Updated News

Antonius Latuheru Serahkan Hadiah ke Siswa-Siswi Pemenang Lomba Bertutur

Antonius Latuheru Serahkan Hadiah ke Siswa-Siswi Pemenang Lomba Bertutur


Antonius Latuheru Serahkan Hadiah ke Siswa-Siswi Pemenang Lomba Bertutur

Posted: 15 Oct 2018 07:08 AM PDT

Antonius Latuheru Serahkan Hadiah ke Siswa-Siswi Pemenang Lomba Bertutur
AMBON, LELEMUKU.COM - Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon, Provinsi Maluku, A.G. Latuheru saat apel pagi di lapangan parkir Balaikota Ambon, Kamis (11/10), menyerahkan hadiah kepada siswa-siswi pemenang lomba bertutur tingkat SD dan SMP.

Atas nama Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, Sekkot memberikan Apresiasi kepada pada siswa-siswi pemenang lomba bertutur yang diselenggarakan Pemkot Ambon melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan beberapa waktu lalu.

Sekkot mengingatkan kepada para pemenang, prestasi yang diraih dari perlombaan ini, baiknya diikuti dengan prestasi dalam bidang-bidang lain termasuk proses pembelajaran disekolah.

Sekkot berharap, para siswa dapat mengembangkan talenta-talenta yang dimiliki dan jangan berhenti berprestasi.

Adapun Siswa/i penerima penghargaan tersebut diantaranya Lomba Pidato Tingkat SMP/MTs; Juara I : Jevon Nanlohy dari SMPN 6 Ambon; Juara II : Kezia Wenno dari SMP Kristen Kalam Kudus; Juara III : Daniela Solaiman dari SMPN 9 Ambon; Harapan I : Stela Gaspersz dari SMPN 19 Ambon; Harapan II : Stefany Laisina dari SMP Lentera Ambon dan Harapan III : Gilbert Marlissa dari SMPN 22 Ambon.

Lomba Resensi Tingkat SMP/MTs; Juara I : Fiola Salamena dari SMPN 19 Ambon; Juara II : Widya Kartuti dari SMP Santo Andreas; Juara III : Vascha Tamaela dari SMPN 13 Ambon; Harapan I : Fresly Latupeirissa dari SMPN 19 Ambon; Harapan II : Michelle Kaihattu dari SMP Kristen Kalam Kudus dan Harapan III : Mastiara Soselissa dari SMPN 1 Ambon.

Lomba Bertutur Tingkat SD/MI; Juara I : Yasya Ichsani dari SD Latihan 1 SPG; Juara II : Bunga Tabalessy dari SD Lentera Ambon; Juara III : Lorensia Telussa dari SDN 1 Ambon; Harapan I : Zahra Marsya dari SDN Latihan 1 SPG; Harapan II : Nurlia Maudy dari SD Angkasa Laha Ambon dan Harapan III : Andriele Pandjaitan dari SDN 84 Ambon.

Duta Baca Tingkat Kota Ambon; Juara I Putra : Feardy Sipahelut dari SMPN 10 Ambon dan Juara I Putri : Clara Marlissa dari SMPN 9 Ambon. (DiskominfoAmbon)

Diskes Papua Bangun Balai Labkesda Guna Tunjang PON XX 2020

Posted: 15 Oct 2018 06:57 AM PDT

Diskes Papua Bangun Balai Labkesda Guna Tunjang PON XX 2020
JAYAPURA, LELEMUKU.COM - Gedung Balai Labkesda Papua dipastikan untuk menopang pelayanan rumah sakit di seluruh Provinsi Papua, tetapi juga pelaksanaan PON XX Tahun 2020 di bumi cenderawasih.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Aloysius Giyai, pihaknya sedang merancang agar gedung tersebut, dapat menjadi balai besar laboratorium guna mengkoordinir Labkesda di empat wilayah adat.

"Sehingga diharapkan kedepan, penyelesaian pekerjaanya juga dapat rampung tepat waktu dan secepatnya bisa digunakan oleh masyarakat Papua," tambah terang dia di Jayapura, kemarin.

Ia katakan, pembangunan gedung Labkesda yang representative dipastikan perlu untuk dilakukan untuk menunjang pelayanan kesehatan Papua ke depan.

Sebelumnya, Aloysius menyoroti sembilan kabupaten yang mendapat rapor merah dalam pelayanan kesehatan. Kesembilan kabupaten itu, yakni Kabupaten Waropen, Mamberamo Raya, Deyai, Dogiyai, Intan Jaya, Puncak, Puncak Jaya, Nduga, dan Yahukimo.

Aloysius sampaikan dari sembilan kabupaten  tersebut, ada sejumlah kabupaten yang mendapat rapor merah tiga tahun berturut-turut.

"Sehingga saya katakan sebagai manusia seharusnya (pejabat terkait) memiliki rasa malu terhadap nilai rapor yang seperti itu. Karena semestinya tahun lalu melakukan evaluasi diri supaya bisa melakukan perbaikian, membuat invovasi maupun kreasi sehingga bisa keluar dari rapor merah," ucap dia.

Masih dikatakan dia, kurang maksimalnya pelayan di kabupaten diduga karena aspek sistem manajemen yang tidak dilaksanakan sebagaimana mestinya. Dilain pihak, para bupati juga terkesan kurang peduli terhadap penanganan masalah kesehatan di wilayahnya.

"Sehingga sistem pelayanan kesehatan di sembilan kabupaten ini kurang berjalan baik. Mestinya kalau kepala dinas kesehatannya seperti itu (tidak bisa meningkatkan pelayanan kesehatan), mestinya dievaluasi (dimutasi) cepat oleh pimpinan daerah. Karena rapor ini fakta dan sebagai laporan ke para bupati," tuturnya. (DiskominfoPapua)

Meski Dibatalkan PTUN,Perdasus Pelarangan Miras Tetap Jalan

Posted: 15 Oct 2018 06:52 AM PDT

Meski Dibatalkan PTUN,Perdasus Pelarangan Miras Tetap Jalan
JAYAPURA, LELEMUKU.COM - Asisten Bidang Pemerintahan Sekda Papua Doren Wakerkwa memastikan akan tetap melaksanakan kebijakan pemberantasan miras, kendati Perdasus pelarangan dan peredaran minuman beralkohol yang diterbitkan pemerintah provinsi, digugurkan Pengadilan Negeri Jayapura.

"Walaupun putusan PTUN menggugurkan perdasus pelarangan miras, namun pihaknya tetap akan melakukan penertiban terhadap toko toko penjualan miras."

"Yang pasti, kami pemerintah provinsi tidak ada kompromi sedikit pun dengan putusan pengadilan. Sebab mana bisa pengadilan negeri membatalkan Perdasus yang sudah secara jelas legitimasi hukumnya. Sebab yang bisa batalkan hanya Mahkamah Agung," tegasnya Doren usai rapat bersama Komisi Yudisial menyikapi putusan Pengadilan Negeri Jayapura yang menggugurkan Peraturan Daerah Khusus (Perdasus) nomor 15 tahun 2013 tentang pelarangan miras, Oktober 2017 lalu.

Alasan bagi Doren untuk tetap melakukan penertiban, didasari oleh angka kriminalitas di bumi cenderawasih yang terus meningkat. Hal demikian, antara lain disebabkan pengaruh minuman keras. Tak sampai disitu, akibat pengkonsumsian miras pula banyak menyebabkan orang Papua meninggal sia-sia karena kecelakaan.

"Makanya kami tegas siap meneruskan kebijakan pemberantasan miras ini di Papua. Sebab karena pengkonsumsian miras juga ada terjadi KDRT, pemerkosaan, pengancaman. Ini kenyataan yang terjadi di masyarakat."

"Makanya sekarang ini sudah ada 25 ribu botol kita sita dan dalam waktu dekat akan kita mintakan pimpinan untuk lakukan pemusnahan," terang dia.

Sementara menyinggung mengenai pertemuan dengan Komisi Yudisial, ia tambahkan, lembaga itu meminta penjelasan terkait dengan regulasi tentang Perdasus nomor 15 tahun 2013 tentang pelarangan minuman keras yang digugurkan pengadilan negeri.

"Komisi Yudisial juga datang ke Pemprov untuk memberikan penjelasan dan kami berikan data. Disini  ada instansi terkait membantu menyampaikan data. Sehingga tindak lanjutnya seperti apa, kita tunggu saja sebab kemungkinan perlu ada upaya hukum lanjutan (kasasi) terkait perkara perdasus miras ini," pungkasnya. (DiskominfoPapua)
Bagi ke WA Bagi ke G+