Updated News

Bawa Motor Curian, Polisi Tangkap 2 Remaja SMK di Jayapura

Bawa Motor Curian, Polisi Tangkap 2 Remaja SMK di Jayapura


Bawa Motor Curian, Polisi Tangkap 2 Remaja SMK di Jayapura

Posted: 05 Dec 2018 06:50 PM PST

Bawa Motor Curian, Polisi Tangkap 2 Remaja SMK di Jayapura
JAYAPURA, LELEMUKU.COM - Dua remaja yang masih duduk di bangku sekolah menengah kejuruan (SMK) di kota Jayapura masing-masing berinisial AD (18) dan IN (18) tidak berkutik saat diamankan Tim Delta Sakura Polres Jayapura Kota dengan di Backup Tim Jatanras Polda Papua lantaran kedapatan membawa motor hasil curian.

Keduanya ditangkap saat sedang melintas menggunakan sepeda motor Yamaha mio soul yang merupakan hasil curian diseputaran Perumnas III Waena, Rabu (28/11) siang sekitar pukul 14:45 WIT.

Kapolres Jayapura Kota AKBP Gustav R. Urbinas, S.H., S.IK ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya menuturkan, kedua pelaku saat ini sudah berada di Satuan Reskrim Polres Jayapura Kota untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut, mengingat dari keterangan kedua pelaku telah mengakui kalau motor yang digunakannya merupakan motor hasil curian.

"hasil pemeriksaan awal, motor itu mereka ambil di RSUD Dok II, selain itu juga didukung dengan laporan polisi pada tanggal 06 April 2016 tentang Curanmor yang menyebutkan tentang hilangnya sepeda motor tersebut. Jadi motor itu sudah digunakan selama dua tahun oleh pelaku," terang Kapolres, Rabu (28/11) sore.

Lanjutnya menjelaskan, penangkapan berawal ketika anggota gabungan melakukan patroli Mobile dan mendapati kedua pelaku menggunakan sepeda motor yang dicuirgai hasil curian lantaran tidak menggunakan nomor polisi serta tidak menggunakan kunci kontak saat sedang jalan.

"Karena curiga dengan motor yang digunakan merupakan hasil curian, anggota langsung memberhentikan dan melakukan pemeriksaan. Dan keduanya pun mengaku kalau motor itu merupakan hasil curian," jelasnya.

Dirinya pun menambahkan kedua pelaku merupakan pelajar yang masih duduk di bangku sekolah menengah kejuruan (SMK) yang ada di Kota Jayapura. Disisi lain dugaan kuat mereka merupakan komplotan atau sindikat pelaku curanmor, untuk lebih jelasnya sampai saat ini terhadap keduanya masih dilakukan pemeriksaan lebih mendalam.(HumasPoldaPapua)

Sebastian Melsasail Dilantik Menjadi Kades Olilit Raya

Posted: 05 Dec 2018 06:50 PM PST

Sebastian Melsasail Dilantik Menjadi Kades Olilit Raya
OLILIT, LELEMUKU.COM - Bupati Maluku Tenggara Barat (MTB), Provinsi Maluku, Petrus Fatlolon melantik Kades Olilit Raya, Kecamatan Tanimbar Selatan (Tansel) periode 2018 -2023, bertempat di Kantor desa Olilit Raya, (2/12).

Bupati Maluku Tenggara Barat Petrus Fatlolon dalam sambutannya mengajak masyarakat untuk menyatukan seluruh potensi untuk memajukan desa Olilit Raya demi mensejahterakan masyarakat desa Olilit raya.

"Mari kita satukan seluruh kekuatan kita, seluruh potensi kepintaran kita, seluruh potensi sumber daya yang ada di negeri ini   untuk kepentingan satu saja yaitu untuk mensejahterakan masyarakat Olilit, " ungkapnya.

Sebelumnya masih terdapat perbedaan pendapat karena 5 figur terbaik desa Olilit Raya yang mencalonkan diri untuk maju dalam kanca politik Pilkades  serentak, namun dalam proses pemilihannya, Calon Kades Sebastian Melsasail yang berhasil mendapat kepercayaan masyarakat.

"Tidak ada lagi perbedaan diantara kita, jangan lagi ada yang menebarkan isu sana-sini. Saya minta kita satukan seluruh sumber daya  yang ada di desa Olilit ini, karena  Olilit ini menjadi pioner untuk kota Saumlaki dan Kabupaten Maluku Tenggara Barat, saya percaya dengan segudang pengalaman yang dimiliki oleh beliau, pasti Olilit akan maju, lebih dari desa –desa lain," cetusnya

Terkait dengan dana desa, Fatlolon mengatakan, Dana desa akan disesuaikan dengan jumlah penduduk.

"Sesuai dengan Keputusan Presiden, terkait dengan dana desa pada tahun kerja 2019 nanti dana desa di seantero negeri ini akan mengalami kenaikan yang signifikan, desa Olilit merupakan desa terbesar,   karena itu dana desa juga akan diberikan dalam jumlah yang besar sebanding dengan jumlah penduduk yang ada di desa, " sentilnya.

Sehubungan dengan itu Bupati berharap dalam perencanaan, pelaksanaan dan pengawasannya  semua pihak ikut serta dan bersatu untuk menyusun perencanaan pembangunan.

"Kita bersama-sama bergotong – royong, membangun desa ini. Saya percaya dengan semangat gotong royong yang ada di desa ini Olilit Raya akan maju, " harapnya.

Bupati juga berharap kepada kepala desa terpilih agar dalam menyusun perangkat desa dapat mengakomodir teman –teman yang sebelumnya ikut dalam proses pemilihan kepada desa.

"Dalam pesta demokrasi pemilihan,  tidak ada yang menang dan tidak ada yang kalah, yang sesungguhnya adalah bahwa Tuhan memberikan kepercayaan, rakyat Olilit  kepada Bapak Sebatian Melasasail untuk memimpin kita, guna manggurebe Maju, maju  dan terus Maju, Olilit sebagai salah satu desa utama kota Saumlaki, " cetusnya.

Pada kesempatan yang sama  Kepala Desa terpilih desa Olilit Raya Sebastian Melsasail  menyampaikan kebanggaannya tersendiri mengingat dalam kurun waktu 8 tahun masyarakat Olilit tidak memiliki seorang kepala desa defentif. Setelah dirinya dilantik, program pertama yang harus dilakukan dalam masa jabatannya adalah mengembangkan sumber daya manusia.

"Yang paling saya kedepankan adalah sumber daya manusia, baik itu melalui pendidikan formal maupun non formal, " ucapnya.

Kepala desa terpilih Sebastian Melasasail yang adalah juga mantan pejabat/ orang kedua pada jajaran Polres itu diakui memiliki segudang pengalaman yang diharapkan mengimplementasikan sejuta  pengalamannya bagi kemajuan desa Olilit Raya kedepan. Meskipun hujan deras yang terus mengguyur saat dilangsungkan proses pelantikan namun tidak menghalangi kehadiran sebagian besar masyarakat Olilit Raya untuk  menyaksikan proses pelantikan tersebut, hal ini  membuktikan dukungannya kepada Kades terpilih Sebastian Melsasail. Hadir pada acara pelantikan, Asisten I Bidang Pemerintahan Setda MTB,  para pimpinan SKPD, Pengusaha lokal kota Saumlaki, Tokoh Masyarakat, Tokoh agama .  (DiskominfoMTB)

Kurang Hati-Hati, Truck Tabrak 2 Motor di Koya Barat

Posted: 05 Dec 2018 06:34 PM PST

Kurang Hati-Hati, Truck Tabrak 2 Motor di Koya BaratJAYAPURA, LELEMUKU.COM - Akibat kurang hati-hatinya pengemudi Mobil Truck saat hendak masuk ke jalan setelah parkir dengan cara mundur tanpa memperhatikan kendaraan yang melintas, kecelakaan pun tak terhindarkan karena bak belakang mobil truck menghantam sepeda motor yang melintas.

Kecelakaan tersebut terjadi di Jl. SMP, tepatnya di depan Toko Rizki Kelurahan Koya Barat  Distrik Muara Tami, Selasa (27/11) Pukul 20.00 Wit yang melibatkan Mobil Truck nomor polisi DS 9088 AE yang dikemudikan JM (48) warga Waena dengan sepeda motor Suzuki Shogun 125 nomor polisi DS 5470 AI yang dikendarai Abdul Rahman (38) warga Kampung Holtekamp.


Kapolres Jayapura Kota AKBP Gustav R. Urbinas, S.H., S.IK melalui Kapolsek Muara Tami AKP D.P Kalahatu, S.H ketika dikonfirmasi membenarkan kecelakaan antara mobil truck dan sepeda motor tersebut di wilayah hukumnya.

Kapolsek mengatakan, kecelakaan berawal saat mobil truck nomor polisi DS 9088 AE yang dikemudikan JM (48) yang hendak mundur dari parkirannya untuk masuk ke badan jalan langsung menjalankan kendaraannya tanpa memperhatikan kendaraan yang melintas, disaat yang bersamaan datang sepeda motor Suzuki Shogun nomor polisi DS 5470 AI yang dikendarai Abdul Rahman (38) dari arah Koya Barat menuju Holtekamp hingga kecelakaan tak terhindarkan.

"Akibat kecelakaan tersebut Abdul Rahman pengendara sepeda motor harus mengalami luka di kening sebelah kiri serta sobek pada dibagian samping telinga dan dilarikan ke Puskesmas Koya Barat untuk mendapatkan perawatan medis, kemudian untuk kerugian material diperkirakan sekitar 500 ribu rupiah," Ungkap Kapolsek.

Dirinya juga menambahkan, kasus kecelakaan tersebut telah ditangani Unit Lakalantas Polsek Muara Tami dimana pihaknya telah mendatangi TKP dan mengamankan barang bukti serta membuat laporan polisi untuk tindak lanjut kasus tersebut kedepannya.(HumasPoldaPapua)

Berkas Kasus Lengkap, 3 Pemilik Ganja Diserahkan ke Kejari Jayapura

Posted: 05 Dec 2018 06:30 PM PST

Berkas Kasus Lengkap, 3 Pemilik Ganja Diserahkan ke Kejari JayapuraJAYAPURA, LELEMUKU.COM - 3 Kasus dengan 3 tersangka bersama barang bukti kasus kepemilikan Narkotika jenis Ganja yang dalam proses penyidikan Satuan Narkoba Polres Jayapura Kota telah dinyatakan berkas lengkap/P. 21 oleh Jaksa Penuntut Umum di Kantor Kejaksaan Negeri Jayapura.

Ketiga tersangka yakni PK Alias Pet (22), AM Alias Lia (23) dan HY Alias Herman (26) siang tadi telah diserahkan penyidik Satuan Narkoba Polres Jayapura Kota ke Jaksa Penuntut Umum di Kantor Kejaksaan Negeri Jayapura karena berkas penyidikannya telah dinyatakan lengkap, Senin (26/11) Siang.


Kapolres Jayapura Kota AKBP Gustav R. Urbinas, S.H., S.IK melalui Kasat Narkoba AKP MBY Hanafiah, S.H., S.IK ketika ditemui diruang kerjanya membenarkan penyerahan ketiga tersangka tersebut.

Kasat menerangkan, ketiganya tertangkap saat hendak naik kapal penumpang di area Dermaga Pelabuhan laut Jayapura di waktu yang berbeda, dimana PK Alias Pet ditangkap pada Rabu (22/08) Pukul 13.00 Wit bersama barang bukti ganja sebanyak 4,4 gram.

"Sementara AM Alias Lia yang berjenis kelamin Perempuan tertangkap pada Rabu (05/09/18) Pukul 06.30 Wit bersama barang bukti Ganja kering sebanyak 495,65 gram, sedangkan HY Alias Herman (26) ditangkap pada Senin (30/07) Pukul 22.00 Wit bersama barang bukti sebanyak 1.171,4 gram," Ungkap Kasat.

Dirinya juga menambahkan, Ketiganya telah diserahkan penyidik kepada Jaksa Penuntut Umum di Kantor Kejaksaan Negeri Jayapura untuk dilanjutkan proses hukum ke tahap selanjutnya di sidang pengadilan, dimana terhadap ketiganya masing-masing dikenakan Pasal 111 Ayat (1) UU RI No.35 Tahun 20019 tantang Narkotika dengan ancaman hukuman 12 Tahun Penjara.(HumasPoldaPapua)

Aparat Temukan 16 Jenazah di Mbua, 3 Karyawan Istaka Selamat

Posted: 05 Dec 2018 06:15 PM PST

TIMIKA, LELEMUKU.COM - Komandan Resor Militer (Danrem) 172/Praja Wira Yanti Kolonel Inf. Jonathan Binsar P. Sianipar mengatakan, sebanyak 3 karyawan Istaka Karya yang dikabarkan hilang kini telah ditemukan dalam kondisi selamat pasca pembantaian yang dilakukan oleh kelompok separatis bersenjata pada Minggu (2/12) lalu.

"Memang dilaporkan dari Yigi ke Mbua personel yang melakukan evakuasi masih diganggu oleh kelompok bersenjata dan sekarang masih terjadi kontak tembak. Kemudian di pagi tadi ada 3 karyawan Istaka Karya yang selamat," kata Danrem Sianipar di Timika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua pada Kamis (6/12).

Sementara itu, hingga hari ke empat pasca pembantaian personel gabungan telah menemukan sebanyak 16 jenazah dan mendapati 3 orang yang merupakan karyawan PT Istaka Karya dalam kondisi selamat dan sedang dilakukan evakuasi dari titik lokasi penemuan.

"Jadi sampai dengan pagi ini sudah ada 16 jenazah yang kami temukan dan sekarang sedang evakuasi dari titik-titik yang kita temukan sampai menuju ke Mbua," ungkapnya.

Dirinya berharap kedepan ada banyak karyawan yang ditentukan baik yang sudah meninggal maupun yang masih hidup sehingga bisa segera dievakuasi ke Timika untuk proses perawatan maupun proses identifikasi oleh pihak Kepolisian.

"Jadi kita harapkan semakin banyak lagi yang ditemukan untuk dievakuasi apabila terkumpul rencana kami akan evakuasi ke Timika, baik yang masih hidup maupun yang meninggal," harapnya.

Danrem Sianipar juga menambahkan, dalam evakuasi tersebut pihaknya telah menyiapkan beberapa peralatan baik sarana komunikasi, kantong jenazah maupun alat berat berupa excavator beserta operator yang akan membuat lokasi pendaratan helikopter untuk melakukan evakuasi korban.

"Jadi hari ini kita akan droping dulu, nanti beberapa personel akan membantu, kemudian ada bebapa perlengkapan yang akan dibutuhkan selama evakuasi pada saat evakuasi, dan juga ada beberapa alat elektronik yang dibutuhkan disana termasuk kita menyiapkan operator Beko yang menyiapkan landasan untuk kesiapan heli nanti," tambahnya.

Hingga hari keempat proses evakuasi berlangsung, kini sebanyak 3 korban berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Ketiga karyawan tersebut bernama Johny Arung, Tarki dan Mateus. Sementara itu kemarin sebanyak 7 orang karyawan Istaka Karya, dan 6 orang pekerja bangunan Puskesmas Mbua, beserta 2 orang pekerja SMP Mbua ditemukan selamat dan telah di evakuasi, sedangan sebanyak 16 orang ditemukan meninggal dunia saat dilakukan penyisiran. (Ricky Lodar)

Korem Binaiya Gelar Latgulbencal Gempa Bumi di Amahai

Posted: 05 Dec 2018 06:07 PM PST

Korem Binaiya Gelar Latgulbencal Gempa Bumi di Amahai
MASOHI, LELEMUKU.COM - Sebagai Komando Kewilayahan mempunyai tugas membantu Pemerintah Daerah dalam menangani bencana alam. Seperti dalam Latgulbencal gempa bumi, seluruh unsur-unsur yang terlibat, diharapkan mampu melaksanakan komando pengendalian dan kerjasama antar unsur yang terlibat.

Hal ini ditunjukkan oleh Komando Resor Militer (Korem)  151/Binaiya yang menjalani Pelaksanaan Latihan Penanggulangan Bencana Alam (Latgulbencal) untuk memaksimalkan penanganan bencana alam saat terjadi gempa bumi, kegiatan tersebut dilaksanakan di Amahai Komplek, Maluku Tengah, Rabu (05/12).

Kegiatan latihan yang diikuti oleh ratusan prajurit dari jajaran Korem 151/Binaiya ini, setelah menerima pembekalan materi secara teori dari masing-masing pembawa materi, dilanjutkan pengenalan dan praktek tata cara operasional alat perlengkapan yang digunakan dalam penanggulangan bencana gempa bumi, seperti evakuasi korban.

Diharapkan dengan kegiatan ini akan tercapai kesepahaman dari masyarakat  dalam menangani kasus bencana alam yang bisa saja terjadi wilayah Maluku khusus nya Maluku Tengah. (Penrem151)

Dewan Pers Nilai Kriminalisasi Jubir KY Ancam Kebebasan Pers

Posted: 05 Dec 2018 05:53 PM PST

Dewan Pers Nilai Kriminalisasi Jubir KY Ancam Kebebasan PersJAKARTA, LELEMUKU.COM - Dewan Pers menilai langkah penyidik Polda Metro Jaya, yang menindaklanjuti pelaporan juru bicara Komisi Yudisial (KY) Farid Wajdi, mengancam kebebasan pers. Farid dilaporkan 64 hakim Mahkamah Agung (MA) dengan tudingan pencemaran nama baik ke Polda Metro Jaya.

Pelaporan tersebut berkaitan dengan tanggapan Farid soal penyelenggaraan turnamen tenis yang digelar Persatuan Tenis Warga Pengadilan (PTWP) MA dalam artikel Harian Kompas yang berjudul "Hakim di Daerah Keluhkan Iuran".

Ketua Komisi Pengaduan Dewan Pers, Imam Wahyudi mengatakan, pelaporan tersebut dapat membuat narasumber menjadi takut. Sehingga nantinya publik akan dirugikan karena tidak mendapat informasi dari media.

"Kemerdekaan pers ini bukan semata-mata bermanfaat untuk pers, tapi juga untuk publik. Coba kita bayangkan kalau kemudian semua narasumber menjadi takut untuk menyampaikan informasi atau pendapat ke pers, maka yang rugi adalah publik secara luas," jelas Ketua Komisi Pengaduan Dewan Pers, Imam Wahyudi saat dihubungi VOA, Rabu (5/12).

Imam Wahyudi menjelaskan lembaganya telah mengirimkan surat penjelasan terkait kasus ini ke Polda Metro Jaya. Dalam surat tersebut, Dewan Pers menyatakan kasus Farid Wajdi merupakan sengketa pers. Karena itu, penyelesaiannya cukup dilakukan di Dewan Pers sesuai dengan Undang-undang Pers Nomor 40 Tahun 1990. Selain itu, Dewan Pers juga telah melakukan pendekatan internal kepada Polda Metro Jaya dalam penyelesaian kasus ini.

Sementara itu, Direktur Eksekutif LBH Pers Ade Wahyudin mengatakan kriminalisasi terhadap narasumber bukan kali pertama terjadi. Narasumber lainnya yang juga dilaporkan ke polisi yaitu aktivis LSM antikorupsi ICW Emerson Yuntho dan Adnan Topan Husodo, aktivis Indonesian Legal Roundtable (ILR) Erwin Natosmal Oemar dan mantan penasehat KPK Said Zainal Abidin.

"Jadi dalam perkara pemidanaan terhadap narasumber. LBH Pers mendesak pihak kepolisian berkoordinasi kepada Dewan Pers karena ini terkait dengan produk jurnalistik yang seharusnya diselesaikan dengan sengketa pers, hak jawab atau hak koreksi," jelas Ade kepada VOA.

Ade menambahkan kriminalisasi narasumber juga akan merugikan publik dan pers. Sebab dikhawatirkan narasumber yang takut akan melakukan swasensor yang dapat mengakibatkan ketidakjernihan informasi yang diterima wartawan.

Dalam kasus ini, Farid Wajdi sudah dipanggil kepolisian sebagai saksi hingga tiga kali. Namun, Farid hanya dua kali menghadiri pemanggilan tersebut, terakhir pada Rabu, 5 Desember 2018.

Kendati kasus ini terus bergulir, Ketua KY Jaja Ahmad Jayus mengatakan hubungan antara MA dan lembaganya tetap baik. Meski demikian, KY tetap memberikan dukungan dan bantuan hukum kepada juru bicaranya.

"Secara kelembagaan, lembaga tetap berjalan, berproses. Kalau ada laporan yang berkaitan dengan itu, hasil investigasi yang berkaitan dengan itu, tetap jalan secara kelembagaan. Dan hubungan KY dengan Ketua MA biasa-biasa saja,"

Jayus mengatakan kasus tersebut tidak membuat hubungan antara KY dan MA memburuk. Dia mengaku masih bertemu dengan Ketua MA Hatta Ali beberapa hari sebelum dipanggil polisi.

Ahmad Jayus berharap kasus pelaporan Farid Wajdi dapat diselesaikan melalui proses penyelesaian sengketa pers sesuai rekomendasi dari Dewan Pers. VOA sudah berusaha mengkonfirmasi perihal sengketa pemberitaan yang berujung kriminalisasi ini ke juru bicara MA dan Polda Metro Jaya. Namun tidak ada respons dari kedua lembaga tersebut.  (VOA)

Babinsa di Koramil Selaru Anjangsana ke Rumah Warga

Posted: 05 Dec 2018 11:00 AM PST

Babinsa di Koramil Selaru Anjangsana ke Rumah Warga
ADAUT, LELEMUKU.COM - Salah satu peran keberadaan Babinsa di wilayah adalah membina teritorial. Merekalah menjadi sosok dimana menjadi tempat mengadu masyarakat terkait hal-hal yang berdampak pada keamanan nasional.

Babinsa dituntut untuk dapat memetakan kondisi teritorialnya. Setiap saat pemetaan diaktualkan sehingga jika terjadi sesuatu di wilayah bisa diketahui dengan cepat.

Hal tersebut ditunjukkan seperti yang dilaksanakan Babinsa 1507-04/Selaru, Kodim 1507/Saumlaki, Kopda Soni Sirmalay melaksanakan anjangsana di rumah ibu Siti salah satu masyarakat Desa binaanya, Rabu (05/12).

Dengan anjangsana, Kopda Soni Sirmalay langsung bertatap muka dengan ibu Siti. Hal seperti inilah yang sangat diperlukan oleh Babinsa untuk mengetahui segala permasalah yang terjadi serta membantu memecahkan segala masalah ataupun kendala yang mungkin terjadi di wilayah desa binaan. (Penrem151)

Atlet Yongmoodo Raih Juara 4 Kejurnas Kasad Cup 2018

Posted: 05 Dec 2018 10:30 AM PST

Atlet Yongmoodo Raih Juara 4 Kejurnas Kasad Cup 2018DENPASAR, LELEMUKU.COM - Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad), Letnan Jenderal TNI Tatang Sulaiman menutup dengan resmi ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Kasad Cup ke-8 Tahun 2018, bertempat di GOR Praja Raksaka, Kepoan, Denpasar, Bali.

Sebanyak dua puluh satu (21) atlet Yongmoodo  yang diberangkatkan Kodam XVI/Pattimura ke ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Kasad Cup ke-8 Tahun 2018 di Bali, 22-30 November, harus puas menempati juara ke 4 pada ajang tersebut.

Atas upaya kerja keras dan semangat yang pantang menyerah serta berlatih, kontingen Yongmoodo Kodam XVI/Pattimura akhirnya harus puas berada pada juara ke 4 dari 44 kontingen yang mengikuti kejuaraan tersebut, dengan memperoleh Medali sebanyak 6 medali diantaranya, 1 Medali Emas, 2 Medali Perak dan 3 Medali Perunggu.

Juara ketiga diraih kontingen Pengda Sumatera Utara dengan memperoleh 2 Medali Emas, Juara kedua diraih oleh kontingen Kodam XIV/Hasanuddin dengan memperoleh 2 Emas dan 1 Perunggu, dan yang berhasil keluar sebagai juara satu adalah kontingen Kopassus dengan perolehan 3 Medali Emas, 3 Perak dan 2 Perunggu.

Para atlet Kodam XVI/Pattimura yang berhasil menyumbang medali antara lain Medali Emas atas nama Prada Fajar Subhan yang merupakan prajurit Yonif RK 732/Banau, Medali Perak Serda (K) Pniel Mirrah Magdalena Agaki satuan Ajendam XVI/Pattimura dan Pratu Mariyo dari Yonif 734/SNS sedangkan untuk peraih Medali Perunggu Kopda Franklen Mahulette dan Praka Alexander Inuhan dari satuan Yonif Raider 733/Masariku, dan 1 medali Perunggu lainya berasal dari kategori komite beregu. (Pendam16)

Said Assagaff Pimpin Upacara HUT Korpri ke-47 di Maluku

Posted: 05 Dec 2018 10:18 AM PST

Said Assagaff Pimpin Upacara HUT Korpri ke-47 di MalukuAMBON, LELEMUKU.COM – Gubernur Maluku, Ir Said Assagaf memimpin upacara Peringatan HUT Ke-47 Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Tahun 2018 Provinsi Maluku bertempat di Lapangan Merdeka, Ambon, dengan tema "Melayani, Bekerja dan Menyatukan Bangsa", yang diikuti oleh seluruh ASN yang berada di Kota Ambon,.

Kegiatan HUT ini dihadiri oleh Kapolda Maluku, Kasdam XVI/Pattimura Brigjen TNI Asep Setia Gunawan, S.I.P., Aspers Kasdam XVI/Pattimura, Danpasmar Lantamal IX Ambon, Kadispers Lanud Pattimura, Pejabat Forkopimda Kota Ambon, Para Pimpinan SKPD Prov Maluku, Tokoh-Tokoh Lintas Agama, Serta tamu undangan lainnya.

Gubernur Maluku membacakan amanat Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo, yang mengatakan selama 47 tahun, Korpri beserta seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara telah memberikan kontribusi besar terhadap masyarakat, bangsa dan negara. Korpri telah menjadi salah satu pengikat dalam memperkokoh persaudaraan dan persatuan nasional dalam keberagaman. Jajaran Aparatur Sipil Negara telah menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, dan menjadi motor penting dalam pembangunan nasional. Jajaran Aparatur Sipil Negara juga ikut serta menjadi teladan masyarakat dalam mengedepankan budi pekerti, etika dan profesionalisme.

"Atas peran-peran besar tersebut, atas nama seluruh rakyat lndonesia saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya. Apa yang telah kita capai sampai hari ini, tidak terlepas dari peran serta jajaran Aparatur Sipil Negara yang bekerja di semua sektor, semua level pemerintahan, dan semua wilayah di lndonesia serta perwakilan di luar negeri. Apresiasi sebesar-besarnya dari kami untuk para Aparatur Sipil Negara yang bertugas di daerah terpencil dan di pulau-pulau terluar yang bekerja penuh dedikasi dengan segala keterbatasan yang dihadapi. Untuk itu, pemerintah selalu memberikan prioritas untuk meningkatkan kesejahteraan Aparatur Sipil Negara melalui peningkatan penghasilan serta dukungan terhadap jaminan kesehatan, perumahan dan pensiun. Sekali lagi kami menyampaikan banyak terima kasih", kata Presiden.

Lebih lanjut dikatakan, Revolusi lndustri 4.0 telah membawa perubahan lanskap sosial, politik, ekonomi dan budaya di seluruh dunia. Perkembangan teknologi informasi, terutama pengkomputeran dan media sosial, memang memfasilitasi cara kerja birokrasi. Namun, teknologi tersebut juga memfasilitasi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan menuntut pelayanan yang lebih baik dari Aparatur Sipil Negara.

Pemanfaatan teknologi oleh masyarakat dan juga dunia usaha untuk menyampaikan aspirasinya tersebut akan menjadi beban Aparatur Sipil Negara jika tidak diikuti dengan perubahan kerja. Mau tidak mau, Aparatur Sipil Negara harus melayani masyarakat dengan sungguhsungguh, meningkatkan kualitas kerja dan tata kelola pemerintahan, serta menjaga akuntabilitas.

Kegiatan dilanjutkan dengan Penekanan Tombol Aplikasi Biro Umum Smart Service dan Launcing Pengembangan System Informasi Pariwisata Maluku, oleh Gubernur Maluku. (Pendam16)

274 Prajurit Kodam Pattimura Ikuti Tes Garjas

Posted: 05 Dec 2018 10:06 AM PST

274 Prajurit Kodam Pattimura Ikuti Tes GarjasAMBON, LELEMUKU.COM - Sebanyak 274 personel jajaran Kodam XVI/Pattimura baik Perwira, Bintara dan Tamtama mengikuti Tes Garjas dalam rangka Usul Kenaikan Pangkat (UKP) periode 1-4-2019 yang dilaksanakan terpusat dibagi menjadi beberapa gelombang selama 4 hari (3 s.d 7 Desember 2018) di Lapangan Rindam XVI/Pattimura dan Lapangan Tahapary Polda Maluku (tes kesegaran "A" ) dan tes kesegaran "B" di Kolam Renang Waiheru (tes ketangkasan renang militer).

Tes Garjas UKP merupakan salah satu tes di jajaran Angkatan Darat (AD) yang harus dihadapi prajurit berupa kesemaptaan jasmani dan renang militer untuk pengusulan Kenaikan Pangkat satu tingkat lebih tinggi.

"Kegiatan kesegaran jasmani (garjas) yang dilaksanakan ini, meerupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi oleh setiap prajurit dalam rangka Usul Kenaikan Pangkat (UKP) satu tingkat lebih tinggi," terang Mayor Inf Totok Yudiono, S.Pd. selaku kordinator Garjas UKP jajaran Kodam XVI/Pattimura pada Senin (3/12).

"Oleh karenanya, kepada setiap prajurit jajaran Kodam XVI/Pattimura harus dapat secara maksimal mencapai nilai yang memenuhi kriteria menurut kategori usia prajurit. Bila tidak memenuhi kriteria yang ditentukan, otomatis prajurit tersebut tidak dapat diusulkan kenaikan pangkatnya", ujar Mayor Inf Totok Yudiono, S.Pd.

Pada kesempatan yang sama, Kajasdam XVI/Pattimura Kolonel Arm Eko Setyadi menghimbau kepada para prajurit agar selalu memanfaatkan kegiatan pembinaan fisik yang dilaksanakan satuannya, hal ini guna untuk mengetahui kemampuan yang dimilikinya. Kegiatan pembinaan fisik di satuan agar dilaksanakan secara terukur dan terarah sesuai program kerja dan protap masing-masing satuan.

Kajasdam memberikan penekanan kepada personil yang melaksanakan Garjas, agar mengutamakan faktor keamanan sebelum, selama dan sesudah pelaksanaan kegiatan.

Garjas UKP prajurit jajaran Kodam XVI/Pattimura disupervisi langsung dari tim pusat dan tim Jasdam XVI/Pattimura dengan dibantu panitia penyelenggara dari Spers Kodam XVI/Pattimura.

Adapun rangkaian kegiatan pada pelaksanaan Tes Garjas UKP meliputi tes kesegaran jasmani A lari jarak 3.200 m, tes kesegaran B pull up, sit up, push up dan shuttle run serta tes ketangkasan renang militer dasar jarak 50 m pakaian PDL tanpa helm dan senjata. (Pendam16)

TP-PKK Papua Dukung Penghapusan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

Posted: 05 Dec 2018 09:42 AM PST

TP-PKK Papua Dukung Penghapusan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak
JAYAPURA, LELEMUKU.COM - Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Papua memastikan bakal memberi dukungan penuh terhadap segala bentuk penghapusan terhadap tindakan kekerasan bagi perempuan dan anak.

Hal demikian disampaikan, Ketua TP PKK Papua Yulce W. Enembe di Jayapura, kemarin.

Oleh karenanya, kita mengajak seluruh elemen masyarakat di Provinsi Papua untuk mengupayakan penghapusan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak dimulai dari diri sendiri atau sa (saya,red)".

Sebab menurut survei yang dilakukan oleh UNDP pada 2016 lalu, di 4 kabupaten, yakni Jayawijaya, Jayapura, Manokwari dan Sorong, 3 dari 5 perempuan pernah mengalami paling tidak satu bentuk kekerasan fisik atau kekerasan seksual.

Sementara satu dari tiga perempuan pernah mengalami kekerasan emosional, 3 dari 4 perempuan pernah mengalami tekanan atau perilaku dikendalikan oleh laki-laki.

"Laporan ini juga menyebutkan sebanyak 13 persen perempuan melaporkan pernah dipaksa berhubungan seks sejak usia 15 oleh orang selain pasangan intim mereka. Bahkan dari sisi frekuensi, secara keseluruhan, 1 dari 7 laki-laki pernah melakukan suatu bentuk perkosaan terhadap pasangan atau bukan pasangan, setidaknya sekali dalam hidup mereka," kata dia. 

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan menyampaikan pentingnya peran kaum perempuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta berpolitik. Dimana memiliki perempuan yang strategis dalam memberantas tindak pidana korupsi.

Hal demikian bukan tanpa alasan, sebab kaum perempuan dapat berperan menjadi agen pencegahan korupsi yang dimulai dari lingkungan keluarga. (DiskominfoPapua)

Pemprov Papua Nilai Pembantaian 31 Pekerja di Nduga, Pelanggaran HAM Berat

Posted: 05 Dec 2018 09:39 AM PST

 Pemprov Papua Nilai Pembantaian 31 Pekerja di Nduga, Pelanggaran HAM BeratJAYAPURA, LELEMUKU.COM - Pemerintah Provinsi Papua menyebut ulah sadis kelompok bersenjata yang membantai 31 pekerja pembangunan jalan, di Kali Yigi dan Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Minggu (2/12) sebagai pelanggaran HAM berat.

Asisten Bidang Pemerintahan Sekda Papua Doren Wakerkwa bahkan menyebut pembunuhan warga sipil ini sebagai sebuah tindakan keji yang telah mengganggu keamanan nasional. Sebab banyak jumlah korban jiwa, yang dikabarkan mencapai 31 orang.

"Pembunuhan ini sudah masuk kategori itu (pelanggaran HAM berat). Kan menembak orang itu pelanggaran HAM. Bagaimana bilang tidak melanggar HAM kalau sudah membunuh 31 orang. Mereka brutal (membunuh) sehingga sudah (masuk kategori) pelanggaran HAM besar (berat) yang mengacaukan keamanan di Papua," terang Doren, di Jayapura, Selasa (4/11).

Doren yang baru-baru ini menjabat Caretaker Bupati Nduga meminta pihak kepolisian dan TNI untuk segera turun melakukan penyisiran, pengejaran, penangkapan dan mengadili para pelaku pembunuhan tersebut. 

Sebab tindakan itu, turut berdampak pada pembangunan jalan Trans Papua yang diselenggarakan pemerintah pusat, guna membuka isolasi wilayah dan menghubungkan antara wilayah Jayapura – Wamena.

"Makanya saya harap seluruh rakyat dan pemda setempat dapat membantu, mendorong dan memfasilitasi polisi maupun dengan TNI untuk menyisir pelaku penembakan yang mengacau keamanan," tegasnya lagi.

Pada kesempatan itu, Doren mengharapkan pemerintah pusat dapat menginstruksikan pihak keamanan guna melakukan operasi (penangkapan pelaku pembunuhan 31 pekerja) secara nasional.

"Karena kasus ini juga sudah menjadi masalah keamanan nasional. Dan kami pemerintah tidak setuju dengan tindakan itu," tegas dia.

Sebelunya, sebanyak 31 orang yang bekerja di perusahaan milik BUMN PT Istaka Karya, yang saat ini bekerja untuk membuka isolasi di wilayah pegunungan tengah, dibunuh oleh anggota KKB.

Sampai saat ini jenazahnya belum bisa diambil, sebab lokasinya jauh dari ibukota Nduga dan Kabupaten Jayawijaya. (DiskominfoPapua)

Doren Wakerwa Minta BPTP Dorong Petani Papua Gunakan Teknologi

Posted: 05 Dec 2018 09:33 AM PST

Doren Wakerwa Minta BPTP Dorong Petani Papua Gunakan Teknologi
JAYAPURA, LELEMUKU.COM - Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) diminta mendorong dan memberikan penyuluhan teknologi kepada dinas terkait agar dapat menanam sayur mayur melalui teknologi yang diarahkan kepada petani memenuhi pelaksanaan PON XX tahun 2020.

"Ribuan peserta PON akan datang di Papua, mereka membutuhkan sayur-sayuran," kata Gubernur Papua, Lukas Enembe, SIP, MH dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten I Bidang Pemerintahan Sekda Papua, Doren Wakerwa, SH pada Temu Aplikasi Paket Teknologi Pertanian di Jayapura, Selasa (4/12).

Untuk itu, Gubernur Enembe meminta sektor pertanian disiapkan untuk mendukung pelaksanaan PON itu, terutama bagi masyarakat yang ada di Kabupaten Keerom, Jayapura dan Kota Jayapura.

"BPTP dapat melaksanakan konektivitas dengan dinas pertanian, perkebunan dan dinas perikanan melalui penyuluhan teknologi," ujarnya.

Gubernur Enembe menyebut dalam mendukung ketersedian kebutuhan PON itu, dibutuhkan kaloborasi instansi terkait, agar dapat mendukung kegiatan pemerintah yang akan menyelenggarakan PON.

"Tanam, petik dan olah harus dibuktikan pada tahun 2020. Jangan kita cuma bicara, tetapi hasilnya tidak ada," tandasnya.

Dengan harapan sayur-sayuran tidak perlu didatangkan dari luar Papua, tetapi memanfaatkan sayur lokal.

Untuk itu, Gubernur Enembe minta semua sektor harus menyiapkan mulai dari sekarang dengan dukungan BPTP.

"Adanya rekomandasi teknologi lebih menegaskan pemanfaatan teknologi sebagai materi penyuluhan untuk mempersiapkan sumber daya manusia pertanian agar lebih tahu untuk memanfaatkan teknologi," imbuhnya.  (DiskominfoPapua)

Pemprov Papua Siap Dorong Peningkatan Pajak Bahan Bakar

Posted: 05 Dec 2018 09:29 AM PST

Pemprov Papua Siap Dorong Peningkatan Pajak Bahan BakarJAYAPURA, LELEMUKU.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua mendorong peningkatan penerimaan daerah yang bersumber dari pajak bahan bakar kendaraan bermotor seiring dengan bertambahnya jumlah kendaraan bermotor serta tingkat konsumsi bahan bakar yang meningkat pertahunnya.

Menurut Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Anni Rumbiak mengatakan, penerimaan pajak bahan bakar kendaraan bermotor 2018, dinilai bertambah dibanding sebelunya. Untuk itu, dia berharap instansi terkait dapat terus mendorong peningkatan pajak bahan bakar, guna mendukung pelaksanaan pembangunan demi mewujudkan Papua bangkit, mandiri dan sejahtera yang berkeadilan.

"Realisasi Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBB-KB) Rp 163.760.680.792 atau telah mencapai 99,85 persen dari target Rp164.000.000.000. Untuk itu, kita dorong terus agar terjadi peningkatan pajak bahan bakar di Papua pada masa mendatang," terang Anni Rumbiak pada Rapat Koordinasi dan Rekonsiliasi Penerimaan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBB-KB) serta Rapat Konsultasi Kesamsatan dengan para Dealer dan Sub Dealer di wilayah Papua, Selasa, (4/12), di Jayapura.

Ia katakan, untuk Pajak Kendaraan Bermotor (PKB ) Papua di 2018, dipastikan saat ini sudah melebihi target yang dicanangkan. Dimana untuk realiasasi penerimaan PKB sampai dengan November 2018, telah mencapai Rp 214.347.045.828. Angka ini naik 3,8 persen dari target sebelumnya yakni, Rp 207.208.420.000.

Anni mengapresiasi kenaikan dua jenis pajak daerah tersebut, sehingga pada masa depan dirinya mengharapkan seluruh pihak terkait dapat mempertahankan serta meningkatkan realisasi penerimaannya.

Sebab hal demikian, sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun perkiraan penerimaan daerah, khususnya penerimaan PKB dan Bea Balik Nama Kendaraan bermotor (BBN-KB) tahun anggaran 2019.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Papua Gerson Jitmau, mengatakan untuk mencapai target pendapatan dari PKB  dan bahan bakar sebagaimana instruksi staf ahli gubernur, pihaknya berupaya akses pembayaran pajak oleh masyarakat.

"Sebelumnya pun kami sudah membuka Outlet Samsat di Mall Jayapura maupun mengadakan mobil samsat keliling".

"Harapannya dari kegiatan ini, pajak kendaraan bermotor dan pajak bahan bakar bisa menjadi salah satu sektor penyumbang pajak terbesar Papua di masa depan.  Sebab patutu diakui, sampai saat ini Provinsi Papua masih bergantung pada sektor pajak sebagai salah satu andalan pendapatan asli daerah. Sektor pajak kendaraan bermotor menjadi yang paling favorit dalam pemasukan PAD tersebut," pungkasnya. (DiskominfoPapua)

Disbun Papua Siapkan Benih Pangan Lokal di Lima Klaster

Posted: 05 Dec 2018 09:23 AM PST

Disbun Papua Siapkan Benih Pangan Lokal di Lima KlasterJAYAPURA, LELEMUKU.COM - Guna mendukung penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020 di bumi cenderawasih, Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Papua dalam program kerja 2019 mendatang bakal menyebar benih pangan lokal di lima klaster penyelenggaraan iven empat tahunan itu.

Menurut Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Ppaua John Nahumury, penyediaan benih unggul pangan lokal bermutu tinggi ini diharapkan menjadi produk yang bakal dikonsumsi oleh para atlet saat pagelaran PON 2020.

Dilain pihak, dapat dijadikan sebagai oleh-oleh bagi para atlet maupun official yang hendak kembali ke daerahnya masing-masing. "Sebab yang utama dari penyebaran benih ini adalah untuk memberikan dampak positif bagi peningkatan pendapatan petani perkebunan," terang dia di Jayapura, kemarin.

Masih dikatakan, bantuan benih yang disebar di lima klaster tersebut nantinya diserahkan kepada kelompok masyarakat. Benih tersebut diantaranya sagu, ubi, kopi dan kakao yang diharapkan diolah untuk perhelatan PON XX pada 2020.

Pihaknya dalam waktu dekat akan bersinergi dengan pemerintah pusat berkenaan dengan partisipasi mereka dalam perhelatan PON. "Artinya kita akan menanyakan peranan pusat dalam tahun anggaran 2019 mendatang mengenai apa yang bisa dibantu untuk menyukseskan PON XX 2020. Sehingga bisa terjadi sinergi maupun kolaborasi antara kami di daerah dengan pusat untuk mendukung PON," terang dia.

Sementara Gubernur Papua Lukas Enembe dalam satu kesempatan meminta agar instansi terkait segera memastikan produk-produk yang akan dibuat menjadi makanan dan minuman serta oleh-oleh peserta PON XX tahun 2020.

Pihaknya pun mengimbau pemerintah kabupaten dan kota se-Papua, agar dapat membuat produk-produk turunan dari komoditas perkebunan asal Papua seperti kopi, kelapa, kakao dan sagu untuk PON XX tahun 2020.

Hal tersebut untuk memberikan dampak positif bagi peningkatan pendapatan dan kesejahteraan bagi petani perkebunan dan perlu usaha yang bergerak dibidang perkebunan di Provinsi Papua. (DiskominfoPapua)

Terkait Pembantaian di Nduga, DPRP Harap Jokowi Cari Solusi Perdamaian

Posted: 05 Dec 2018 09:16 AM PST

Terkait Pembantaian di Nduga, DPRP Harap Jokowi Cari Solusi Perdamaian
JAYAPURA, LELEMUKU.COM - Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) Laurenzus Kadepa menyatakan dukanya atas peristiwa penyerangan dan pembantaian terhadap sejumlah pekerja PT Istaka Karya pada Minggu (2/12) dilakukan saat mereka tengah membangun jembatan di Kali Yigi dan Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga

"Saya turut berduka yang paling dalam kepada 31 orang yang tewas di Nduga," ujar Kadepa melalui seluler pada Selasa (4/12) malam.

Dikatakan ini merupakan tindakan keji yang tidak manusiawi, sebab para pekerja itu merupakan sesama yang harus dihormati dan dihargai keberadaanya. Apalagi guna membantu pembangunan daerah.

"Sesuai informasi, mereka (31 orang) hanya pekerja kontraktor. dan dugaan sementara pelaku adalah kelompok sipil bersenjata. Saya ingin kasih tahu ya. Apa pun tujuannya, menghilangkan nyawa manusia adalah berdosa. Tetap berdosa. Apa lagi pembunuhan terhadap warga sipil," ujar dia.

Dikatakan, tindakan yang dilakukan oleh kelompok bersenjata ini harus ditelusuri kebenarannya, sehingga informasi yang pasti terkait peristiwa ini dapat diketahui bersama, termasuk para pelakunya.

"Saya belum tahu penyebab kelompok sipil bersenjata ini dengan segampang ini menghilangkan nyawa sebanyak 31 orang. Apa kah 31 orang ini bersenjata ??," tanya dia.

Kadepa berharap agar pihak manapun untuk tidak menggunakan Papua sebagai arena bertarung yang malah merugikan masyarakat Indonesia secara umum.

"Saya mau katakan kepada kelompok yang memilih jalan kekerasan (senjata) untuk mencapai suatu tujuan. Apakah untuk tujuan NKRI harga mati bagi (TNI Polri) maupun Papua Merdeka Harga Mati untuk (TPN- OPM). Tolong jangan korbankan rakyat sipil. Di tanah ini sudah banyak nyawa rakyat tak berdosa korban. Sayang sekali warga masyarakat Nduga yang terus menerus hidup dalam ketakutan trauma akibat kehadiran dua kelompok militer disana," ungkap dia.

Ia juga meminta agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai pemimpin yang kian fokus memperhatikan Tanah Papua agar selalu melihat sisi-sisi yang selama ini diabaikan, termasuk diantaranya pendekatan melalui solusi perdamaian.

"Demi kemanusiaan. Saya usul kepada Negara harus mencari solusi perdamaian jangka panjang. Sudah banyak rakyat sipil baik orang pendatang maupun orang asli Papua korban. Mohon dukungan doanya agar situasi kembali kondusif dan tidak ada masyarakat sipil yang jadi korban," harap dia.

Informasi terbaru yang dihimpun lelemuku.com, dari 31 orang yang dilaporkan dibunuh, sebanyak 15 orang yang diduga karyawan PT Istaka Jaya telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah aparat gabungan TNI/Polri melakukan penyisiran diarea puncak Tabo Distrik Yigi Kabupaten Nduga, Rabu (5/12).

Pihak keamanan gabungan TNI/Polri berhasil mencapai lokasi pembantaian dan melakukan penyisiran di lokasi dan mendapati sebanyak 15 jenazah yang diduga dibantai oleh KKSB pada tanggal 2 Desember lalu dan mendapati seorang korban bernama Johny Arung yang ditemukan dalam kondisi lemas saat berada didalam pos Mbua.

Secara keseluruhan korban yang telah dievakuasi selama dua hari sudah berjumlah 28 orang. Diantaranya,13 korban telah dievakuasi dalam kondisi selamat lada Selasa (4/12) kemarin dan 15 orang telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia  dalam penyisiran yang dilakukan oleh arapat keamanan TNI/Polri. (Albert Batlayeri)

Realisasi Pajak Kendaraan Bermotor di Papua Lampaui Target

Posted: 05 Dec 2018 08:10 AM PST

Realisasi Pajak Kendaraan Bermotor di Papua Lampaui TargetJAYAPURA, LELEMUKU.COM - Gubernur Papua, Lukas Enembe, SIP, MH mengungkapkan jika Pajak Kendaraan Bermotor (PKB ) Provinsi Papua tahun 2018 telah melebihi target.

Hal itu, disampaikan Gubernur Papua, Lukas Enembe dalam sambutannya yang dibacakan Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Anny Rumbiak pada kegiatan Rapat Koordinasi dan Rekonsiliasi Penerimaan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBB-KB) antara PT Pertamina (Persero) MOR VIII Jayapura dan Rapat Konsultasi Kesamsatan dengan para Dealer dan Sub Dealer di wilayah Papua, Selasa, (4/12).

Secara rinci, Gubernur Enembe menjelaskan, jika realiasasi penerimaan PKB sampai November 2018 mencapai Rp 214.347.045.828 atau 103,8 persen dari target sampai akhir tahun 2018 sebesar Rp 207.208.420.000 dan realisasi pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBB-BK) sebesar Rp 163.760.680.792 atau 99,85 persen dari target Rp 164.000.000.000.

Dikatakan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, kewenangan pemerintah Provinsi dalam mengelola pajak daerah berjumlah lima jenis pajak daerah yaitu Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) dan Pajak Air Permukaan (PAP), Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBB-KB) dan pajak rokok.

Diakui, seiring perkembangan waktu selama dilaksanakannya undang-undang itu, pajak daerah masih menempati urutan pertama sebagai penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Papua.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Pertamina (Persero) MOR VIII Jayapura dan para penyedia jasa lainnya telah memungut dan menyetor PBB-KB sesuai ketentuan yang berlaku serta para dealer/sub dealer yang telah melakukan penjualan kendaraan bermotor, sekaligus membantu merealisasikan PKB dan BBN-KB khususnya kendaraan bermotor baru," ungkap Gubernur Enembe.

Gubernur Enembe berharap penerimaan daerah yang bersumber dari PBB-KB itu mengalami kenaikan, seiring dengan bertambahnya jumlah kendaraan bermotor dan tingkat konsumsi bahan bakar kendaraan bermotor.

Untuk penerimaan PBB-KB tahun 2018 yang cukup tinggi diharapkan dapat dipertahankan dan ditingkatkan, karena kontribusi dari kedua pajak itu, akan menjadi primadona penerimaan pajak daerah dalam mewujudkan Papua Bangkit, Mandiri dan Sejahtera dan Berkeadilan.

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Papua, Gerson Jitmau, menambahkan, untuk mencapai target pendapatan dari PKB dan mempermudah akses masyarakat membayar pajak, Dispenda membuka Outlet Samsat di Mall Jayapura maupun Mobil Samsat Keliling.

Gerson Jitmau mengakui, pajak kendaraan bermotor menjadi salah satu sektor penyumbang pajak terbesar Papua selama ini.

"Pemprov Papua masih bergantung pada sektor pajak sebagai salah satu andalan PAD. Sektor pajak kendaraan bermotor menjadi yang paling favorit dalam pemasukan PAD tersebut," imbuhnya. (DiskominfoPapua)

SKK Migas Gelar Rapat Bahas Pengamanan KKKS Wilayah Maluku

Posted: 05 Dec 2018 07:18 AM PST

SKK Migas Gelar Rapat Pembahasan Kontrak Kerjasama dengan KKKS Maluku
AMBON, LELEMUKU.COM - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Papua dan Maluku (SKK Migas Pamalu) melaksanakan Rapat Pembahasan Kontrak Kerjasama Bantuan Pengamanan Objek Vital Nasional (Obvitnas) dengan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Wilayah Maluku dan Polda Maluku pada Selasa (4/12) dan Rabu (5/12) di Swis-bellhotel Kota Ambon, Provinsi Maluku.

Kegiatan tersebut di hadiri oleh Direktur Pengamanan Objek Vital (Dirpamobvit) Kepolisian Daerah (Polda) Maluku, AKP Ferdinan Pasasibu, S.IK, M.M; Kepala Dep Ops SKK Migas Pamalu, Anggraitaputra Srijono; Perwakilan Citic Seram Energy Ltd, Sugiharto; dan perwakilan Kalrez Petroleum (Seram) Ltd, Ati Sumiati.

Menurut rilis yang diterima Lelemuku.com, dalam rapat pembahasan tersebut di sepakati bersama untuk petugas yg melakukan pengamanan di Wilayah Kerja KKKS Citic berjumlah 10 orang dan KKKS Kalrez Berjumlah 7 orang.

Mekanisme pambayaran akan dilakukan dalam 2 termin oleh SKK Migas dengan mekanisme pemotongan dana panjar Kerja KKKS, untuk pembayaran termin pertama di bulan Januari 2019 dan termin ke dua di bulan Agustus 2019.

Selanjutnya rencana penandatanganan kontrak setelah di review oleh Legal KKKS Citic dan Kalrez akan dilaksanakan pada minggu ke 3 bulan Desember 2018. Hal ini akan dilakukan menunggu informasi lebih lanjut dari Polda Maluku. (HumasSKKMigas)

Saat Evakuasi Jenazah Sertu Handoko di Nduga, 1 Anggota Brimob Kena Tembak

Posted: 05 Dec 2018 06:50 AM PST

Jokowi Tidak Takut Teror Kelompok Bersenjata di Tanah PapuaKENYAM, LELEMUKU.COM - Bharatu Wahyu, anggota Brimob Yon B Kompi 3 Resimen II Pelopor tertembak saat terjadi kontak senjata antara satgas Tindak Polri Operasi Nemangkawi dengan kelompok bersenjata di sekitar Kampung Yigi, Distrik Yall, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua, Rabu (5/12) pukul 11.30 WIT.

Menurut Kabid Humas Polda Papua, Kombes Ahmad Mustofa Kamal, anggota Brimob itu terluka di bagian tangan saat tim gabungan hendak mengevakuasi jenazah Sertu Handoko, anggota Yonif 755/Yalet asal Merauke yang menjadi korban penyerangan di Pos TNI Mbua.

"Kondisi korban dalam keadaan sadar dan saat ini dirawat di RSUD Wamena setelah dievakuasi menggunakan helikopter," kata Kamal seperti diberitakan Antara, Rabu (5/12).

Saat ditanya tentang evakuasi jenazah karyawan PT Istaka Karya, Kamal yang mengaku berada di Wamena mengatakan belum dapat dilakukan karena berbagai faktor penyebab.

"Upaya evakuasi akan dilanjutkan Kamis (6/12), setelah aparat keamanan berhasil menguasai kawasan itu (kawasan yang dikuasai KKSB)," ucap Kamal.

Tercatat 25 karyawan PT Istaka Karya (Persero) yang mengerjakan pembangunan jembatan di Distrik Yall yang tersebar di kali Yigi dan kali Aurak, dan 19 orang dilaporkan tewas dalam insiden tersebut.

Empat orang berhasil melarikan diri ke Mbua dan saat ini dirawat di RSUD Wamena, Kabupaten Jayawijaya serta dua lainnya belum diketahui nasibnya.

Pada Minggu (2/12), kelompok bersenjata menyerang karyawan PT Istaka dan membunuh mereka baik yang ada di kali Yigi maupun kali Aurak, Distrik Yall, Kabupaten Nduga.

Kini, aparat gabungan sedang berupaya mengevakuasi 15 jenasah para korban dari kali Yigi dan sekitar gunung Tabo. (Albert Batlayeri)

Jokowi Tidak Takut Teror Kelompok Bersenjata di Tanah Papua

Posted: 05 Dec 2018 06:46 AM PST

Jokowi Tidak Takut Teror Kelompok Bersenjata di Tanah PapuaJAKARTA, LELEMUKU.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, Pemerintah Indonesia tidak takut dengan aksi pembunuhan yang diduga dilakukan oleh kelompok bersenjata terhadap sejumlah warga yang sedang bekerja melakukan pembangunan di Kabupaten Nduga, Provinsi Papua. Untuk itu, ia minta agar tugas berat membangun Papua terus dilanjutkan.

"Kita tidak akan pernah takut, dan ini malah membuat tekad kita membara untuk melanjutkan tugas besar kita membangun tanah Papua," kata Presiden Jokowi saat memberikan keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (5/12) siang.

Menurut Presiden, dirinya telah memerintahkan kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) agar pembangunan jalan Wamena, Kabupaten Jayawijaya menuju Kenyam hingga Mamugu, Kabupaten Nduga tetap diteruskan dan jalan Trans Papua sepanjang 4.600 kilometer harus segera diselesaikan. Dari Wamena ke Mamugu ini, lanjut Presiden, harus dibangun 35 jembatan.

"Ini tetap harus diselesaikan. Artinya, PU jalan terus untuk membangun tanah Papua serta untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," tegas Presiden Jokowi.

Presiden menjelaskan, bahwa pembangunan di Papua itu memang sangat sulit, baik dari segi medan, letak geografis, dan cuaca, di mana ketinggian wilayahnya mencapai 3.000-4.000 meter di atas permukaan laut.

Ia menyebutkan, dari Wamena ke Mamugu sepanjang 278 kilometer itu ketinggiannya di atas 3.000 meter sehingga diperlukan helikopter untuk dapat membawa alat berat dan aspal ke lokasi pembangunan.

"Jadi pembangunan yang sangat sulit seperti itu yang harus diketahui masyarakat. Berbeda sekali, sangat berbeda sekali dengan pembangunan jalan, misalnya di Pulau Jawa. Alamnya sangat sulit di tanah Papua, kemudian juga ada sisi keamanan di titik-titik tertentu, ini yang menyebabkan kadang-kadang misalnya sebuah proyek itu harus berhenti dulu misalnya, karena alam yang sangat sulit dan kadang-kadang keamanan juga masih perlu perhatian," terang Presiden.

Kejar Pelaku Pembunuhan

Terkait aksi pembunuhan brutal yang diduga dilakukan oleh KKB terhadap para pekerja yang sedang melaksanakan pembangunan infrastruktur, Presiden Jokowi mengatakan, dirinya telah memerintahkan Panglima TNI dan Kapolri untuk mengejar dan menangkap seluruh pelaku tindakan biadab tersebut.

"Saya tegaskan bahwa tidak ada tempat untuk kelompok-kelompok kriminal bersenjata seperti ini di tanah Papua maupun di seluruh pelosok tanah air," ucap Presiden Jokowi tegas.

Sesuai laporan yang terbaru yang diterimanya, menurut Presiden Jokowi, saat ini Panglima TNI dan Wakapolri tengah berada di Papua untuk menangani penyerangan dengan penembakan oleh kelompok kriminal bersenjata, yang telah mengakibatkan gugurnya para pekerja yang tengah bertugas membangun jalan Trans Papua.

"Saya atas nama rakyat, bangsa, dan negara, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada seluruh keluarga yang ditinggalkan. Dan mari kita bersama-sama mendoakan agar arwah para Pahlawan Pembangunan Trans Papua ini diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa," ucap Presiden Jokowi.

Saat menyampaikan keterangan pers itu, Presiden Jokowi didampingi oleh Menko Polhukam Wiranto, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. (AriS)

TNI dan Polri akan Bangun 4 Pos Keamanan di Nduga

Posted: 05 Dec 2018 06:11 AM PST

 TNI dan Polri akan Bangun 4 Pos Keamanan di Nduga
TIMIKA, LELEMUKU.COM - Komandan Resor Militer (Danrem) 172/Praja Wira Yanti Kolonel Inf. Jonathan Binsar P. Sianipar mengatakan, pengiriman pasukan telah dilakukan pasca pembantaian para pekerja jembatan dari PT Istaka Karya (Persero) oleh kelompok separatis bersenjata di Distrik Mbua, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua dan dalam waktu dekat pihak TNI akan membangun 4 pos TNI/Polri di daerah yang dinilai rawan terjadi kontak tembak.

"Jadi pasukan yang dikirim rencananya kita akan mengisi pos-pos yang ada di Nduga disana ada 4 pos yang akan kita gelar baik TNI maupun Polri dan ada 1 pos yang terdiri dari Polri," kata Sianipar, Rabu (5/12).

Ia mengungkapkan, pembangunan pos-pos TNI dan Polri tersebut telah direncanakan untuk dibangun dari beberapa bulan yang lalu namun baru bisa dilaksanakan pembangunan setelah terjadinya pembantaian para pekerja oleh KKSB.

"Memang sudah direncanakan sebelumnya bahwa akan dipasang atau diisi dan realisasi baru minggu ini pada saat terjadi pembunuhan ini," ungkapnya.

Dirinya berharap dalam beberapa minggu kedepan semua daerah yang dianggap rawan bisa secepatnya dibangun pos-pos dan ditempatkan pasukan gabungan mulai dari Mbua sampai ke Mapenduma. Jl tersebut dilakukan untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat sehingga aktifitas masyarakat dan pemerintahan bisa berjalan normal.

"Jadi kita harapkan satu minggu kedepan semua titik-titik yang kita anggap rawan akan kita tempatkan pos-pos TNI dan Polri sehingga kita bisa bersinergi dengan aparat Pemda dan masyarakat untuk mengamankan wilayah Nduga mulai dari Mbue sampai Mapenduma," harapnya. (Ricky Lodar)

Kelompok Bersenjata Ganggu Proses Evakuasi Korban Pembantaian Nduga ke Timika

Posted: 05 Dec 2018 05:38 AM PST

Kelompok Bersenjata Ganggu Proses Evakuasi Korban Pembantaian Nduga ke Timika
TIMIKA, LELEMUKU.COM - Komandan Resor Militer (Danrem) 172/Praja Wira Yanti Kolonel Inf. Jonathan Binsar P. Sianipar mengatakan, tim evakuasi telah berhasil mengevakuasi satu anggota TNI yang gugur atas nama Sersan Handoko yang merupakan anggota TNI dari Batalyon Infanteri (Yonif) 755/Yalet beserta beberapa anggota yang terkena luka tembak ke Timika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua pada Rabu (5/12).

"Pagi menjelang siang kita sudah evakuasi satu anggota kita yang gugur ke Kenyam karena tidak memungkinkan cuaca menuju Wamena dan selanjutnya akan dievakuasi ke Timika," kata Sianipar.

Ia menjelaskan, satu anggota TNI yang gugur akan di urus oleh satuan kewilayahan yang berada di Timika dan selanjutnya akan di kirim ke pihak keluarga untuk dilakukan upacara pemakaman, sedangkan korban luka tembak akan menjalani perawatan medis di rumah sakit di Mimika.

"Untuk mendapatkan pengobatan, kemudian yang meninggal akan ditangani oleh satuan disana sampai ke rumah duka," jelasnya.

Ia mengakui, kelompok separatis bersejata masih terus melakukan penyerangan terhadap tim evakuasi pada saat proses evakuasi berlangsung mulai dari pagi hingga sore hari.

"Kita berupaya semaksimal mungkin untuk evakuasi bisa berjalan dengan baik tapi dengan sore hari ini kita masih terus dapat gangguan dari kelompok bersenjata," akunya.

Ia berharap, tim yang telah diberangkatkan ke Nduga bisa secepatnya mengatasi masalah yang terjadi sehingga proses evakuasi bisa segera berjalan.

"Mudah-mudahan rekan-rekan kita disana bisa mengatasi itu dan proses evakuasi selanjutnya setelah hari ini," harapnya. (Ricky Lodar)

15 Jenazah Pembantaian di Nduga, Ditemukan di Puncak Tabo

Posted: 05 Dec 2018 05:01 AM PST

15 Korban Pembantaian Trans Papua Ditemukan di Puncak Tabo, NdugaKENYAM, LELEMUKU.COM - Sebanyak 15 orang yang diduga karyawan PT Istaka Jaya (persero) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah aparat gabungan TNI/Polri melakukan penyisiran diarea puncak Tabo, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua pada Rabu (5/12).

Dari rilis yang diterima Lelemuku.com menjelaskan, pihak keamanan gabungan TNI/Polri berhasil mencapai lokasi pembantaian dan melakukan penyisiran di lokasi.

Tim gabungan mendapati sebanyak 15 jenazah yang diduga dibantai oleh kelompok separatis bersenjata yang diduga dipimpin oleh Egianus Kogoya pada tanggal 2 Desember lalu dan menemukan seorang korban bernama Johny Arung yang ditemukan dalam kondisi lemas saat berada didalam pos Mbua.

Hingga saat identitas dari ke 15 jenazah belum bisa diidentifikasi oleh pihak keamanan dan juga belum bisa dipastikan ke 15 jenazah tersebut karyawan dari PT Istaka Jaya atau bukan.

Secara keseluruhan korban yang telah dievakuasi selama dua hari sudah berjumlah 28 orang. Diantaranya,13 korban telah dievakuasi dalam kondisi selamat lada Selasa (4/12) kemarin dan 15 orang telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia  dalam penyisiran yang dilakukan oleh arapat keamanan TNI/Polri

Kepala Penerangan Daerah Militer (Kapendam) XVII/Cendrawasih Kolonel Inf. Muhamad Aidi ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut dan rencananya besok akan dievakuasi ke Timika menggunakan helikopter apabila cuaca mendukung.

"Iya nanti kita akan evakuasi jenazah ke Timika besok sambil mempertimbangkan faktor cuaca dan pertimbangan medan tidak mendukung," kata dia ketika dikonfirmasi via telpon, Rabu (5/12) malam. (Ricky Lodar)

Proses Evakuasi Korban Pembantaian di Nduga Terkendala Medan Yang Berat dan Cuaca

Posted: 05 Dec 2018 04:11 AM PST

 Proses Evakuasi Korban Pembantaian di Nduga Terkendala Medan Yang Berat dan CuacaTIMIKA, LELEMUKU.COM - Komandan Resor Militer (Danrem) 172/Praja Wira Yanti Kolonel Inf. Jonathan Binsar P. Sianipar mengatakan, proses evakuasi korban pembantaian yang dilakukan oleh kelompok separatis bersenjata terkendala faktor cuaca dan medan yang berat.

"Untuk evakuasi korban sipil akan diupayakan hari ini," kata Sianipar, Rabu (5/12).

Menurutnya, dengan faktor cuaca dan Medan yang berat menjadi faktor utama dalam melakukan evakuasi yang menggunakan helikopter. Tidak hanya faktor cuaca, namun ditambah dengan serangan yang dilakukan oleh kelompok bersenjata sangat menyulitkan proses evakuasi sehingga helikopter harus kembali ke Bandara Moses Kilangin Timika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua.

"Memang faktor cuaca yang menjadi hambatan saat melakukan evakuasi dan karena helikopter ditembak jadi dia langsung kembali ke Timika dan tidak bisa ke Wamena," terangnya.

Ia mengakui hingga hari ketiga tim evakuasi belum bertemu dengan korban yang selamat. Ia mengakui sudah ada tim yang sudah mendekati sasaran hanya saja tim tersebut masih melakukan pengendapan untuk melihat situasi di lokasi kejadian.

"Kita belum bertemu dengan korban. Memang sudah ada tim kita yang sudah berada di sekitar TKP tapi tim yang susah kita siapkan untuk melakukan evakuasi itu masih dalam proses pendekatan kesana," akunya. (Ricky Lodar)
Bagi ke WA Bagi ke G+