, yang jelas unggul di semua jajak pendapat akan benar-benar mendukung Haddad, yang hingga kini dianggap hampir tidak memiliki daya tarik.

Ditanya mengenai krisis di Venezuela, Haddad mengatakan konflik antara presiden Nicolas Maduro dan pihak oposisi perlu dimediasi oleh Blok Mercosur (blok perdagangan Amerika Selatan) tanpa campur tangan Amerika.

Haddad juga menuduh negara-negara besar dunia menciptakan hambatan-hambatan bagi negara-negara miskin dan ia berencana menggagalkan tindakan-tindakan tersebut melalui Organisasi Perdagangan Dunia. (VOA)

Gaston Salasiwa Keluar dari Almere City

Posted: 15 Sep 2018 01:57 PM PDT

Gaston Salasiwa Keluar dari Almere City
AMSTERDAM, LELEMUKU.COM - Pemain sepak bola asal Maluku, Gaston Salasiwa keluar dari Klub Eerste Divisie (Liga 2) Belanda, Almere City.

Pemain 29 tahun yang telah bergabung dengan Almere City sejak 2014 lalu ini telah melakoni 40 pertandingan dengan mencetak tujuh gol dan lima assists sejauh ini.

Gassao sapaan akrabnya, mengaku tak melanjutkan kariernya di Almere City karena tak bisa mencapai kesepakatan baru. Hal itu semakin kuat usai resmi diumumkan melalui akun Instagram pribadinya.

"Terima kasih untuk semuanya @almerecity. Sekarang waktunya mencari tatangan baru," tulis Gassao disertai emoticon hati dan bola. 

Pemuda yang lahir pada 17 Augustus 1988 ini memulai karier profesional kala menjalani debut untuk Telstar di pentas Jupiler League pada 16 Januari 2009. Ketika itu ia berstatus pemain pinjaman dari AZ Alkmaar. 

Gassao langsung menarik perhatian publik dengan menyumbangkan dua gol dan satu assist dalam kemenangan 4-1 atas FC Eindhoven. Setelah hari itu, Gaston hampir selalu menjadi pemain inti Telstar.

Karier Salasiwa mulai memelesat setelah bergabung dengan Almere City pada 2014. Sepanjang perjalanan hingga pertengahan musim 2017-18, gelandang serba bisa tersebut telah mengoleksi delapan gol dan 13 assist dalam 116 penampilan untuk Almere.

Meski memiliki karier gemilang di Belanda, Gassao tak lantas melupakan tanah leluhurnya, Indonesia. Pada faktanya, Gaston Salasiwa pernah berkarier di Indonesia. Tepatnya pada 2011 silam, Gassao mencoba peruntungan dengan menerima pinangan Bintang Medan untuk berkompetisi di Liga Primer Indonesia.

Sayangnya, carut marut yang terjadi di sepak bola Indonesia saat itu membuat kompetisi harus berhenti di tengah jalan. Sementara Gassao memutuskan untuk pulang ke negeri kincir angin. Kendati begitu, sahabat karib Irfan Bachdim ini masih membuka peluang untuk berkarier di Indonesia lagi.

Rencana Gassao untuk melanjutkan karier di Indonesia bisa saja memuluskan hasratnya untuk bisa dinaturalisasi dan segera memperkuat tim nasional. Tak dipungkiri, Gaston Salasiwa memang telah lama memendam keinginan untuk memakai jersey dengan lambang Garuda di dada. Gelandang 29 tahun itupun antusias dengan program naturalisasi yang belakangan kembali dilakukan oleh PSSI.

"Garis keturunan saya berasal dari sebuah desa kecil bernama Waeputih di pulau Buru, Maluku. Jika saya bisa tampil untuk Indonesia, saya akan membuat warga dan keluarga saya bangga."

Andai mendapat kesempatan dinaturalisasi, kehadiran Gaston Salasiwa tentu bisa menambah daya kreativitas lini sentral skuat Garuda. Gassao memiliki kecepatan, determinasi, olah bola mumpuni dan punya tendangan kaki kiri yang begitu keras. Dan perlu diketahui, Indonesia jarang sekali memiliki pemain yang sangat mengandalkan kaki kiri.

Namun begitu, jebolan akademi Ajax Amsterdam ini juga bisa ditempatkan di posisi mana saja. Berdasarkan data statistik Transfermarkt, Gassao telah memainkan 10 posisi berbeda di sepanjang kariernya, dengan posisi kiper dan penyerang tengah menjadi pos yang belum pernah ia jajal. Kendati begitu, Gassao ternyata lebih nyaman untuk bermain di area tengah. (Albert Batlayeri)

Ambon Manise Tingkatkan Kebersamaan Maluku dan Belanda

Posted: 15 Sep 2018 01:57 PM PDT

Ambon Manise Tingkatkan Kebersamaan Maluku dan Belanda
VLISSINGEN, LELEMUKU.COM - Delegasi Kesenian Kota Ambon ikut terlibat dalam pentas seni Musik dan Budaya 'Ambon Manise', bertempat di HZ University of Applied Sciences di Edisonweg, Kota Vlissingen, Provinsi Zeeland, Belanda pada Rabu (4/7).

Kegiatan yang diprakarsai oleh Stichting Samenwerking Vlissingen Ambon (SSVA) ini menghadirkan masyarakat Belanda maupun masyarakat Maluku di Belanda, untuk ikut terlibat dan peduli bagi peningkatan layanan kesehatan masyarakat kota ambon dan maluku umumnya.

Walikota Ambon Richard Louhenapessy dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kota Vlissingen dan SSVA lewat penyelenggaraan kegiatan dimaksud, dan berharap kerjasama ini tetap ditingkatkan dimasa mendatang.

"Event ini selain untuk mengingatkan kembali nilai-nilai seni dan budaya Maluku, tetapi juga sebagai penghargaan atas kepedulian saudara-saudara di Vlissingen dan Belanda pada umumnya, bagi masyarakat Kota Ambon," ungkap dia.

Ia juga mengucapkan terima kasih karena pengobatan gratis yang dilakukan SSVA selama ini di Ambon, sebab selain menguntungkan masyarakat dari sisi kesehatan maupun pembiayaan, tetapi juga menguntungkan petugas kesehatan lokal yang menerima transfer ilmu dan teknologi terbaru.

Walikota Vlissingen Bas van den Tilaar dalam sambutan pembukaannya juga menyampaikan bahwa Ia sangat bangga dengan kerjasama yang telah dibangun antara Kota Vlissingen dan Ambon yang difasilitas oleh SSVA. 

Dia berharap selama kepemimpinannya, kerjasama ini akan lebih ditingkatkan dibidang lainnya sesuai karakteristik dan kondisi masing-masing wilayah. Dia berjanji untuk hadir di Kota Ambon bersama Tim Dokter dan rombongan SSVA yang diketuai Bob Latuheru pada bulan Oktober 2018 mendatang, sekaligus membicarakan rencana peningkatan kerjasama dengan pemerintah Kota Ambon.

Untuk diketahui bahwa Klinik Mata Ambon Vlissingen yang diprakarsai SSVA telah dioperasionalkan sejak 7 November 2013. Sampai saat ini pada klinik dimaksud sudah dilakukan beberapa kali operasi gratis bagi ratusan pasien mata katarak, baik yang berasal dari kota ambon maupun kabupaten/kota se-maluku. Selain pengobatan mata gratis dilakukan juga Operasi Gratis Bibir Sumbing, Urologi dan Prostat.

Hadir pada pentas seni musik dan budaya dimaksud Walikota Vlissingen Bas van den Tillaar beserta Istri dan Para Pejabat Pemerintah Kota Vlissingen; Walikota Ambon Richard Louhenapessy beserta Ibu Debbie Louhenapessy dan beberapa pejabat pemerintah kota ambon, serta ratusan masyarakat belanda dan masyarakat maluku di belanda, yang memadati gedung pertunjukan. Acara ditutup dengan menyanyikan bersama Lagu Gandong (DiskominfoAmbon)

Pemkot Ambon Kontrak Kerjasama dan Kunjungi Perusahaan Ternama di Belanda

Posted: 15 Sep 2018 01:57 PM PDT

Pemkot Ambon Kontrak Kerjasama dan Kunjungi Perusahaan Ternama di Belanda
ZOETERMEER, LELEMUKU.COM - Delegasi Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, Provinsi Maluku melakukan kontrak kerjasama dan kunjungan pada beberapa perusahaan ternama di Belanda. 

Pada Selasa (3/7) rombongan Pemkot Ambon diundang secara resmi guna melihat secara langsung pengelolaan waste energy ATTGRO yang didukung oleh Siemens berlokasi di Kota Zoetermeer, Provinsi South Holland, Belanda.

Kunjungan ini sekaligus dilanjutkan ke Perusahaan Witteveen + Bos yakni salah satu perusahaan yang bergerak di bidang Transportasi yang juga memiliki kantor cabang di Jakarta. Delegasi diterima oleh CEO Witteveen + Bos, Victor Coenen. Ia berkeinginan untuk hadir di Kota Ambon dan melihat secara langsung potensi yang ada untuk selanjutnya berinvestasi.

Selanjutnya pada Rabu (4/7) delegasi Pemerintah Kota Ambon diundang untuk menyaksikan secara langsung pengelolaan air bersih oleh Perusahaan Engeldot di South Holland serta melakukan pertemuan dengan beberapa investor yang bergerak di bidang pendidikan dan pengembangan pariwisata. 

Deputi Direktur Indonesia Investment Promotion Centre (IIPC) London, Theopita Indica Tampubolon menyatakan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Pemkot Ambon dengan beberapa pihak di Belanda diharapkan dapat menimbulkan dampak besar bagi peningkatan investasi, lapangan pekerjaan dan GDP daerah. 

"Kerjasama ini menunjukan komitmen dari Pemerintah Daerah untuk memfasilitasi investor, dan itu pasti akan menimbulkan multiplayer effect dengan adanya investasi, pembukaan lapangan pekerjaan serta penambahan GDP untuk daerah," ujar Tampubolon pada Selasa (3/7)  di . 

Dikatakan Pemerintah Pusat sangat berharap MOU ini memberikan keuntungan besar kepada pemerintah Provinsi dan tiap-tiap kabupaten kota yang menjadi sasaran investasi tersebut.

"BKPM RI berharap lewat penandatanganan MoU ini maka semakin banyak investor yang tertarik dan datang ke ambon dan maluku pada umumnya. BKPM RI siap memfasilitasi Pemerintah Kota Ambon jika ada hal-hal yang perlu dibantu," harap dia. (Albert Batlayeri)

Richard Louhenapessy Buka Kwaku Summer Festival International 2018 di Amsterdam

Posted: 15 Sep 2018 01:57 PM PDT

Richard Louhenapessy Buka Kwaku Summer Festival International 2018 di AmsterdamAMSTERDAM, LELEMUKU.COM - Walikota Ambon, Provinsi Maluku Richard Louhenapessy membuka Kwaku Summer Festival International 2018 di Taman Nelson Mandela Amsterdam, Belanda pada pada Sabtu (28/7) pukul 15.15 waktu setempat.

Kwaku Summer Festival Internasional merupakan Festival Budaya terbesar di Belanda yang dikhususkan bagi masyarakat Belanda pendatang, guna mempromosikan seni budayanya bagi masyarakat belanda khususnya dan masyarakat eropa pada umumnya, guna mempererat tali persaudaraan dan komunikasi sosial antar masyarakat.

Event ini dilaksanakan disetiap musim panas dan sudah berlangsung selama 70 Tahun di Kota Amsterdam. Ketua Panitia Penyelenggara Kwaku Summer Festival Internasional, Ambonwhena Aratuaman mengatakan tahun ini adalah tahun Ke-3 Masyarakat Maluku di Belanda dipercayakan sebagai Penyelenggara event bergengsi dimaksud.

"Lewat Event ini diharapkan masyarakat Maluku dan Eropa semakin mengenal budaya maluku dan tertarik untuk mengunjungi tanah maluku khususnya Kota Ambon, untuk menyaksikan sendiri seni, budaya dan keindahan alam Maluku," ungkap dia.

Menurutnya, Festival ini dihadiri bukan saja oleh masyarakat maluku di Belanda tetapi masyarakat Suriname, Afrika Selatan, Caribbean, China, India, namun tetap didominasi oleh masyarakat asli Belanda dan Eropa. 

"Dengan latar belakang berbeda-beda seperti pejabat pemerintah, pengusaha, traveler, pecinta seni, politisi maupun masyarakat biasa, yang semuanya berbaur tanpa memandang perbedaan status sosial guna menikmati lantunan musik, seni dan budaya yang ditampilkan," ujar dia.

Dijelaskannya, kesuksesan tahun ini tentunya tidak terlepas dari kesuksesan penyelenggaraan di Tahun 2016 dan 2017.

Sementara itu Ketua Koordinator Masyarakat Maluku di Amsterdam Agoes Peilouw mengatakan, di tahun 2016 peserta yang hadir kurang lebih 15.000 orang, sedangkan di tahun 2017 sebanyak 21.000 orang.

Diperkirakan di tahun 2018 ini jumlah peserta yang hadir akan semakin meningkat antara 25.000 sampai dengan 30.000 orang. Hal ini tidak terlepas dari kesediaan Walikota Ambon untuk hadir secara langsung dan membuka Festival dimaksud.

"Karena itu masyarakat Maluku di Belanda mengucapkan terima kasih dan merasa bangga atas kehadiran Walikota Ambon dan Tim Kesenian di Amsterdam guna mensukseskan acara ini," ujar Peilouw.

Untuk diketahui Walikota Ambon didampingi Plt.Kadis Kominfo dan Persandian Drs.Joy Adriaansz, M.Si, Kabag Investasi Biro Ekonomi dan Investasi Provinsi Maluku R. Hayat, SE, M.Si, Kabid Ekraf Disparbud Dra.Selly Kalahatu dan Perwakilan Tim Kesenian Kota Ambon. Sedangkan beberapa Artis Internasional yang dipastikan hadir pada festival dimaksud diantaranya Chelina Manuhuttu, Polawano, Vinchenzo, The Brothers Timisela, Oceanikz, Jaira Luhulima, DJ Jean dan Jaydee dan beberapa artis terkenal asal belanda maupun yang berdarah maluku. (DiskominfoAmbon)
Bagi ke WA Bagi ke G+