Updated News

Pantau Program CCDP IFAD di NTT, Gilbert Houngbo Kunjungi Kupang

Pantau Program CCDP IFAD di NTT, Gilbert Houngbo Kunjungi Kupang


Pantau Program CCDP IFAD di NTT, Gilbert Houngbo Kunjungi Kupang

Posted: 24 Oct 2018 01:28 PM PDT

Pantau Program CCDP IFAD di NTT, Gilbert Houngbo Kunjungi Kupang
KUPANG, LELEMUKU.COM - Presiden The International Fund For Agricultural Development (IFAD) Gilbert Houngbo tiba di Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu (10/10) setelah menempuh perjalanan dari Roma, Italia.

Ia berserta delegasi Stefania Lenocci sebagai President' Senior Adviser, Katie Taft sebagai Communication Office to Senior Management, Ron Hartman sebagai Country Director for South East Asia and Pacific Region, Anissa Pratiwi sebagai Country Programme Officer dan Gustaf Daud Sirait sebagai Representatif Indonesia-Roma.

Datang juga tim dari Kementrian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Jakarta. Mereka dijemput oleh Walikota Kupang DR. Jefirstson R. Riwu Kore. MM, MH, Wakil Walikota Kupang dr. Hermanus Man, didampingi Pj Sekda Kota Kupang, Asisten Sekda Kota Kupang serta beberapa Kepala Dinas di Wilayah Kota Kupang.

Setelah meninggalkan Bandara Eltari, Kupang, rombongan menuju ke Taman Wisata Hutan Mangrove, Kel. Oesapa Barat. Taman wisata Mangrove adalah lokasi Proyek Coastal Community Development Project (CCDP) IFAD, disambut oleh ratusan masyarakat.

Dalam sambutannya, Walikota Kupang DR. Jefirstson R. Riwu Kore. MM, MH menyambut rombongan dengan memberikan apresiasi kedatangan mereka.

"Welcome to Kupang. Kota Kecil di timur dari Indonesia, berbatasan dengan Timor Leste dan Australia. Kota Kupang berpenduduk sekitar 500.000 dengan sekitar 25% dari peduduk bekerja sebagai nelayan. Saya sangat berterima kasih untuk program dari IFAD yang telah menolong masyarakat di Kota Kupang. Seperti yang kita ketahui pendapatan penduduk ikut naik oleh karena bantuan dari IFAD. Karena itu saya berterima kasih dan berharap agar ke depan bantuan dari IFAD terus berlanjut," ujar dia.

Presiden IFAD Houngbo memberikan ekspresi atas penyambutan yang hangat. Ia menyatakan ingin belajar terkait kesuksesan masyarakat selama program CCDP berjalan.

"Saua mendengar CCDP setelah mengikuti pertemuan di Stockholm, Swedia membahas bagaimana menaikkan produksi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan CCDP adalah salah satu yang dipresentasikan. Banyak sekali ilmu positif yang beliau dengar dalam acara internasional. Karena itu sangat penting kedatangan kami untuk mengetahui bagaimana progres ataupun masalah yang ada di masyarakat. Ini bukan cerita sukses dari IFAD, melainkan cerita sukses dari masyarakat. Sekalian menekankan dukungan Pemerintah Republik Indoneia agar cerita sukses tidak berhenti disini tapi akan meningkat di masa depan," ujar dia.

Kamis (11/10) rombongan berkunjung di kantong nelayan di Kelurahan Nun Baun Delha (NBD) Kecamatan Alak Kota Kupang guna melihat langsung beberapa produksi yang sudah dikerjakan oleh kelompok kerja CCDP.

Presiden IFAD sangat senang berada di NBD dan berinteraksi langsung dengan bapak ibu tentang pengalaman di masyarakat.

Ia juga berterima kasih kepada Walikota Kupang yang mendukung sejak kedatangan kemarin, juga kepada Bapak Gubernur NTT yang telah mendukung kegiatan kami di Kota Kupang.

Setelah itu rombongan melihat pabrik es yang ada di Kelurahan Kelapa Lima , Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang. Pabrik es ini mendukung nelayan dalam menjajakan ikan hasil tangkapan. Selanjutnya Tim IFAD dan Kemen Kelautan dan Perikanan meninggalkan Kota Kupang melalui Bandara Eltari Kota Kupang. (HumasKotaKupang)

Inpex Masela Siap Bersinergi Dukung Pembangunan di Kepulauan Tanimbar

Posted: 24 Oct 2018 12:53 PM PDT

Inpex Masela Siap Bersinergi Dukung Pembangunan di Kepulauan Tanimbar
SAUMLAKI, LELEMUKU.COM - Mendukung pemerintahan di Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB), Provinsi Maluku, perusahaan minyak dan gas, Inpex Masela Ltd menyatakan siap bersinergi guna membangun Kepulauan Tanimbar.

Hal ini diungkapkan Acting Senior Manager Communication and Relation Department Inpex Masela Ltd, Muhamad Berli dengan menyatakan dukungan pembangunan tersebut dilakukan dengan berbagai cara positif guna menunjang tiap layanan sosial kepada masyarakat adat yang terkena dampak langsung dari operasional perusahaan migas asal Jepang tersebut.

"Kita dukung melalui dukungan sosial dan pemberdayaan masyarakat. Pada dasarnya perusahaan siap bersinergi dengan pemerintah sehingga kedepannya, Kabupaten MTB dapat maju dan jaya dalam berbagai hal," ujar dia kepada Lelemuku.com di Saumlaki pada Kamis (4/10) lalu.

Selanjutnya mewakili Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Amien Sunaryadi, ia juga mengucapkan selamat hari ulang tahun (HUT) ke 19 Kabupaten MTB yang sekaligus akan berganti nama menjadi Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

"Mewakili pimpinan, kami mengucapkan selamat ulang tahun untuk Kabupaten Maluku Tenggara Barat yg ke 19. Semoga sukses menuju masa depan yang lebih baik dan menjadi tuan rumah, sahabat dan keluarga bagi proyek LNG Abadi dan SKK Migas serta Inpex Masela dan mitranya Shell," ungka Berli.

Saat ini Inpex Masela telah menyelesaikan Kajian desain awal atau Pre Front End Engineering Design (pre-FEED) untuk Blok Masela. Sehingga pembahasan kajian pre-FEED yang telah rampung itu dapat dilanjutkan ke tahapan berikutnya yakni pengajuan revisi rencana pembangunan atau Plan of Development (PoD).

Pre-FEED sebelumnya mulai dikerjakan April 2018 lalu dengan beberapa target diantaranya desain awal fasilitas LNG Darat Abadi Masela yakni desain kilang LNG, pipa, fasilitas terapung produksi, penyimpanan, offloading, sumur bawah laut, estimasi biaya proyek, estimasi jadwal proyek yang lebih detil dan lokasi kilang LNG.

Adapun dari Lapangan Abadi, tercatat potensi cadangan gas hingga 6,97 triliun kaki kubik (TCF) dan kapasitas kilang hingga 9,5 juta ton per tahun (MTPA), sementara puncak lifting pada Blok Masela pada tahun 2027 mencapai 1.200 MMSCFD.

Inpex merupakan perusahaan minyak dan gas terbesar dari Jepang yang saat ini mempunyai lebih dari 70 proyek minyak dan gas di lebih dari 20 negara termasuk di Indonesia, Australia, Brazil, Kazakhstan dan Uni Emirat Arab.

Di Indonesia, Inpex telah beroperasi sejak tahun 1966, dan saat ini berpartisipasi dalam tujuh blok migas yang mencakup kegiatan eksplorasi, pengembangan dan produksi termasuk di Blok Masela, dimana Inpex Masela menjadi operator. (Albert Batlayeri)

Hermanus Man Buka Seleksi Kompetensi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Kota Kupang

Posted: 24 Oct 2018 12:22 PM PDT

Hermanus Man Buka Seleksi Kompetensi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Kota Kupang
KUPANG, LELEMUKU.COM - Merespon tuntutan Pegawai Negeri Sipil sebagai abdi negara dan abdi masyarakat dari waktu ke waktu dituntut untuk menunjukan kinerja dan profesionalisme dalam melaksanakan tugas agar mampu mencapai tujuan organisasi.

Dalam rangka mendukung kinerja organisasi pemerintah, maka Pegawai Negeri Sipil dan pengambil keputusan harus mengetahui kompetensi yang dimiliki oleh masing - masing orang yang di tugaskan dalam jabatan tertentu.

Pemerintah Kota Kupang melalui BKPPD Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur menggelar kegiatan Seleksi Kompetensi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintah Kota Kupang Tahun 2018 yang secara resmi di buka oleh Wakil Wali Kota Kupang dr. Hermanus Man di Hotel Naka, Senin (15/10).

Wakil Wali Kota Kupang mengatakan seleksi jabatan ini dapat menghasil birokrat yang memiliki kapasitas/kompetensi di bidang tugas, berintegritas, bersih dan bebas KKN sesuai dengan perundang - undangan yang berlaku sehingga dapat menempatkan personil sesuai keahlian pada bidangnya agar pelaksanaan tugas pokok dan fungsi oraganisasi dapat berjalan dengan baik yang memberi dampak positif bagi pembangunan Kota Kupang ini.

Ketua Tim Sekretariat Abraham David Evil Manafe, S.IP. M.Si mengatakan seleksi ini untuk memetakan profil kompetensi jabatan pimpinan tinggi pratama lingkup Pemerintah Kota Kupang serta untuk kepentingan mutasi sesuai standar kompetensi jabatan.

Sebanyak 28 orang peserta ikut serta dalam seleksi ini yang adalah Para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama atau Eselon II di Lingkungan Pemerintah Kota Kupang.

Dengan panitia seleksi sebanyak 5 orang yaitu 2 dari kalangan internal pemerintah dan 3 orang dari eksternal pemerintah. Panitia seleksi ini dibantu oleh tim Penilai Kompetensi (Assesor) yang berkompeten sebanyak 6 orang dari Propinsi Nusa Tenggara Timur. Secara administrasi Panitia Seleksi dibantu olwh Tim Sekretariat sebantak 20 orang.

Kegiatan ini dilaksanakan selama 6 (enam) hari dari tanggal 15 - 20 Oktober 2018. (HumasKotaKupang)

Abdul Faris Umlati Lepas Puluhan Ekor Tukik ke Laut Raja Ampat

Posted: 24 Oct 2018 12:19 PM PDT

 Abdul Faris Umlati Lepas Puluhan Ekor Tukik ke Laut Raja Ampat
YAMBEKAKI, LELEMUKU.COM - Bupati Raja Ampat, Provinsi Papua Barat, Abdul Faris Umlati, SE didampingi unsur Muspida dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemda Raja Ampat melepas puluhan ekor tukik (anak penyu) ke laut di Kampung Yembekaki, Distrik Waigeo Timur, Raja Ampat, Jumat (28/9) lalu.

Melalui kesempatan itu, Abdul Faris Umlati, SE mengajak seluruh masyarakat Raja Ampat untuk menjaga dan melindungi penyu sebagai satwa yang langka dan dilindungi di Raja Ampat.

Dijelaskannya Raja Ampat merupakan daerah tujuan wisata dunia, karena itu penyu dan satwa lainnya di Raja Ampat baik di darat maupun di perairan perlu dijaga dan dilestarikan.

"Raja Ampat ini daerah tujuan wisata dunia, karena itu dengan melepas tukik ini atau anak penyu ini saya mengajak seluruh masyarakat Raja Ampat untuk kita hentikan penangkapan dan pembunuhan penyu, karena satwa ini tidak saja langkah tapi juga menjadi daya tarik kegiatan wisata di Raja Ampat," ujar Abdul Faris Umlati, SE.

Pelepasan tukik di sela-sela kunjungan kerjanya ke distrik dan kampung ini diikuti seluruh pejabat yang menyertai kunjungan kerja tersebut seperti pewakilan Polres Raja Ampat, pimpinan dan anggota DPRD Raja Ampat, Sekda Raja Ampat dan para pejabat lainnya di Raja Ampat.

Aksi pelepasan penyu ini untuk mengingatkan masyarakat Raja Ampat untuk tidak lagi berburu penyu dan zatwa dilindungi di Raja Amat.

Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah/DPRD sendiri telah menetapkan Peraturan Daerah Nomor 09 tahun 2012 tentang larangan penangkapan hiu, pari manta dan jenis-jenis ikan tertentu (duyung dan penyu) di perairan laut Raja Ampat.

Sebenarnya Raja Ampat telah memiliki Perda Pelindungan Penyu dan memang penyu ini adalah satwa yang dilindungi Undang-Undang.

"Jadi apa yang dilakukan bupati ini  untuk kembali mengingatkan masyarakat agar penyu ini tidak boleh diburu," ujar Kepala Dinas Perikanan Raja Ampat, Rio Bartholomeus Imbir, S.Pi, M.Si yang juga ikut dalam aksi pelepasan tukik tersebut.

Sebagaimana diketahui perairan laut Raja Ampat memiliki tingkat konsentrasi keanekaragaman biota laut tertinggi di perairan dunia, dengan 75 % dari seluruh jenis terumbu karang di dunia dan sedikitnya 1.320 spesies ikan.

Menurut Bupati Raja Ampat, potensi ini menjadi kekuatan utama dalam pengembangan pariwisata di Raja Ampat. Oleh karena itu ia berharap agar masyarakat Raja Ampat tidak lagi menangkap zatwa-zatwa perairan yang dilindungi di Raja Ampat. (DiskominfoRajaAmpa)

Jefirstson Riwu Kore Lantik Pengurus Pedagang Kuliner Pasar Warna Oesapa

Posted: 24 Oct 2018 12:15 PM PDT

Jefirstson Riwu Kore Lantik Pengurus Pedagang Kuliner Pasar Warna Oesapa
KUPANG, LELEMUKU.COM - Walikota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH melantik Badan Pengurus Paguyuban Pedagang Kuliner Pasar Warna Oesapa Periode 2018 - 2021, bertempat di Pantai Warna Oesapa, Kelurahan Oesapa Kota Kupang, Jumat (12/10).

Hadir mendampingi Wali Kota Kupang yaitu Asisten Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Kupang, Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Kupang serta Lurah Oesapa Kota Kupang.

Wali Kota Kupang menyampaikan bahwa menjadi seorang pimpinan memiliki tanggung jawab yang sangat besar

"Pengurusan ini diberikan tanggung jawab yang sangat besar untuk menjaga kekompakan di pantai ini. Sebab kalau kita tidak kompak, percuma saja dengan semua ini. Pantai yang harusnya sudah bagus ini, akan menjadi sia-sia. Oleh Karena itu perlu kerendahan hati, saling menghargai, saling menolong dan yang paling penting adalah keterbukaan" kata dia.

Selanjutnya, Walikota berpesan bahwa sesuai dengan arahan Gubernur, warga harus menata kota Kupang menjadi lebih bersih.

"Jangan membuang sampah sembarangan, karena jika hal itu terjadi pantai ini menjadi kotor dan tidak akan ada pengunjung yang datang. Bagaimana kita menata lokasi ini supaya orang akan datang setiap hari. Pimpinan baru, pengurus baru, harus punya kreativitas, harus punya pemikiran bagaimana dia berjuang untuk menata pantai ini supaya lebih bersih dan bagus mulai dari taman hingga lampu hias agar jalan menjadi lebih terang," ungkap dia.

Ia juga menghimbau agar masyarakat tetap menjaga kebersihan pantai warna ini.

"Kita diberikan tanggung jawab untuk memajukan Pantai Warna ini dan saya berharap akan menjadi ikon wisata terbaik yang ada di Kota Kupang," harap dia.

Ia tetap memberikan harapan pada pengurus pantai ini agar tetap membuat suasana di Pantai Warna Oesapa ini menjadi lebih indah dan menjadikan ekonomi di Oesapa lebih maju bagi para pedagang kuliner.

Ketua Panitia Pemilihan mengatakan bahwa dalam rangka pengembangan ikon Pantai Warna Oesapa, maka dilaksanakan Pemilihan Badan Pengurus Peguyuban Pedagang Kuliner Pantai Warna Oesapa periode 2018 - 2021 berjumlah 22 orang pengurus. (HumasKotaKupang)

Pemprov Maluku Raih Penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri

Posted: 24 Oct 2018 11:57 AM PDT

Pemprov Maluku Raih Penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri
AMBON, LELEMUKU.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku kembali meraih prestasi di tingkat nasional. Kali ini, Pemprov Maluku meraih penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia sebagai salah satu dari 18 Provinsi yang telah menyelesaikan seluruh Tindak Lanjut Hasil Pengawasan (TLHP) Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah oleh Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tepat waktu. 

Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Mendagri, Tjahyo Kumolo kepada  Wakil Gubernur Maluku, Zeth Sahuburua dalam Rapat Pemutakhiran Data TLHP Nasional Tahun 2018 di Bengkulu.

Selain Pemprov Maluku, Pemprov lain yang mendapatkan penghargaan serupa yakni, Jawa Tengah, Kalimantan Utara, Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sumatera Barat, Lampung, Bali, Jawa Timur,  Sumatera Selatan,  Riau, Kepulauan Riau, Gorontalo, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat,Bengkulu, Sumatera Utara dan Banten.

Menurut Inspektur Provinsi Maluku, Semmy Risambessy kepada pers di Kantor Gubernur Maluku, Selasa (23/10), setiap tahun Itjen Kemendagri melakukan pemeriksaan di Pemerintah Provinsi. Dari hasil pemeriksaan tersebut ada rekomendasi berupa Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) yang harus ditindaklanjuti.

"Kita tahu bahwa Itjen Kemendagri setiap tahun melakukan pemeriksaan di Pemerintah Provinsi. Terkait dengan itu, maka Inspektorat Daerah berkewajiban untuk menyelesaikan tindaklanjut hasil temuan," ungkap Risambessy.

Terkait TLHP, sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2017 tentang Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah, Pasal 27 Ayat(5) telah mengatur bahwa tindak lanjut hasil pembinaan dan pengawasan yang tidak terkait dengan Tuntutan Perbendaharaan dan/atau Tuntutan Ganti Rugi dilaksanakan paling lama 60 hari kerja, setelah hasil pengawasan diterima.

"Jadi, setelah hasil pengawasan Itjen diterima oleh Inspektorat Provinsi, paling lambat 60 hari kerja sudah ditindaklanjuti," kata Risambessy menjelaskan.

Risambessy juga mengatakan, Inspektorat bekerja sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.

"Ketika Hasil pemeriksaan berupa temuan Itjen itu diserahkan ke kita, maka kita langsung tindaklanjuti dengan turun ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kita melakukan pendampingan dengan memberikan arahan supaya setiap SKPD bekerja sesuai dengan aturan yang berlaku. Kita berusaha untuk mencegah, meminimalisir temuan, sehingga ketika Itjen melakukan pemeriksaan, temuan semakin hari semakin kecil," harapnya.

Inspektorat Maluku, sebut Risambessy, selama ini telah bekerja maksimal. Pasalnya, selama 3 (tiga) tahun berturut-turut telah menerima penghargaan dari Mendagri.

"Jadi, kami juga telah bekerja maksimal terkait dengan penyelesaian tindaklanjut temuan Itjen. Nah, disitulah yang menjadi salah satu kriteria penilaian, provinsi mana yang cepat melakukan tindak lanjut. Dan saat ini sudah tahun ke-4, Pemerintah Provinsi Maluku mendapat penghargaan dari Mendagri," tandas Risambessy (HumasMaluku)

DPRD Maluku Tenggara Gelar HUT ke 7 Kota Langgur

Posted: 24 Oct 2018 11:50 AM PDT

DPRD Maluku Tenggara Gelar HUT ke 7 Kota Langgur
LANGGUR, LELEMUKU.COM - Rapat paripurna istimewa DPRD Kabupaten Maluku Tenggara dalam rangka peringatan hari ulang tahun langgur sebagai Ibu Kota Kabupaten Maluku Tenggara yang Ke-7 Tahun 2018 di pimpin oleh ketua DPRD Kab. Maluku Tenggara TH Welerubun bertempat di ruang sidang DPRD Maluku Tenggara Seni (8/9).

Bupati Maluku Tenggara Ir. Anderias Rentanubun pada kesempatan tersebut dalam sambutanya mengatakan , Peringatan hari ulang tahun langgur sebagai Ibu Kota Kabupaten Maluku Tenggara yang Ke-7 Tahun 2018, Pemerintah Daerah terus berupaya menata dan mengarahkan pembangunan Kota Langgur pada pencapaian tujuan tersebut, Saat ini terus dibangun sarana dan prasarana, fasilitas dan fasilitas penunjang fungsi dan layanan perkotaan.

Jalan-jalan penghubung dab jalan lingkungan terus dibenahi,gedung dan kawasan pemerintahan juga terus dikembangkan. Gedung pasar,trotoar,pelabuhan, terminal,sarana penerangan jalan dan lingkungan, ruang terbuka hijau,serta penataan kawasan kumuh dan rehabilitasi rumah tidak layak huni, terus dilakukan dengan tujuan menjadikan Langgur sebagai kota yang representative dan sekaligus menjadi citra Kabupaten Maluku Tenggara.

Ir. Anderias Rentanubun menambahkan, eksistensi Langgur sebagai ibu Kota Kabupaten Maluku Tenggara sejak ditetapkannya Peraturan Pemerintah Nomor 35b Tahun 2011 sampai dengan hari ini, pada usia yang genap tujuh tahun ,telah menjadikan Langgur tumbuh dan berkembang dalam berbagai aspek baik aspek fisik maupun aspek lainnya.

"Pembangunan Kota Langgur, sebagaimana yang kita harapkan bersama tentu tidak akan berhasil jika dilakukan oleh Pemerintah Daerah semata. Dukungan dan partisipasi masyarakat merupakan factor yang sangat penting dan menentukan bagi keberhasilanya. Untuk itu pada hari ulang tahun Ke-7 mengajak segenap warga masyarakat Maluku Tenggara agar secara aktif berpartisipasi dan mendukung segala proses pembangunan di Kota Langgur."ujarnya. (DiskominfoMalra)

Visit Selaru 2018 Lahirkan Gerakan Bangun Kemandirian di Tanimbar

Posted: 24 Oct 2018 11:34 AM PDT

Visit Selaru 2018 Lahirkan Gerakan Bangun Kemandirian di Tanimbar
ADAUT, LELEMUKU.COM – Visit Selaru 2018 merupakan upaya untuk membangun kesadaran baru untuk membentuk cara pandang masyarakat akan pentingnya memanfaatkan seluruh potensi kehidupan guna mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Selaru, Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB), Provinsi Maluku.

Menurut Camat Selaru, Zakarias Emanratu, SP pengelolaan Visit Selaru tahun 2018 tersebut mengusung Tema "Eccofoodmarinetourism", yaitu dengan menjaga dan memanfaatkan lingkungan, pemberdayaan potensi pertanian, perikanan dan peternakan serta memanfaatkan potensi kelautan dan pemberdayakan potensi pariwisata akan mendorong pertumbuhan dan perkembangan bagi kecamatan dengan luas wilayah 4.334,16 Km tersebut.

"Gerakan ini akan mendorong Kecamatan Selaru untuk keluar dari kemiskinan yang masih saja membelenggu kehidupan masyarakat di pulau ini," kata dia saat menyampaikan sambutan dalam Acara "Mya To Onjout" atau "Adaut Panggil Pulang" di Alun-alun Desa Adaut pada Jumat (19/10).

Emanratu menjelaskan dalam gerakan Visit Selaru 2018 itu menyajikan tiga agenda besar, diantara Myo To Onjout di Desa Adaut, yang sudah terlaksana pada Minggu (15/10) hingga Jumat (19/10), kunjungan Arca Kristus Raja di Desa Adaut pada Bulan November 2018, Lingat panggil pulang pada Bulan Desember 2018.

Serta masih terdapat beberapa iven yang sementara dipersiapkan oleh 5 Pemerintah Desa (Pemdes) lainnya di Kecamatan dengan jumlah penduduk 13.528 jiwa itu, diantaranya Desa Werain, Fursui, Kandar, Namtabung dan Eliasa.

"Kegiatan-kegiatan ini merupakan potensi termasuk tantangan tersendiri dalam upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat," jelasnya.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat Kecamatan itu untuk mendukung seluruh pelaksanaan agenda Visit Selaru 2018 yang akan bermuara pada peningkatan produktivitas masyarakat dalam memanfaatkan potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang begitu melimpah dan menyediakan pangan lokal bagi kehidupan keluarga dengan menanam ubi, jangung, pisang, kelapa dan rumput laut.

Camat Emanratu menambahkan dengan menyediakan pangan bagi keluarga masing-masing, maka masyarakat Selaru sudah menunjukan pada dunia bahwa Selaru Swasembada Pangan dimana pada tahun ini telah tersedianya bibit jagung 28 ton bantuan pemerintah termasuk peralatan pertanian yang dapat dimanfaatkan untuk mewujudkan swasembada pangan di Kecamatan dengan jumlah Kepala Keluarga (KK) sebanyak 3.495 tersebut.

"Kita harus terus berdoa dan berkerja dalam menggapai mimpi dan harapan kita, ingat selalu bahwa lebih baik menyalakan lilin daripada mengutuk kegelapan, lebih baik membuat sesuatu yang bermakna daripada kita terus bersungut-sungut terhadap masalah yang kita hadapi," tambah dia. (Laura Sobuber)

Jadi Garda Terdepan NKRI, Selaru Dukung Perekonomian Tanimbar

Posted: 24 Oct 2018 11:23 AM PDT

Jadi Garda Terdepan NKRI, Selaru Dukung Perekonomian Tanimbar
ADAUT, LELEMUKU.COM – Pulau Selaru, yang terletak di Selatan dari Pulau Yamdena, Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB), Provinsi Maluku adalah kawasan strategis nasional, yang merupakan garda terdepan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) karena berbatasan langsung dengan Australia.

Menurut Camat Selaru, Zakarias Emanratu, SP dengan keberadaan tersebut, Kecamatan Selaru memiliki peran strategis dalam mendukung peran dan fungsi Negara baik dibidang pertahanan dan fungsi peningkatan ekonomi bagi kesejahteraan rakyat.

Seperti tertuang dalam  Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 78 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Pulau-Pulau Kecil Terluar, Peraturan Pemerintah (Perpem) Nomor 62 Tahun 2010 tentang Pemanfaatan PPKT dan Keputusan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2017 dimana Pulau Selaru termasuk Pulau Terluar ke-58.

"Selaru sebagai kawasan strategis yang sangat mendukung ekonomi di daerah ini," kata dia saat menyampaikan sambutan dalam Acara "Mya To Onjout" atau "Adaut Panggil Pulang" di Alun-alun Desa Adaut pada Jumat (19/10).

Emanratu menjelaskan alasan Selaru dapat mendukung Kepulauan Tanimbar, hal itu dilihat dari intensitas pengunjung yang sangat tinggi dengan kunjungan terbanyak dari pemerintah pusat. Mobilitas pengunjung di Kecamatan dengan luas 4.334,16 km itu per tahunnya mencapai hingga 45.000 orang  atau 3.750 orang per bulan.

"Itu merupakan peluang terbesar daerah dan kalau dikelola secara baik merupakan potensi terbesara dalam menggerakan perekonomian masyarakat," jelasnya.

Ia juga menuturkan guna menjemput peluang tersebut, pihaknya pun melaksankaan beberapa iven dengan Tema "Visit Selaru 2018" yang akan mendukung kunjungan ke Selaru yang tentu bermuara pada peningkatan produktivitas masyarakat dalam memanfaatkan potensi yang tersedia.

Iven-iven itu diantanya diantara Myo To Onjout di Desa Adaut, yang sudah terlaksana pada Minggu (15/10) hingga Jumat (19/10), kunjungan Arca Kristus Raja di Desa Adaut pada Bulan November 2018, Lingat panggil pulang pada Bulan Desember 2018.

Serta masih terdapat beberapa kegiatan yang sementara dipersiapkan oleh 5 Pemerintah Desa (Pemdes) lainnya di Kecamatan dengan jumlah penduduk 13.528 jiwa itu, diantaranya Desa Werain, Fursui, Kandar, Namtabung dan Eliasa.

"Kegiatan-kegiatan ini merupakan potensi termasuk tantangan tersendiri dalam upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat," tuturnya. (Laura Sobuber)

Zakarias Emanratu Ajak Masyarakat Selaru Berdayakan Pangan Lokal

Posted: 24 Oct 2018 10:12 AM PDT

Zakarias Emanratu Ajak Masyarakat Selaru Berdayakan Pangan Lokal
ADAUT, LELEMUKU.COM – Camat Selaru, Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB), Provinsi Maluku, Zakarias Emanratu, SP mengajak ke-13.528 penduduk yang tersebar di 7 Desa wilayah kerjanya, diantaranya Desa Werain, Fursui, Lingat, Kandar, Namtambung, Adaut dan Eliasa untuk memberdayakan seluruh potensi pangan lokal yang dimiliki.

"Mari kita sediakan pangan bagi kehidupan keluarga kita masing-masing, yaitu kita tanam ubi, jagung, pisang, kelapa termasuk rumput laut. Kita tunjukan pada dunia bahwa Selaru swasembada pangan," ajak dia saat menyampaikan sambutan dalam Acara "Mya To Onjout" atau "Adaut Panggil Pulang" di Alun-alun Desa Adaut pada Jumat (19/10).

Emanratu mengungkapkan di tahun 2018 ini masyarakat Selaru sudah menerima bantuan dari pemerintah, berupa bibit jagung sebanyak 28 ton dan peralatan pertanian yang dapat dimanfaatkan untuk mewujudkan swasembada pangan tersebut.

Ia juga meminta seluruh masyarakatnya agar berbenah diri dengan membangun kemandirian hidup dalam mengurai kemiskinan dari segala keterbatasan dan kekurangan yang dimiliki, dengan cara mendukung gerakan "Visit Selaru 2018" serta memohon dukungan Pemerintah Daerah (Pemda) MTB untuk lebih memberikan perhatian dalam mewujudkan cita-cita dan harapan hidup masyarakat Selaru.

"Kami harap Pemda mendukung kami untuk bersama-sama mencapai Visi Bupati Fatlolon dan Wabup Utuwaly, yaitu mewujudkan masyarakat Tanimbar yang sehat, cerdas, mandiri dan berwibawa," mohon Camat Emanratu. (Laura Sobuber)

Petrus Fatlolon Ajak Masyarakat Tanimbar Promosi Destinasi Wisata

Posted: 24 Oct 2018 10:06 AM PDT

Petrus Fatlolon Ajak Masyarakat Tanimbar Promosi Destinasi Wisata
ADAUT, LELEMUKU.COM – Bupati Maluku Tenggara Barat (MTB), Provinsi Maluku, Petrus Fatlolon, SH., MH melalui Sekretaris Daerah (Sekda) MTB, Piterson Rangkoratat, SH mengajak seluruh masyarakat Tanimbar untuk giat mempromosikan destinasi wisata dari Kepulauan Tanimbar.

"Perlu kita lakukan pengembangkan objek-objek wisata dengan cara meningkatkan daya saing daerah untuk mengembangkan destinasi itu hingga promosi wisata kepada dunia luar," ajak dia saat menyampaikan sambutan dalam Acara "Mya To Onjout" atau "Adaut Panggil Pulang" di Alun-alun Desa Adaut pada Jumat (19/10).

Bupati Fatlolon mengatakan karena kurangnya promosi berakibat kepada beberapa potensi pariwisata di Bumi Duan Lolat, seperti tarian adat, budaya bakar batu, lomba mancing hingga beberapa destinasi wisata tersembunyi di MTB masih belum diketahui oleh masyarakat luas.

"Sehubungan denga hal itu, maka hal penting lainnya yang perlu menjadi perhatian kita ke depan adalah pentingnya pengelolaan potensi pariwisata bekerjasama dengan SKPD terkait terutama pihak swasta dan masyarakat," katanya.

Fatlolon menuturkan jika masyarakat Tanimbar mempunyai hak untuk memperoleh akses terhadap bagian perairan pesisir, yang sudah diberi izin lokasi dan izin pengelolaan. Masyarakat lokal juga berhak sekaligus bertanggungjawab mengelola kawasan pesisir itu serta pengelolaan kawasan wisata yang sejalan dengan program "Nawacita" Presiden Joko Widodo pada butir ke 3 yakni membangun Indonesia dari pinggiran.

Ia menambahkan jika semua masyarakat mempunyai tanggungjawab untuk mengembangkan dan melestarikan semua yang dimiliki akan menjadi sumber kehidupan yang berkelanjutan bagi anak dan cucu masing-masing.

"Dengan membuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka Negara kesatuan dalam rangka mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakan sektor-sektor strategis ekonomi domestik," tutur dia. (Laura Sobuber)

Damkar Padamkan Kebakaran di Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM MTB

Posted: 24 Oct 2018 09:57 AM PDT

Damkar Padamkan Kebakaran di Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM MTB
SAUMLAKI, LELEMUKU.COM - Musibah kebakaran menimpa Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM) Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB), Provinsi Maluku, Jalan Ir. Soekarno, Saumlaki, Kecamatan Tanimbar Selatan (Tansel) pada Rabu (24/10) sekitar pukul 13.50.WIT.

Menurut Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) MTB, Cornelis Belay, S.Sos,. M.Si. musibah ini terjadi ketika titik api muncul di atap bangunan bagian belakang kantor tersebut.

"Tepatnya diatas ruangan Bidang Mutasi serta Bidang Diklat dan Pengembangan Kesejahteraan Pegawai," ujar dia.

Hal ini berawal pada pukul 13.30.WIT, ketika Damkar sedang memadamkan  kebakaran lahan kosong disekitar Kantor Bupati, Kantor BKDSDM dan Kantor Dinas Perikanan MTB.

Menurut Belay, saat dilakukan upaya pemadaman terhadap bencana kebakaran lahan kosong tersebut, tiba-tiba anggota melihat adanya api dan asap hitam yang berada di atap bangunan belakang Kantor BKSDM.

"Sehingga konsentrasi upaya pemadaman langsung di arahkan ke Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM. Personil Damkar langsung memutuskan arus listrik pada kantor tersebut dan langsung menjebol atap bangunan untuk melakukan upaya pemadaman langsung dari dalam bangunan atau diatas plafon," jelas dia.

Damkar Padamkan Kebakaran di Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM MTBSatu jam kemudian, api pada bangunan kantor tersebut dapat diatasi menggunakan 1 unit armada yakni mobil damkar beserta mobil suplay air damkar. Setelah memastikan tidak ada lagi titik api pada bangunan disekitar perkantoran, Armada Damkar bersama personil meninggalkan lokasi dan kembali ke Kantor Bupati.

Penyebab kebakaran diprediksi karena hubungan pendek  sebab kondisi instalasi bangunan terutama kabel listriknya sudah usang. Tidak ada korban jiwa dari kejadian ini, sementara dokumen-dokumen kedinasan yang ada dalam kantor tersebut semuanya dapat diselamatkan.

Operasi Pemadaman yang dipimpin langsung oleh Kasatpol PP Cornelis Belay bersama Kasie Pemadam Kebakaran (Damkar) MTB, Julianus Batmomolin, SE dan kepala bidang serta personil Satpol PP ini berakhir pada pukul 14.50.WIT dalam kondisi aman dan selamat. (Albert Batlayeri)
Bagi ke WA Bagi ke G+