Updated News

Gempa Bumi 5.5 SR Guncang Halmahera Barat

Gempa Bumi 5.5 SR Guncang Halmahera Barat


Gempa Bumi 5.5 SR Guncang Halmahera Barat

Posted: 11 Nov 2018 04:49 AM PST

Gempa Bumi 5.5 SR Guncang Halmahera Barat
TERNATE, LELEMUKU.COM - Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 5.5 Skala Richter (SR) mengguncang Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), Provinsi Maluku Utara, Minggu (11/11). Belum ada laporan kerusakan akibat gempa tersebut.

Pusat gempa dilaporkan berada di 62 kilometer arah barat laut Halmahera Barat terjadi pada pukul 14.13 WIB.

"Gempa terjadi di kedalaman 99 kilometer," kata Staf Operasional Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Ternate, Basri Kamaluddin.

Gempa dilaporkan terasa hingga Kota Manado, Kota Bitung dan Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro di Sulawesi Utara. 

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Barat, Imran Lolori menyatakan hingga kini belum ada laporan kerusakan.

"Alhamdulillah juga tidak terasa dampaknya. Tapi kami masih mengkroscek situasi," kata Imran.

Imran juga mengimbau warga agar tak langsung mempercayai maraknya informasi di media sosial terkait gempa.

"Jangan langsung panik. Informasi valid hanya datang dari lembaga berwenang," ujarnya.

Dilansir dari laman resmi BMKG, gempa disebut tak berpotensi tsunami. (CNN)

Polisi Masih Dalami Kasus Tewasnya Andreas Neksi Lambatir

Posted: 11 Nov 2018 12:19 AM PST

Polisi Masih Dalami Kasus Tewasnya Andreas Neksi Lambatir SAUMLAKI, LELEMUKU.COM - Kepolisian Resort (Polres) Maluku Tenggara Barat (MTB), Provinsi Maluku masih mendalami kasus tewasnya Andreas Neksi Lambatir (42), warga Kota Larat, Kecamatan Tanimbar Utara yang mayatnya ditemukan pada Minggu (4/11) lalu di Pantai Pasir Pendek, Desa Lelingluan.

Menurut Kasat Reskrim MTB, Iptu Jonatan Sutrisno pihaknya melalui Kepolisian Sektor (Polsek) Tanimbar Utara saat ini terus berupaya melakukan penyelidikan guna mengungkap kasus yang sudah sepekan ini masih menggantung. Termasuk mengamankan dan meneliti barang bukti diantaranya topi korban, batang kayu dan darah dari TKP.

""Penyidik baik polres dan polsek masih terus lakukan pengembangan untuk mengumpulkan bukti-bukti diantaranya mencoba untuk memaksimalkan lagi keterangan-keterangan saksi untuk dipertajam lagi. Baik penyidik Polsek maupun Polres yang membackup penanganan kasus disana sudah mengambil langkah-langkah diantaranya sudah melakukan olah TKP, kita juga sudah melakukan pemeriksaan kepada beberapa orang saksi diantaranya kelima teman korban yang bersama-sama pergi memancing pada saat itu," ujar dia kepada wartawan pada Sabtu (10/11).

Terkait lima saksi yang menjadi kunci terungkapnya kasus ini, dikatakan masih perlu pendalaman sebab belum ada titik terang yang mengarah pada pelaku pembunuhan tersebut.

"Keterangan dari kelima teman korban belum memberikan arah kepada seseorang yang sifatnya melakukan sesuatu tindakan kekerasan terhadap korban, hingga menyebabkan korban meninggal dunia," papar dia.




Sementara terkait tudingan keluarga terhadap salah satu saksi, SW. Dikatakan hal itu juga akan didalami, sehingga kasus ini dapat dibongkar dan pelakuknya dapat ditahan.

"Untuk saksi SW,  pada intinya mereka bersama-sama berboncengan dengan teman lainnya ke TKP. Apakah korban dengan SW ada hubungan baik, bagaimana kesehariannya, sebelum kejadian ini apakah mereka ada masalah, ada hubungan bisnis atau hal yang bisa menimbulkan emosional atau dendam. Hal-hal inilah yang perlu kita dalami," papar Sutrisno.

Kepolisian juga, ungkap Kasat Reskrim, akan menjalin komunikasi dengan semua pihak guna mencari tahu latar belakang dari korban.

"Kami juga telah berkoordinasi dengan keluarga korban untuk meminta bantuan partisipasi mungkin bisa mencari tau keberadaan korban sehari-hari, apakah ada masalah sebelumnya atau persoalan-persoalan lain yang bisa menimbulkan kecemburuan diantara teman-temannya," ujar dia.

Sementara hasil pemeriksaan terhadap jenazah Andreas yang mengenaskan saat ditemukan,  Sutrisno menyatakan hal itu harus dikonfirmasi ke dokter yang saat itu bertugas melakukan pemeriksaan korban.

"Kami tidak punya kewenangan mengomentari kondisi mayat dan memberikan kesimpulan dan penilaian, kenapa bisa sampai begitu, sebab yang bisa mengomentari dari dokter.  Intinya kami akan terus berupaya lakukan penyelidikan guna ungkap kasus ini," tandas dia.
 
Orang Baik-Baik

Sebelumnya kepada wartawan, salah perwakilan keluarga korban di Saumlaki, Johanis Kopong menyatakan Andreas yang ditemukan tewas di pantai pasir pendek merupakan pria baik-baik yang tidak bermasalah dengan warga di Kota Larat.

"Andreas sudah berumah tangga, memiliki satu istri dan 3 orang anak. Dia dikenal ramah dengan siapa saja dan suka membantu orang-orang disekitarnya," ungkap dia  pada Kamis (8/11).

Dikatakan pada Jumat (2/11) jam 8 malam korban dijemput dirumahnya dan diajak oleh 5 orang temannya yakni SW, YM, AS, AS dan M untuk pergi memancing di Pasir Pendek yang lokasinya jauh dari Kota Larat. Andreas dibonceng dengan sepeda motor oleh SW.

Ketika mereka selesai memancing, kelima teman korban kembali ke Larat tapi mereka tidak bersama sama dengan korban. Mereka mengira korban sudah pulang lebih dahulu dari lima orang itu.

"Mereka mengatakan bahwa korban pulang lebih awal, sementara korban sewaktu pergi dibonceng oleh temannya. Bagaimana korban bisa pulang sementara diseputaran tempat itu tidak ada kendaraan lain dan tempatnya pun jauh dari jalan utama," ujar adik ipar dari korban tersebut.

Kopong menyatakan, keterangan dari kelima teman korban juga berbeda-beda, sehingga pihak keluarga menjadi bingung dan tidak mempercayai pernyataan tersebut. Sehingga pihaknya melaporkan hal ini ke Polsek Tanut dan majelis gereja guna mencari korban yang hilang selama dua hari tersebut.

"Setelah hilangnya korban, pencarian pun dilakukan dibantu pihak keamanan dan warga setempat. Akhirnya dua hari kemudian barulah korban ditemukan dibawah pohon lontar dengan tubuh yang sangat mengenaskan, tubuh membengkak, berwarna hitam, mulai membusuk dipenuhi belatung," kata dia.

Tanda-Tanda Penganiayaan
Sementara menurut keluarga korban di Larat, Paula Tan, ditubuh korban terdapat bekas tanda luka dikepala dan rambut dikepala yang terkelupas yang diduga ada unsur penganiyaan. Sementara korban sendiri sebelum ditemukan meninggal tidak mengidap sakit apapun.

"Sementara jenazah korban terletak di tempat landai yang jauh dari pantai serta tempat tinggi yang bisa mengakibatkan kecelakaan baik tenggelam maupun jatuh dari ketinggian. Ditempat tersebut juga ditemukan sepotong kayu dengan bercak darah tak jauh dari posisi korban," kata dia.

Polisi Masih Dalami Kasus Tewasnya Andreas Neksi Lambatir Paula menjelaskan, korban dibawah ke RSUD, dr. D.Anatototi Kota Larat untuk diperiksa namun belum dilakukan autopsi dikarenakan dokter tidak berada di tempat. Sedangkan keluarga sangat berharap agar jenazah korban dapat di autopsi. Mayat korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga di Larat untuk dilakukan proses pemakaman pada hari itu juga.

Namun setelah seminggu korban ditemukannya dan ditangani oleh kepolisian, pihaknya belum mendapatkan informasi terbaru terkait perkembangan kasus tersebut sebab belum ada bukti kuat yang menunjukan adanya dugaan pembunuhan. Sehingga keluarga meminta agar pihak keamanan dapat segera mengungkap kejadian ini.

"Kami meminta keadilan dari Polsek Tanimbar Utara dan Polres MTB untuk serius menindak lanjuti persoalan tersebut. Jangan sampai kasus ini berlarut-larut pada akhirnya tidak terselesaikan. Sementara pelaku pembunuhannya bisa bebas berkeliaran dan membunuh orang lain lagi," pinta Paula. (Albert Batlayeri)

Peringati Hari Pahlawan, Lanal Saumlaki Gelar Tabur Bunga di Laut

Posted: 10 Nov 2018 09:21 PM PST

Peringati Hari Pahlawan, Lanal Saumlaki Gelar Tabur Bunga di LautSAUMLAKI, LELEMUKU.COM - Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Saumlaki, Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB), Provinsi Maluku menggelar tabur bunga di laut menggunakan KAL P Nustual  dalam rangka Memperingati Hari Pahlawan Ke 73 Tahun 2018 pada Minggu (11/11).

Upacara itu yang dipimpin oleh Danlanal Saumlaki Letkol Laut (P) Hartanto M.Tr.Hanla sebagai inspektur upacara, sementara Komandan Upacara adalah Paur Opslat Lanal Saumlaki Lettu Laut (P) Yudianto dan Paup KKM Kal P Nustual Letda Laut (T) Fauzan Qomari.

Kegiatan upacara tabur bunga yang dihadiri oleh anggota dari Yonif 734/SNS, Lanal Saumlaki, Satrad 245/Nifmasbulur, Brimob, ASN Pemkab MTB, siswa siswi Pramuka dan Tim Korsik ini diawali dengan penghormatan penghargaan kepada para arwah pahlawan dan dilakukan peletakkan karangan bunga oleh Inspektur Upacara. Upacara ini juga dihadiri oleh Bupati MTB Petrus Fatlolon, SH, MH beserta jajarannya, dan para pimpinan TNI dan POLRI.

Suasana upacara berjalan khikmad dan lancar, semua peserta dan tamu undangan terlihat antusias dan menunjukkan rasa cinta dan bangga terhadap para pahlawan yang telah berjuang demi generasi penerus masih tersimpan di dalam hati.

Menurut Danlanal Saumlaki, maksud dan tujuan upacara tabur bunga di laut adalah untuk mengenang dan membangkitkan semangat kebangsaan.

"Menumbuh-kembangkan nilai-nilai kepahlawanan serta meningkatkan kecintaan kepada Tanah Air kita dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujar dia.

 Peringati Hari Pahlawan, Lanal Saumlaki Gelar Tabur Bunga di LautIa menyatakan, hari Pahlawan menjadi momen menguatkan rasa bangga atas jasa-jasa para pahlawan yang telah mengorbankan diri demi kemerdekaan Indonesia.

"Rasa haru yang mendalam atas jasa jasa pahlawan yang berjuang demi kepentingan hidup generasi penerus bangsa indonesia ini, rela berkorban jiwa dan raga. Untuk kebahagiaan yang masih bisa di rasakan sampai dengan saat ini. Bangsa Indonesia sudah selayaknya menghargai jasa-jasa para pahlawan yang gugur membela kemerdekaan, karena tanpa perjuangan para pahlawan kita tidak akan bisa hidup dengan damai, berdampingi di NKRI ini," jelas Hartanto.

Usai melaksanakan upacara, peringatan Tabur bunga seluruh Muspida MTB, TNI - Polri dipimpin oleh Danlanal Saumlaki tersebut dilanjutkan dengan prosesi tabur bunga ke perairan laut Saumlaki guna mengenang almarhum para pejuang yang telah gugur dalam membela kemerdekaan Bangsa Indonesia ini selalu mendapatkan tempat di sisi Tuhan yang maha kuasa. (Albert Batlayeri)

Pemkab MTB Gelar Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-54

Posted: 10 Nov 2018 07:45 PM PST

Pemkab MTB Gelar Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-54
SAUMLAKI, LELEMUKU.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Tenggara Barat (MTB), Provinsi Maluku menggelar acara pembukaan peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-54 tanggal 12 November 2018 pada Jumat (9/11).

Rangkaian kegiatan tersebut diawali dengan jalan santai bersama yang dipimpin oleh Bupati MTB Petrus Fatlolon, SH., MH bersama seluruh pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Tokoh Agama, Tokoh MasyarakatSeluruh Pekerja Kesehatan di Kepulauan Tanimbar dengan rute dari Pelabuhan Kapal Feri hingga Halaman Kantor Bupati MTB, kemudian senam Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Gemas) bersama-sama, Pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil serta pelepasan balon HKN-54.

Dilanjutkan dengan deklarasi komitmen bersama yang dipimpin oleh Bupati Fatlolon , yaitu Tanimbar tolak obat, kosmetik dan obat tradisional illegal dan Tanimbar Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Selepas itu penandatangan deklarasi yang diawali oleh Bupati Fatlolon, Forkopimdan dan diikuti oleh seluruh hadirin.

Dalam arahannya, Fatlolon mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Petugas kesehatan dan seluruh masyarakat Bumi Duan Lolat untuk menjadi pelopor pembangunan di bidang kesehatan dengan sadar kesehatan atau bidup sehat dimulai dari diri sendiri.

"Jadilah pelopor-pelopor kesehatan mulai dari diri kita sendiri, keluarga, lingkungan, desa, kecamatan hingga pada kabupaten yang kita cintai ini," ajak dia.

Pemkab MTB Gelar Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-54Fatlolon mengungkapkan demi mengubah perilaku sadar kesehatan dari masyarakat Tanimbar, maka pada tahun 2019 pihaknya  akan menganggarkan dana khusus untuk menyediakan jamban bagi setiap rumah agar mendorong masyarakat untuk tidak lagi BABS di pinggiran pantai atau di tempat-tempat yang tidak patut.

Ia pun mengimbau kepada seluruh masyarakat Bumi Duan Lolat untuk menolak produk-produk illegal dengan cara memastikan terlebih dahulu tanggal kadaluarsa dari suatu barang yang ingin dibeli agar tidak mendapat kerugian dikemudian hari.

"Sebelum berbelanja harap perhatikan terlebih dahulu, membaca dan meneliti secara seksama label dari tiap-tiap barang supaya jangan sampai kita membeli sebuah produk yang sudah kadaluarsa atau illegal. Ini penting, supaya jangan masayarakat dirugikan," imbau  Fatlolon.

Kegiatan yang berlangsung dengan Tema 'Aku Cinta Sehat' dan Sub Tema 'Ayo Hidup Sehat Mulai Dari Kita' itu sejalan dengan Program Indonesia Sehat dan Tanimbar Sehat melalui Pendekatan Keluarga yang mengajak seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup.

Momentum HKN ke-54 itu sebagai pengingat publik bahwa derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya akan terwujud, apabila semua komponen bangsa, masyarakat, organisasi kemayarakatan, swasta berperan serta dalam upaya kesehatan dengan lebih memprioritaskan promotive-preventif dan semakin menggalakkan serta melembagakan Germas tanpa mengabaikan kuratif rehabilitative. (Laura Sobuber)

Satgas Yonif Kabaresi Berkebun dengan Masyarakat Desa Mede

Posted: 10 Nov 2018 07:04 PM PST

Satgas Yonif Kabaresi Berkebun dengan Masyarakat Desa MedeTERNATE, LELEMUKU.COM - Selain menjalankan tugas pokoknya sebagai Satuan Tugas Pengamanan daerah rahwan Maluku dan Maluku Utara, Satgas Yonif 731/Kabaresi Pos 4 SSK I, Desa Mede mengisi waktu luang dengan melaksanakan giat berkebun yang ditanami berbagai macam jenis sayuran untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Di samping untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ketahanan pangan ini juga dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar pos-pos Satgas Yonif 731/Kabaresi.

"Selain memenuhi kebutuhan dapur di pos, syukur-syukur bisa sebagai contoh atau dimanfaatkan hasilnya kepada masyarakat sekitar pos," ujar Danpos 4 Ssk I Mede Serda Harol Manason.

Mulai dari pembuatan lahan dan penanaman sayur-sayuran ini, anggota Satgas Yonif 731/Kabaresi bekerja sama dengan Dinas Pertanian setempat.

Sesuai petunjuk dan arahan dari Komandan Satgas Yonif 731/Kabaresi Letkol Inf Indra Hirawanto, S.Sos yang mengatakan, ketahanan panggan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Maluku dan Maluku Utara. Selain itu juga diharapkan pos-pos yang tersebar mampu memberikan konstribusi bagi masyarakat.

Selain itu, kata Letkol Inf Indra Hirawanto, S.Sos, kegiatan ini merupakan salah satu untuk mendukung program pemerintah dibidang pangan.

"Disamping tugas pokok kami sebagai Satuan Tugas Pengamanan Daerah Rahwan Maluku dan Maluku Utara," katanya.

"Bersyukur sekali dengan kehadiran Satgas Yonif 731/kabaresi dapat membantu warga sekitar dalam kehidupan sehari hari" ujar salah satu warga Desa Mede.

Danpos 4 Ssk I Mede Serda Harol Manason menambahkan bahwa upaya menggenjot produktivitas komoditas pangan dan merealisasikan target swasembada pangan tak bisa sepenuhnya bergantung kepada negara. Kami juga berusaha merangkul pengusaha dan pihak swasta dalam mewujudkan target swasembada pangan tersebut. (Pendam16)

Ayu Astria Umalekhoa, Anak Babinsa Tidore Jadi Prajurit Taruni Akmil

Posted: 10 Nov 2018 06:49 PM PST

Ayu Astria Umalekhoa, Anak Babinsa Tidore Jadi Prajurit Taruni Akmil
MAGELANG, LELEMUKU.COM - Ayu Astria Umalekhoa anak Bintara Pembina Desa (Babinsa) dilantik menjadi taruni Akademi Militer (Akmil) oleh Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. di Lapangan Sapta Marga, Kampus Akmil, Magelang, Kamis (1/11).

Anak ke-2 dari 3 bersaudara keluarga Serka Amin Umalekhoa, merupakan perwakilan putri daerah Maluku yang lolos mengikuti seleksi calon taruna pada Agustus lalu, merupakan salah satu pengibar bendera pusaka pada HUT ke-71 Kemerdekaan RI di Istana Negara tanggal 17 Agustus 2016 silam.

"Sebelum seleksi, seluruh pasukan Pasibra waktu itu dikumpulkan di Mabesad, dan kita diberikan pengarahan sekaligus ditest psikologi oleh Tim Angkatan Darat" kenang Ayu.

"Waktu itu, meski lelah mengikuti kegiatan Paskibra, Ayu dan beberapa teman bersemangat mengikuti test psikologi tersebut dan ternyata dari hasil tersebut beberapa bulan kemudian di panggil oleh untuk mengikuti seleksi  calon taruni," ujar Ayu ketika di tanya tentang bagaimana proses pendaftarannya menjadi Taruni Akmil.

Setelah mengikuti berbagai tahapan seleksi baik di daerah maupun di pusat, akhirnya Ayu dinyatakan lolos untuk mengikuti pendidikan Integrasi kemitraan selama 3 bulan bersama dengan rekan – rekannya dari ketiga Matra Akademi TNI dan Akademi Kepolisian (Akpol).

Menurut Ayu, selain ingin mengabdi sebagai prajurit wanita TNI AD, yang menjadi motivasi utama menjadi taruni adalah keinginannya untuk memberikan kebanggaan kepada orang tua dan saudaranya.

"Apa yang Ayu lakukan, selain ingin mengabdi kepada negara melalui Angkatan Darat, Ayu sangat ingin membuat bangga kedua orang tuanya. Apalagi jumlah taruni Akmil masih sedikit. Alhamdulillah, semua ini seperti mimpi yang menjadi nyata bagi Ayu" tegasnya.

Sementara itu, sang ayah Serka Amin Umalekhoa (47 tahun) Babinsa Kodim 1505/Kota Tidore  Korem 152/Babullah, terlihat sangat bahagia sekaligus haru atas capaian dan perjuangan anaknya tersebut. Bahkan istrinya, Ode Nuria (44 tahun) berulang-ulang menyeka matanya yang dipenuhi dengan tetesan air mata haru, sembari memegang erat lengan Ayu.

"Kita semua bangga atas perjuangan yang dicapai Ayu. Tidak menyangka, ini semua seperti mimpi karena usaha kerasnya sendiri. Alhamdulillah mimpi Ayu terwujud untuk menjadi taruni Akmil" ujar Amin Umalekhoa.

"Apalagi diawalnya, kita semua pesimis, karena ketika lulus usia Ayu masih 17 tahun lebih lima bulan, padahal syaratnya adalah 18 tahun. Namun setelah lapor ke Ka Ajendam XVI Pattimura, kata beliau Ayu boleh daftar karena saat pendidikan nanti sudah masuk 18 tahun" pungkas Amin Umalekhoa yang juga asli dari Kepulauan Sula.

Acara Wisuda Prajurit Taruna dan Bhayangkara Taruna (Prabhatar) diikuti oleh 776 orang taruna/taruni yang terdiri dari 519 prajurit Taruna Akademi TNI dan 257 Bhayangkara Dua Taruna Akpol. Upacara tersebut juga disaksikan oleh Kasad Jenderal TNI Mulyono, Kasal Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, SE.,MM., Kasau  Marsekal TNI Yuyu Sutisna, SE.,MM.,  Wakalemdiklatpol Irjen Pol Boy Rafli Amar, Danjen Akademi TNI Laksdya TNI Aan Kurnia, S.Sos., Pejabat Utama TNI /Polri, para Gubernur Akademi Angkatan, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (Pendam16)
Bagi ke WA Bagi ke G+