Updated News

Pesawat Lion Air Jatuh di Perairan Tanjung Karawang, 189 Orang Tewas

Pesawat Lion Air Jatuh di Perairan Tanjung Karawang, 189 Orang Tewas


Pesawat Lion Air Jatuh di Perairan Tanjung Karawang, 189 Orang Tewas

Posted: 28 Oct 2018 08:23 PM PDT

Pesawat Lion Air Jatuh di Perairan Tanjung Karawang, 189 Orang TewasJAKARTA, LELEMUKU.COM - Pesawat Lion Air dengan rute Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Provinsi Banten ke Bandara Depati Amir Pangkal Pinang, Provinsi Bangka Belitung dengan nomor penerbangan JT 610 dipastikan jatuh di Tanjung Karawang, Kecamatan Banyusari, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat.

Menurut Kepala Basarnas Indonesia, Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya Muhammad Syaugi pesawat dengan total 189 penumpang dan crew pesawat itu dipastikan jatuh di perairan dengan koordinat 05" 46' 15 Lintang Selatan dan 107" 07' Bujur Timur (BT).

"Kita terima informasi dari atc jam 6.50 WIT, lost kotan 25 mile dari tanjung priok. kami temukan puing pesawat, pelampung handphone dan potongan. Jarak 13 mile dari Tanjung Priok dan tim sudah ada dilokasi untuk berikan bantuan," ujar dia dalam konferensi persnya.

Dikatakan total 130 kru dari Basarnas yang datang ke lokasi kejadian dengan asal tim dari Cirebon, Jakarta dan Lampung.

"Tim kami sudah dapat tempatnya dan sedang dalami lokasinya. Kami berangkatkan armada kita, baik kapal dan helikopter," ujar dia.

Dikatakan pesawat Lion Air JT-610 jatuhdan langsung masuk ke dalam laut sehingga pihaknya masih mencari

"Kedalaman pesawat tenggelam dalam laut sekitar 30-35 meter

Dipastikan pesawat naas yang take off pada pukul 06.20 WIB dan dilaporkan hilang kontak pada 06.22 WIT ini telah dipastikan hilang dari informasi awal, penumpang 189 dan kru, dan rincian 178 dewasa, 1 anak dan 2 bayi serta 2 pilot dan 5 flight attendant. (Albert Batlayeri)

Petrus Fatlolon Pastikan Kontingen MTB Terus Berpartisipasi di Pesparani

Posted: 28 Oct 2018 06:14 PM PDT

Petrus Fatlolon Pastikan Kontingen MTB Terus Berpartisipasi di Pesparani
SAUMLAKI, LELEMUKU.COM – Bupati Maluku Tenggara Barat (MTB), Provinsi Maluku Petrus Fatlolon, SH., MH pastikan bahwa kontingen paduan suara dari Kepulauan Tanimbar akan terus berpartisipasi pada Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Nasional ke II.

"Saya juga memastikan bahwa kami kita akan terus berpartisipasi bila nanti pada Pesparani berikutnya, yaitu tiga tahun yang akan datang. Tim MTB juga bisa kembali  bersama-sama mendukung kontingen pesparani Provinsi Maluku," ujar dia kepada Lelemuku.com pada Sabtu (27/10).

Petrus Fatlolon Pastikan Kontingen MTB Terus Berpartisipasi di PesparaniBupati Fatlolon mengatakan tim paduan suara dari Bumi Duan Lolat yang mengikuti Pesparani Nasional I berjumlah 106 peserta dan tergabung dalam kontingen Provinsi Maluku. Tim dari Tanimbar sendiri akan mengikuti 3 kategori mata lomba, diantaranya kategori wanita dewasa, kategori Gregorian dan kategori Mazmur.

Ia mengaku selain memberikan dukungan secara moril dengan menghadiri langsung pembukaan iven nasional itu, pihaknya juga memberikan bantuan anggaran untuk mendukung pelaksanaan acara yang membanggakan masyarakat Kepulauan Maluku itu dengan nilai sebesar Rp1 Milyar.

Fatlolon pun menghimbau seluruh lapisan masyarakat di Kepulauan Maluku untuk bersama-sama mendukung sepenuhnya pelaksanaan pesparani perdana tinggat nasional di Kota Ambon agar berjalan lancar dan sukses.

"Mari kita mendukung sepenuhnya pelaksanaan pesparani pertama tingkat nasional di Ambon dengan ciptakanlah kondisi yang aman, damai dan tertib untuk para tamu yang akan datang," imbaunya. (Laura Sobuber)

Anderias Rentanubun Buka Karnaval Budaya Jelang Festival Pesona Meti Kei ke 3

Posted: 28 Oct 2018 04:55 PM PDT

Anderias Rentanubun Buka Karnaval Budaya Jelang Festival Pesona Meti Kei ke 3
LANGGUR, LELEMUKU.COM - Menjelang Puncak acara Festival Pesona Meti Kei ke-3 Tanggal 29 Oktober 2018 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Tenggara (Malra), Provinsi Maluku, melaksanakan kegiatan karnaval yaitu menampilkan budaya dan Hasil Pembangunan yang dilepas secara resmi oleh Bupati Malra Ir. Anderias Rentanubun bertempat di depan Kampus STIA Langgur pada Kamis (25/10).

Bupati dalam arahannya mengatakan karnaval ini diikuti ratusan peserta dari 190 Ohoi atau Desa maupun instansi pemerintah.

Karnaval yang diselenggarakan hari ini sangat luar biasa karena pada karnaval budaya ini diikuti oleh Ohoi-Ohoi dengan menampilkan busana adat Kei dan pada kendaraan Karnaval dipajang perkembangan pembangunan yang sudah dilakukan di Ohoi.

Selain itu pada peserta karnaval pembangunan juga diikuti oleh semua SKPD,BUMN dan BUMD.

Karnaval tersebut diselenggarakan dalam rangka menjelang puncak acara Festival Pesona Meti pada tanggal 29 Oktober 2018 nanti , untuk itu marilah kita bersama-sama menjaga keamananan dan ketertiban di dalam masyarakat.

"Mari kita menjaga silahturami antar umat beragama agar kabupaten Maluku Tenggara tetap aman dan tentram menuju Maluku Tenggara yang maju," ujar Bupati. (DiskominfoMalra)

100 Peserta Meriahkan Karnaval Festival Pesona Meti Kei (FPMK) ke 3

Posted: 28 Oct 2018 04:54 PM PDT

100 Peserta Meriahkan Karnaval Festival Pesona Meti Kei (FPMK) ke 3
LANGGUR, LELEMUKU.COM - Festival Pesona Meti Kei (FPMK) ke 3 tahun 2018 secara resmi dibuka oelh Bupati Maluku Tenggara (Malra), Provinsi Maluku, Ir. Anderias Rentanubun di depan Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Langgur pada Kamis (25/10).

Pesta rakyat ini diawali dengan karnaval pembangunan yang menampilkan miniatur pembangunan selama 10 tahun, karnaval tersebut diikuti 100 peserta baik dari Organisasi Perangkat Daerah, BUMN, BUMD dan Ohoi/ Desa yang ada di Kabupaten Malra.

Dalam sambutannya Rentanubun menjelaskan,  pelaksanaan FPMK tahun ini tidak semeriah tahun sebelumnya, namun Bupati meminta inti dan maksud tujuan pelaksanaan Festival Pesona Meti Kei dapat diikuti secara baik karena dengan dilaksanakannya Festival Pesona Meti Kei, Kepulauan Kei sudah terkenal hingga ke mancanegara, terbukti dengan semakin meningkatnya kunjungan wisatawan kedaerah ini.

"Mungkin karena banyak dan padatnya kegiatan di bulan ini, sehingga kegiatan Festival Pesona Meti Kei tahun ini kurang meriah seperti pelaksanaan yang pertama dan kedua tapi saya berharap, pada saat penutupan nanti akan berlangsung meriah," kata Rentanubun.

Rentanubun memberikan apresiasi kepada semua pihak yang turut mendukung pelaksanaan FPMK tahun 2018 ini, dengan harapan kedepan pengembangan pariwisata dapat terus diperhatikan sebagai leading sektor Maluku Tenggara.

"Karena Maluku Tenggara tidak bisa dibangun untuk yang lain, kecuali untuk sektor jasa, jadi pendapatan kita hanya dari sektor jasa dan leading sektornya adalah pariwisata" ujar Rentanubun.

Sebelumnya Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Malra, Roy Rahayaan mengatakan, Pelaksanaa FPMK merupakan agenda rutin Pemerintah Daerah Maluku Tenggara yang di selenggarakan setiap tahun, yang bertujuan untuk menggali dan membangkitkan kembali seni budaya tradisional di Kabupaten Maluku Tenggara,  serta mengangkat nilai seni dan budaya Kepulauan Kei.

"Festival Pesona Meti Kei tahun ini yang di selenggarakan Pemerintah Daerah melalui Dinas Pariwisata, untuk mengajak masyarakat di daerah ini agar berpartisipasi dalam menyukseskan pelaksanaan FPMK, disamping itu juga untuk melestarikan kebudayaan dan mempromosikan Maluku Tenggara baik tingkat lokal maupun manca Negara" ungkap Rahayaan kepada RRI pada Rabu (24/10). 

Dikatakan, pembukaan FPMK melalui karnaval yang dilaksanakan depan Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Langgur, sebagai lokasi star dan finis di Stadion Maren Langgur ini akan dilanjutkan dengan beberapa kegiatan lain diantaranya lomba goyang meti kei, lomba tari sawat dan tari panah, tour mengelilingi objek wisata dan beberapa kegiatan lainnya  yang akan dilaksanakan hingga puncaknya 29 Oktober mendatang.

Memeriahkan kegiatan ini, pihaknya bekerjasama dengan pemuda evav kreatif yang dilibatkan untuk meramu berbagai kegiatan Festival Pesona Meti Kei tahun Ini, selain itu dinas pariwisata juga bekerjasama dengan pihak polres Maluku Tenggara, Satuan Polisi Pamong Praja dan Dinas Perhubungan untuk menjaga Kamtibmas selama Pelaksanaan FPMK.

"Kami telah menyurati pihak Polres Malra serta intsansi instansi terkait untuk menjaga kemanan dan ketertiban selama pelaksanaan FPMK ini, sehingga pelaksanaan ini dapat berjalan dengan baik." Tegas Rahayaan

Untuk konsumsi pelaksanaan FPMK , seluruhnya di serahkan kepada masayarakat yang ohoinya dijadikan tempat pelaksanaan festival, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat setempat dari sisi ekonomi.

Rahayaan, berharap dukungan dari semua elemen masyarakat Kabupaten Maluku Tenggara, dalam pelaksanaan Festival  Pesona Meti Kei tahun in, sehingga kedepan Kepulauan Kei dapat menjadi salah satu destinasi unggulan di Indonesia. (RRI)

Petrus Fatlolon Tetap Optimis Jokowi Kunjungi Tanimbar

Posted: 28 Oct 2018 04:35 PM PDT

Petrus Fatlolon Tetap Optimis Jokowi Kunjungi Tanimbar
SAUMLAKI, LELEMUKU.COM – Bupati Maluku Tenggara Barat (MTB), Provinsi Maluku Petrus Fatlolon, SH., MH tetap optimis Presiden Republik Indonesia (RI) Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) akan mengunjungi Kepulauan Tanimbar.

"Saya yakni  Bapak Presiden akan datang ke Tanimbar," ujar dia kepada Lelemuku.com pada Sabtu (27/10).

Bupati Fatlolon menyatakan rencana awal kedatangan Presiden Jokowi selepas melakukan agenda utama dari kunjungan kerja (Kunker) ke Maluku berkaitan dengan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Nasional ke I pada Sabtu, 27 Oktober 2018 adalah bertolak menuju Tanimbar guna melakukan beberapa kegiatan.

"Pak Presiden berhalangan hadir membuka Pesparani di Ambon. Akhirya agenda kita pun tertunda. Kita kemarin berharapkan akan menjadi  satu, setelah  pembukaan Pesparani Presiden bisa ke Tanimbar, tetapi karena Presiden punya waktu yang sangat padat, terpaksa kita tunda" kata dia

Bupati Fatlolon pun mengungkapkan ia masih berkeinginan Presiden Jokowi kembali mengagendakan kunjungannya ke Bumi Duan Lolat itu untuk melakukan beberapa agenda, diantara peresmian Jembatan Wear Arafura yang terletak antara Siwaan – Ritabel, Kecamatan Tanimbar Utara (Tanut), deklarasi perubahan nama Kabupaten MTB ke Kepulauan Tanimbar, dan penyerahan 10.000 sertifikat tanah bagi masyarakat kurang mampu.

"Karena kedatangan Presiden ke Maluku batal maka beberapa agenda kitapun molor, tertunda dan nanti akan disesuaikan kembali dengan jadwal Bapak Presiden," ungkapnya. (Laura Sobuber)
Bagi ke WA Bagi ke G+