Updated News

Peringati HUT Guru, Saleh Thio Harap Pendidikan di Malra Semakin Meningkat

Peringati HUT Guru, Saleh Thio Harap Pendidikan di Malra Semakin Meningkat


Peringati HUT Guru, Saleh Thio Harap Pendidikan di Malra Semakin Meningkat

Posted: 03 Dec 2018 06:00 PM PST

Peringati HUT Guru, Saleh Thio Harap Pendidikan di Malra Semakin Meningkat
LANGGUR, LELEMUKU.COM - Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Maluku Drs M. Saleh Thio melepas peserta Jalan Santai dalam rangka peringatan HUT Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGRI) ke-73, di halaman Stadion Maren Langgur Kabupaten Maluku Tenggara, Langgur, Selasa (27/11).

Pelaksanaan kegiatan Jalan Santai dengan thema Wujudkan Guru Sebagai Pengerak Perubahan Menuju Indonesia Cerdas Berkarakter, Dalam Refolusi Industri 4.0 ini berakhir di lapangan Lodar El kota Tual.

Sebelumnya, Saleh Thio menyampaikan harapannya, dengan momentum peringatan HUT PGRI dan Hari Guru Nasional hendaknya para guru dapat lebih meningkatkan profesionalisme, untuk meningkat kualitas pendidikan terhadap para siswa dan siswi.

Pada kesempatan ini, Saleh Thio juga mengatakan, kemampuan dan ketrampilan serta karakter para siswa dalam proses belajar mengajar merupakan tanggung jawab guru.

"Guru harus lebih profesional yang diharapkan nanti para guru harus lebih mempererat rasa kebersamaan sebagai kekuatan dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar," ujarnya.

Ia menegaskan, dunia pendidikan akan menjadi peta terdampak dari fenomena revolusi industri 4.0 yang sedang berlangsung.

Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Maluku berserta kepala sekolah dan para guru se-kabupaten/kota se-Propinsi Maluku, kepala Dinas Pendidikan kota Tual dan Kab. Maluku Tenggara dan siswa siswi SMP, SMA dan SMK Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara. (DiskominfoMalra)

Korem Binaiya Gelar Lepas Sambut Prajurit yang Pindah

Posted: 03 Dec 2018 05:00 PM PST

Korem Binaiya Gelar Lepas Sambut Prajurit yang PindahAMBON, LELEMUKU.COM - Dalam pelaksanaan tugas sehari-hari prajurit TNI AD dituntut tanggung jawab dan kedisiplinan untuk menyelesaikan tugas pokok yang diemban dimanapun bertugas. 

Dalam rangka pelaksanaan pembinaan karier Prajurit, Korem 151/Binaiya  menyelenggarakan acara lepas sambut Prajurit Korem 151/Binaiya di Baelio Slamet Riyadi Makorem 151/Binaiya, Senin (03/12).

Dalam pelaksanaannya, dimana enam orang Prajurit Korem 151/Binaiya mendapatkan tugas dan penempatan di Satuan Baru dan lima orang Prajurit diterima untuk melaksanakan tugas di Satuan Jajaran Korem 151/Binaiya.

Acara Korps Raport Lepas Sambut Prajurit jajaran Korem 151/Binaiya merupakan kegiatan rutin yang selalu dilaksanakan sebagai wujud penghargaan kepada dedikasi Prajurit yang telah dan akan melaksanakan tugas di Satuan Baru, sehingga akan selalu terpatri kebanggaan pernah menjadi bagian dari Keluarga Besar Korem 151/Binaiya. (Penrem151)

Pemkab Maluku Tenggara Berkomitmen Agar Ohoi Maju dan Mandiri

Posted: 03 Dec 2018 03:00 PM PST

Pemkab Maluku Tenggara Berkomitmen Agar Ohoi Maju dan Mandiri LANGGUR, LELEMUKU.COM - Bupati Maluku Tenggara, Provinsi Maluku, Muhamad Thaher Hanubun menyatakan pemkab Malra berkomitmen agar Ohoi Maju dan Mandiri.

Hal ini diungkapkan Bupati dalam sambutan Pembukaan Sosialisasi Penyedia,Peningkatan Kapasitas Teknis Desa P2KTD Dan Rapat Koordinasi Tim inovasi Kabupaten Maluku Tenggara. Bertempat di Hotel Grand Villia Langgur Kab. Malra ditandai dengan pemulukulan Gong Senin (27/11).

"Program Inovasi Desa hadir sebagai upaya mendorong peningkatan kualitas pemanfaatan Dana Desa dengan memberikan rujukan inovasi pembangunan Desa. Hal ini juga untuk merevitalisasi peran pendamping dalam pengembangan potensi ekonomi lokal dan kewirausahaan, pengembangan Sumber Daya Manusia serta infrastruktur Desa," ujar Bupati.

Pelaksanaan Sosialisasi Penyedia Peningkatan Kapasitas Teknis Desa P2KTD ini memperkenalkan akan pentingnya penyedia peningkatan kapasitas Desa yang mendukung pelaksanaan Undang-Undang Desa dan program inovasi Desa, khususnya bidang Kewiruasahaan, pengelola SDM dan infrastruktur Desa.

"Maksud dari Sosialisasi Penyedia Peningkatan Kapasitas Teknis Desa P2KTD adalah untuk mewujudkan kegiatan pembangunan Ohoi yang inovatif dan lebih berkualitas, membantu pemerintah daerah dalam menyediakan layanan teknis yang dibutuhkan serta meningkatkan kapasitas kelembagaan desa dan kader pemberdayaan masyarakat Desa," kata Bupati.

Melalui Sosialisasi Penyedia Peningkatan Kapasitas Teknis Desa P2KTD Dan Rapat Koordinasi Tim inovasi Kabupaten Maluku Tenggara, akan menjadikan pelaku dan pemangku kepentingan yang terkait dapat mengetahui filosofis, teknis, serta memandu dalam memfasilitasi pelsanaan kegiatan P2KTD.

"Sehingga desa memiliki kualitas perencanaan pembangunan desa dalam memanfaatkan dana yang menjadikan desa lebih produktif. Dan Pemperintah Kab.Malra berkomitmen agar Ohoi berubah menjadi Ohoi Mandiri dan sejahtera. Komitmen ini akan tercapai jika aparatur Ohoi terus mendorong untuk salalu meningkatkan pengetahuan dalam penggunaan dana desa yang efektif," harap Bupati.

Hadir pada kesempatan tersebut Kepala Kepala SKPD Maluku Tenggara dan Para Camat sekabupaten Maluku Tenggara, Para tim Pengelola Inovasi Desa,(TPID) di 11 Kecamatan dan Para Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa Se-Kabupaten Maluku Tenggara dan Para Narasumber,Sosialisasi Penyedia Peningkatan Kapisitas Teknis Desa (P2KTD),konsultan Wilaya 5 Propinsi Maluku (TAM PK PID) Kordinator Generasi sehat Cerdas, (GSC) Kabupaten Maluku Tenggara. (DiskominfoMalra)

Asep Setia Gunawan Ajak Prajurit Kodam Pattimura Manfaatkan Medsos

Posted: 03 Dec 2018 01:03 PM PST

Asep Setia Gunawan Harap Prajurit Kodam Pattimura Manfaatkan Medsos
AMBON, LELEMUKU.COM - Kepala Staf Kodam (Kasdam) XVI/Pattimura Brigjen TNI Asep Setia Gunawan, S.I.P., bertindak sebagai Inspektrur Upacara (Irup) pada Upacara awal Bulan Desembar 2018 yang diikuti seluruh personil baik Militer maupun PNS jajaran Kodam XVI/Pattimura bertempat di Lapangan Makodam pada Senin (3/12)

Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Suko Pranoto dalam amanatnya yang di bacakan Kasdam mengatakan, menyikapi perkembangan situasi kondisi yang selalu berubah-ubah dengan cepat saat ini, khususnya dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi maka seluruh prajurit dan PNS hendaknya selalu mencermati dan menyimak perkembangan situasi tersebut.

Bila ada keraguan, maka tanyakan langsung kepada atasan, sehingga informasi yang diberikan kepada prajurit di bawah, benar-benar informasi yang valid dan menyejukkan.

Dengan tumbuh pesatnya penggunaan media sosial (Medsos) oleh prajurit TNI dan keluarganya, sedikit banyak telah membantu meningkatkan pemahaman masyarakat tentang TNI. Pada saat yang sama, pemanfaatan Medsos oleh prajurit TNI juga dapat meningkatkan kepekaan, kepedulian dan wawasan prajurit terhadap perkembangan dan dinamika situasi dunia.

"Tidak ada larangan penggunaan medsos oleh prajurit dan keluarganya. Tetapi pastikan pemanfaatan Medsos membawa manfaat positif dan konstruktif bagi kita semua. Permasalahannya bukan kenapa dan bagaimana kita menggunakan Medsos tetapi bagaimana kita memanfaatkan Medsos secara tepat dan bijak yaitu tidak sembarangan menyebarkan atau menshare dan memviralkan konten video, tulisan dan foto serta informasi yang belum jelas kebenarannya serta konten latihan/kegiatan militer yang bersifat rahasia", kata Pangdam.

Kita baru saja selesai melaksanakan Latihan Taktis Antar Kecabangan Yonif Raider 733/Masariku yang bertujuan untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan satuan yang terorganisir sebagai BTP dalam tugas-tugas operasi dengan memadukan kerjasama antar kecabangan, sehingga diharapkan para Prajurit benar-benar dapat memahami tugas dan fungsinya, baik sebagai Satpur, Satbanpur, Satbanmin, Satuan Teritorial maupun Satuan Intelijen, agar dapat meningkatkan daya fungsi satuan guna mendukung keberhasilan dalam pelaksanaan tugas di masa mendatang.

Selain Latihan Taktis Antar Kecabangan yang baru selesai, Kodam juga baru saja selesai mengikuti Lomba Yongmoodo Kasad Cup ke-8 TA 2018 di GOR Praja Raksaka Kepaon Denpasar Bali, dan berhasil meraih prestasi yang membanggakan dengan meraih 1 Medali Emas, 2 Medali Perak dan 3 Medali Perunggu, sehingga berhasil menempati Peringkat ke-4 dari 44 kontingen.

Dalam kesempatan yang sama Pangdam juga mengingatkan dalam beberapa waktu ke depan kita akan melaksanakan beberapa rangkaian kegiatan dalam rangka Peringatan Hari Juang Kartika Tahun 2018 yang jatuh pada tanggal 15 Desember mendatang.

"Menyikapi hal itu, perlu saya mengingatkan kepada kita semua, marilah kita berpartisipasi aktif dalam setiap pelaksanaan kegiatan peringatan kali ini, sehingga kegiatan tersebut dapat berjalan dengan tertib, aman dan lancar serta mencapai sasaran yang telah direncanakan", ungkap Pangdam. (Pendam16)

Pemkab Malra Komitmen Kembangan Pelayanan Publik Melalui siMaya

Posted: 03 Dec 2018 01:00 PM PST


LANGGUR, LELEMUKU.COM - Pemerintah Daerah Maluku Tenggara (Malra), Provinsi Maluku dalam komitmen mengembangkan pelayanan publik dilakukan secara cepat, hal ini terlaksana melalui BIMTEK Penggunaan Aplikasi e-Office siMAYA dilingkup Pemda Maluku Tenggara pada Jumat (30/11)

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Bagian Tata Usaha Pimpinan Sekretariat Daerah Kabupaten Maluku Tenggara melakukan kerjasama dengan Instansi Teknis Terkait serta Kementerian Komunikasi dan Informatika RI ini berlangsung selama sehari dan diikuti seluruh Organisasi Perangkat Daerah Malra yang menangangi kepegawaian.

BIMTEK siMAYA ini dibuka secara resmi oleh Bupati Maluku Tenggara yang diwakili Asisten Pemerintahan Kesejahteraan dan Kesra, A.H. Ingratubun di Aula Kantor Bupati Maluku Tenggara.

 Pada kesempatan tersebut Bupati Malra mengharapkan semua OPD untuk serius dalam mengikuti BIMTEK agar segera pengelolaan naskah dinas konvensional diubah secara online.

Setelah Pembukaan dilanjutkan dengan Penyampaian Materi Aplikasi si-MAYA oleh nara sumber dari Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo, Dirgantara Manurung, selain gambaran umum pengenalan aplikasi si-MAYA dilanjutkan dengan praktek penggunaan aplikasi si-MAYA.

Pada kesempatan tersebut Ketua Panitia Pelaksana Johana Lethulur, dalam laporannya mengatakan bahwa SIMAYA penting dalam mewujudkan good government, apalagi dewasa ini semua komponen masyarakat menggunakan Teknologi Informasi Komputer (TIK) dalam pelayanan Perkantoran mapun pelayanan publik lainnya.

Walaupun diakui TIK belum dimanfaatkan secara baik, padahal TIK dapat mendorong reformasi biorkasi.

Ditambahkan Johana Lethulur BIMTEK ini juga menjadi bagian penyatuan pandangan dan persepsi yang sama serta lebih siap mengantisipasi tantangan dan peluang pembangunan di bidang IT Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara dan diharapkan mendapat respon dari semua pihak karena selain penghematan waktu juga anggaran daerah khususnya penggunaan ATK serta percepatan tindak pelayanan kepada masyarakat. (DiskominfoMalra)

Hartono Pimpin Upacara Awal Desember di Korem Binaiya

Posted: 03 Dec 2018 12:41 PM PST

Hartono Pimpin Upacara Awal Desember di Korem Binaiya
AMBON, LELEMUKU.COM - Komandan Korem (Danrem) 151/Binaiya, Kolonel Inf Hartono, S.I.P pimpin pelaksanaan Upacara Bendera Awal Bulan Desember yang dilaksanakan di Lapangan Upacara Makorem 151/Binaiya, Senin (03/12).

Selaku Inspektur Upacara (Irup) Danrem membacakan amanat resmi Pangdam XVI/Pattimura, Mayjen TNI Suko Pranoto. "Pada bulan ini, kita telah memasuki bulan ketiga triwulan IV pelaksanaan program kerja dan anggaran Kodam XVI/Pattimura Tahun 2018. Kepada seluruh Staf, para Dansat dan Kabalak jajaran Kodam XVI/Pattimura agar melaksanakan seluruh program kerja dan anggaran yang telah direncanakan dengan baik dan benar, jangan sampai ada yang terlambat atau tidak sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. "Jelas Pangdam dalam amanat tertulisnya.

Lebih lanjut Pangdam mengatakan bahwa tahun 2019 mendatang merupakan    Tahun Politik, karena akan dilaksanakan Pilpres dan Pileg baik DPR RI, DPRD maupun DPD secara serentak. Terkait dengan itu, perlu saya ingatkan bahwa potensi konflik dan gesekan di masyarakat akan semakin meningkat dan suhu politik cenderung semakin tinggi. Untuk itu, saya perintahkan agar seluruh satuan jajaran Kodam XVI/Pattimura untuk tetap mewaspadai setiap perkembangan  situasi wilayahnya apabila ada indikasi ancaman, gangguan dan kerawanan terhadap keamanan pelaksanaan Pesta demokrasi agar lakukan antisipasi segala kemungkinan yang terburuk. Rangkul tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh agama serta laksanakan sinergi dengan cara memback-up tugas Polri dalam pengamanan sesuai prosedur.

Turut hadir dalam pelaksanaan Upacara Bendera awal bulan Desember tersebut, Dandim 1504/Ambon, para Kasi dan Pasi Korem 151/Binaiya, Satgas Yonif 711/RKS, Satgas Yonif 731/KBR, seluruh prajurit dan Pns Korem 151/Binaiya, Prajurit dan Pns Kodim 1504/Ambon serta Satuan yang berada di wilayah Korem 151/Binaiya. (Penrem151)

Sofyan Ali Terima Kunjungan Kuliah Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Maluku Utara

Posted: 03 Dec 2018 12:35 PM PST

Sofyan Ali Terima Kunjungan Kuliah Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Maluku UtaraTERNATE, LELEMUKU.COM - Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Maluku Utara, Sofyan Ali, SE menerima mahasiswa Program Studi Ilmu Administrasi Negara Universitas Muhammadiyah Maluku Utara yang melakukan kunjungan kuliah bertemakan 'Ombudsman RI dan  Pencegahan Maladministrasi di Pemerintah Daerah' pada  Selasa (27/11).

"Kami mengapresiasi gagasan kawan-kawan mahasiswa dan dosen untuk melakukan kunjungan kuliah hari ini", ungkap Sofyan.

Pada kesempatan tersebut Kepala Perwakilan Ombudsman tidak lupa untuk memberikan sosialisasi tentang tugas dan fungsi Ombudsman.

"Selain melakukan penyelesaian laporan, Ombudsman juga melakukan langkah pencegahan seperti supervisi terhadap tingkat kepatuhan Pemerintah Daerah dalam menyusun standar-standar layanan, sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik", jelas Sofyan kepada para mahasiswa.

Menurutnya jika sudah ada standar layanan yang dibuat Pemerintah, maka masyarakat dapat menjalankan fungsi kontrolnya terhadap Pemerintah dalam memberikan pelayanan.

"Hal ini jelas dapat mencegah terjadinya tindakan maladministrasi ", tambahnya.

Kedepannya diharapkan dari kuliah kunjungan ini, mahasiswa dapat menjadi penyambung antara Ombudsman dan masyarakat.

"Jika kedepannya ada diantara kalangan mahasiswa ataupun masyarakat sekitar yang merasa dirugikan dalam proses pelayanan publik, maka jangan sungkan untuk melaporkan hal tersebut ke Ombudsman. (HumasOmbudsman)

Inspektorat Daerah Gelar Pemitahiran Data Pemeriksaan APIP di MTB

Posted: 03 Dec 2018 12:01 PM PST

Inspektorat Daerah Gelar Pemitahiran Data Pemeriksaan APIP di MTB
SAUMLAKI, LELEMUKU.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Tenggara Barat (MTB), Provinsi Maluku melalui Inspektorat Daerah menggelar kegiatan pemutahiran data tindak lanjut hasil pemeriksaan aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) Kabupaten Maluku Tenggara Barat tahun 2018 dibuka  Sekretaris Daerah Kabupaten Maluku Tenggara Barat Piterson Rangkoratat bertempat di gedung Serba Guna Hotel Galaxi Saumlaki ( 28/11).

Sekretaris Daerah Maluku Tenggara Barat Piterson Rangkoratat saat membacakan sambutan Bupati Petrus Fatlolon mengatakan,  APIP harus terus menerus meningkatkan kapasitasnya sesuai tuntutan regulasi dibidang pengawasan dan selalu berkembang dengan dinamis, guna peningkatan kinerja yang obyektif terhadap pembangunan daerah dan masyarakat di Kabupaten Maluku Tenggara Barat.

"Pengawasan tidak efektif apabila tidak ada upaya untuk menyelesaikan tindaklanjut hasil pemeriksaan (TLHP) secara benar, konsekwen serta bertanggung jawab," katanya

Menurutnya, Upaya menegahkan fungsi pengawasan tindaklanjut hasil pemeriksaan menjadi perhatian penting, karena berhasil atau tidaknya pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah dapat diketahui dari tingkat kepatutan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) ataupun Pemerintah Daerah dalam melaksanakan rekomendasi hasil pemeriksaan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP).

"Dengan menindaklanjuti laporan hasil pemeriksaan tersebut menunjukan bahwa SKPD ataupun pemerintah memiliki komitmen untuk memperbaiki kekeliruan maupun kesalahan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah," lanjutnya

Selanjutnya dikatakan, hasil pemeriksaan Inspektorat Daerah Kabupaten Maluku Tenggara Barat, dari tahun 2015 hingga 2107 menunjukan bahwa banyak temuan dan rekomendasi tang belum ditindaklanjuti.

"Disebabkan pelaksanaan tindaklanjut hasil pembinaan dan pengawasan masih dipengaruhi oleh faktor kurangnya perhatian dari SKPD yang menjadi objek pengawasan, belum ada sanksi yang tegas dan faktor kolusi dan mutu hasil pengawasan," ungkapnya

Selanjutnya, hasil penilaian BPK RI perwakilan provinsi Maluku atas laporan keuangan pemerintah daerah selama 3 (tiga) tahun terkahir masih menempatkan Kabupaten Maluku Tenggara Barat pada opini wajar dengan pengeculaian (WDP).

"Hasil ini disebabkan, Pertama, Pengelolaan Aset daerah belum dikelola dan ditata dengan baik, masih banyak aset-aset yang tidak dapat ditelusuri keberadaannya. Kedua, Kurangnya kepatuhan pengelolaan keuangan terhadap ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Ketiga, tidak adanya komitmen dari pimppinan daerah dan pimpinan SKPD  dalam menindaklanjuti temuan rekomendasi tersebut," ujarnya

Bupati berharap kepada seluruh pimpinan SKPD agar dalam proses pengelolaan keuangan selalu didasarkan pada ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

"Inspektorat daerah sebagai aparat pengawasan intern pemerintah, harus memiliki kinerja yang lebih baik, berbagai hal perlu dilakukan untuk memperbaiki sistem yang ada, agar pengawasan dapat dikerjakan dengan optimal," tegasnya.

Turut hadir dalam kegiatan dimaksud, Auditor madya Inspektorat Provinsi Maluku Tjatur S Sarwowidodo T,  PLT Inspektur  Daerah Kab.MTB Paulus A Sabono, Wakapolres MTB Kompol Lodivicus Tethool, Ka Akun Lanal Saumlaki Kapten Laut (S) Kristianto Basuki, Pimpinan SKPD Lingkup Pemkab MTB, Staf Ahli Bupati, Asisten , Pimpinan BUMN/BUMD, Pimpinan instansi vertikal Kab.MTB. (DiskominfoMTB)

31 Karyawan PT Istaka Karya Tewas Dibantai di Nduga, 15 Disandera

Posted: 03 Dec 2018 11:15 AM PST

31 Karyawan PT Istaka Karya Tewas Dibantai di Nduga, 15 Disandera
KENYAM, LELEMUKU.COM - 31 orang pekerja pada proyek jembatan Habema-Mugi dari PT Istaka Karya (Persero) tewas ditembak mati oleh kelompok gerakan separatis bersenjata di Kali Yigi dan Kali Aurak, Distrik Yall, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua pada Minggu (2/12).

Menurut informasi yang dihimpun Lelemuku.com, kabar tentang pembantaian berdarah ini awalnya terungkap pada Senin (3/12) sekitar pukul 15.30 WIT melalui Radio SSB dari Pendeta Wilhelmus Kogoya, tokoh Gereja di Distrik Yigi.

Dikatakan Kogoya, pada hari Sabtu (1/12) kelompok tersebut merayakan Upacara HUT Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Distrik Yigi. Salah satu pekerja yang dipekerjakan oleh PT. Istaka Karya, perusahaan BUMN yang berkantor di Jakarta dan memiliki cabang di Wamena, Kabupaten Jayawijaya tersebut melihat peristiwa itu dan mengambil Foto Upacara HUT OPM.

Hal ini menimbulkan kemarahan sehingga kelompok tersebut datang ke lokasi para pekerja dan membantai para korban tersebut. Selanjutnya dilaporkan bahwa para jenazah para korban masih di lokasi pembunuhan dan dan dijaga oleh kelompok bersenjata.

Pendeta Kogoya menyatakan sekitar 10 orang pekerja yang berhasil melarikan diri, 2 pekerja lainnya melarikan diri dan diselamatkan oleh warga di Distrik Mbua, sedangkan 8 orang lainnya melarikan diri ke Distrik Yal dan diselamatkan oleh Wakil Ketua I DPRD Nduga, Alimi Gwijangge selanjutnya diungsikan ke Distrik Koroptak guna diamankan dilokasi tersebut sambil menunggu bantuan.

Selanjutnya menurut Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol AM Kamal, awalnya sekitar 23 orang yang ditembak dengan peluru. Selanjutnya KKB kembali menembak mati 8 pekerja. Setelah menembak mati 31 pekerja, KKB kembali menyandera 15 pekerja lainnya.

Menanggapi hal ini, Kapolda Papua Irjen Pol Martua Sormin mengatakan, saat ini 2 grup tim gabungan dari TNI-Polri bersenjata lengkap sudah diterjunkan untuk mengejar KKB dan membebaskan 15 pekerja yang disandera. (Albert Batlayeri)

Dispenbud Maluku Gelar Koordinasi Pengembangan dan Peningkatan Mutu SMA

Posted: 03 Dec 2018 09:37 AM PST

Dispenbud Maluku Gelar Koordinasi Pengembangan dan Peningkatan Mutu SMA
AMBON, LELEMUKU.COM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispenbud) Provinsi Maluku menggelar kegiatan Koordinasi Pengembangan dan Peningkatan Mutu Sekolah Menengah Atas (SMA) Tahun 2019 sampai dengan Tahun 2025 Tingkat Provinsi Maluku Tahun 2018 di Aula Golden Palace Hotel, Kota Ambon pada Sabtu (1/12) hingga Senin (3/12).

Kegiatan ini melibatkan Kantor Cabang Dispenbud Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) se-Maluku, Sub Bagian (Subbag) Program Dispenbud Maluku, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA se-Maluku, Kepala Sekolah (Kepsek) SMA rujukan se-Maluku dan Tim Satuan Tugas Dapodik SMA Tingkat Provinsi SMA serta dari Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Maluku.

Menurut Kepala SMA Kristen Saumlaki, Kecamatan Tanimbar Selatan (Tansel), Andarias Batlayar, S.Pd., M.Si yang juga menjadi salah satu peserta bahwa mengikuti kegiatan tersebut  memperoleh beberapa manfaat, diantaranya  memberi inspirasi sekaligus informasi roadmap pengembangan pendidikn SMA ke depan hingga 2025 dan dari informasi roadmap itulah akan menjadi acuan pengembangan yang harus dilaksanakan di sekolah masing-masing.

"Komitmen saya adalah menggerakan semua pemangku kepentingan untuk turut terlibat dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di sekolah yang mengacu pada roadmap dimaksud," ujar dia kepada Lelemuku.com pada Minggu (2/12).

Batlayar mengatakan jika kegiatan yang berlangsung dengan tujuan mensosialisasikan kebijakan dan koordinasi program-program prioritas Direktorat Pembinaan SMA, Dirjen Dikdasman, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia (RI) Tahun 2019, yaitu program Indonesia pintar, pemenuhan sarana dan prasarana SMA, peningkatan kualitas pembelajaran SMA dan pembinaan peserta didik SMA serta memetakan pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana SMA tahun 2019 hingga 2025 di Provinsi Maluku.

"Mensosialisasikan kebijakan dan koordinasi program Dispenbud Provinsi Maluku terkait dengan pembangunan pendidikan SMA tahun 2019 hingga 2025 di Maluku," katanya.

Kegiatan ini sendiri terlaksana sesuai dengan Visi pendidikan Nasional 2025, yaitu 'Menghasilkan Insan Indonesia Cerdas dan Kompetitif' atau insan kamil dan paripurna. Maka tema Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) pembangunan pendidikan periode 2015 hingga 2019 difokuskan pada peningkatan kualitas pendidikan nasional dalam rangka mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang unggul dan kompetitif di tingkat regional.

Berdasarkan hal tersebut, maka pembangunan pendidikan SMA ditujukan untuk mencapai tema RPJMN tersebut, salah satunya melalui rintisan wajib belajar 12 tahun sebagai program prioritas. Melalui kegiatan itu diharapkan seluruh program Direktorat Pembinaan SMA, baik yang dikelola oleh Pusat maupun Dana Alokasi Khusus (DAK) dapat tersinkron dan terlaksana dengan baik. (Laura Sobuber)

Kematian Andreas Neksi Lambatir Harus Segera Diungkap

Posted: 03 Dec 2018 09:05 AM PST

Kematian Andreas Neksi Lambatir Harus Segera Diungkap
LARAT, LELEMUKU.COM – Keluarga besar dari almarhum Andreas Neksi Lambatir (42) warga Kota Larat, Kecamatan Tanimbar Utara (Tanut), Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB), Provinsi Maluku yang tewas dan jenazahnya ditemukan pada Minggu (4/11) di Pantai Pasir Pendek, dekat areal Perusahaan SS, Desa Lelingluan meminta pihak kepolisian untuk segera mengungkap pelaku dibalik kasus tersebut.

Saudara perempuan korban, Yenni Inche Lambatir mengharapkan agar pihak Kepolisian Resor (Polres) MTB yang saat ini masih melakukan proses penyidikan kematian adiknya yang dinilai tidak wajar itu agar dapat segera mengungkap secara terbuka pelaku yang menyebabkan korban meninggal, sehingga keluarga besar dan warga Larat menjadi tenang dan iklas dengan peristiwa ini.

"Intinya semoga proses penyelidikan masih berjalan agar ada titik terang, biar kami juga tenang. Kami mengharapkan begitu," kata dia saat didampingi oleh suaminya, Boni Ramli kepada Lelemuku.com di Kompleks Kampung Babar, Kota Larat pada Jumat (30/11).

Yenni menuturnya pihak keluarga sangat mengkhawatirkan jika kasus penemuan mayat adiknya yang sudah memakan waktu 1 bulan itu berlarut-larut tanpa kepastian siapa pelaku di balik kasus tersebut itu bisa mengakibatkan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Sebab saat ini keluarga besar hidup ditengah rasa takut dan penuh kecurigaan.

"Ini kan sudah satu bulan, takutnya kalau  ada gesekan-gesekan atau masukan-masukan diantara keluarga nanti kan bisa timbul masalah baru, yang bisa mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan. Mohon bantuan pihak Kepolisian agar jangan berlarut-larut," tuturnya.

Ia mengakui pihak keluarga juga siap bekerja sama mengungkap dan menuntaskan tragedi yang memilukan keluarganya ini. Termasuk jika proses penyidikan adiknya itu berlanjut ke tahapan pemeriksaan medik visum dengan membuka kembali kuburan korban, yang saat jenazah dievakuasi ke RSUD dr. D Anatototi Larat belum sempat diperiksa. Sementara pihak keluarga sangat yakin jika korban meninggal akibat penganiayaan.

Banyak Kejanggalan
Selanjutnya Yenni menceritakan kejanggalan terkait peristiwa ini. Diawali sejak Senin (29/10) hingga Rabu (31/10) korban yang selalu bersama-sama dengan kelima temannya yakni SW, AS, YS, JM dan J dengan menggunakan tiga motor memancing ikan dari pukul 09.00 WIT hingga 15.00 WIT di Pasir Pendek yang lokasinya jauh dari Kota Larat.

Pada hari Kamis (1/11) korban bersama teman-temannya beristirahat dari kegiatan memancing dan beraktivitas di Kota Larat.

Kemudian pada Jumat (2/11) mereka berenam kembali melanjutkan aktivitas memancing mereka. Sama seperti hari-hari sebelumnya, korban bersama teman-temannya berangkat mancing pada pukul 09.00 WIT namun hingga pukul 15.00 WIT mereka belum kembali.

"Jam tiga kami tunggu-tunggu juga tidak pulang, saya tidak ada perasaan apa-apa. Hingga sore, saya pikir jangan sampai mungkin dia mengail dapat ikan-kah dan mungkin duduk dengan teman-temannya kah," kenang Yenni.

Hingga pukul 18.30 WIT datang salah satu teman korban, AS dan bertanya kepada dirinya dan suami yang sedang berada di bengkel depan rumah mereka. AS bertanya tentang keberadaan korban, apakah sudah pulang atau belum. Mendengar pertanyaan itu, dia bersama suaminyapun menjawab belum pulang.

Lalu AS menjelaskan jika korban sudah pulang duluan bersama dengan SW dan kemungkinan mereka berselisih jalan. Kemudian setelah 30 menit tibalah teman korban yang lain. Lalu SW yang saat itu menggoceng korban menghampiri mereka dan bertanya yang sama tentang keberadaan korban.

"Selang setengah jam lagi teman korban yang gonceng dia ini, datang juga dua orang temannya. Tapi masing-masing dengan motor. Teman yang gonceng dia, SW ini turun dari motor dengan pelan-pelan. Dia tanya saya 'Apakah Neksi sudah pulang'.  Lalu saya kembali tanya dia, 'kan Neksi pergi dengan kamu, kok dia belum pulang. Sedangkan kamu sudah pulang.' Kemudian dia jawab kalau mereka sempat panggil-panggil Neksi tetapi tidak ada balasan, jadi mereka berpikir neksi sudah pulang duluan," tutur Yenni.

Setelah mendengar penjelaskan dari SW, Yenni pun langsung menghubungi semua keluarga untuk bersama-sama dengan kelima teman korban mencari korban di lokasi pemancingan tersebut dari pukul 21.00 WIT hingga Sabtu (3/11) pukul 05.00 WIT namun tidak ada hasil. Mereka pun kembali melakukan pencarian pada pukul 10.00 WIT tetapi hasilnya juga sama.

Pada Minggu (2/11) mereka bersama dengan polisi, Majelis Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Seyba Larat dan masyarakat Kota Larat, Desa Ridool dan Desa Ritabel kembali mencari. Pada Pukul 13.00 WIT korban berhasil ditemukan dalam keadaan tidak wajar dengan warna kulit hitam, rambut korban yang sudah terlepas dari kepala dan tubuh korban yang sudah dipenuhi belatung.

Selepas jenazah ditemukan, kelima teman almarhum tidak muncul dan menemani keluarga dalam proses membawa korban ke Kota Larat guna dievakuasi ke RSUD hingga ke rumah duka. Mereka kemudian menjadi saksi terkait ditemukannya jenazah korban dengan versi pengakuan dihadapan aparat hukum yang masing-masing berbeda kisahnya.

Hal ini menimbulkan tanda tanya dan kecurigaan, sehingga keluarga berharap polisi dapat objektif dan mampu mengungkap kasus ini segera dan secara profesional.

Polres MTB sendiri pada Jumat (16/11) lalu telah melakukan gelar perkara atas kasus tersebut, namun hingga awal Desember ini belum ada lagi penjelasan lebih lanjut dari kepolisian terkait perkembangan dan upaya lanjutan guna mengungkap penyebab kematian korban. (Albert Batlayeri)

Abdul Mukti Keliobas Pimpin HUT Korpri ke 47 di SBT

Posted: 03 Dec 2018 08:02 AM PST

Abdul Mukti Keliobas Pimpin HUT Korpri ke 47 di SBTBULA, LELEMUKU.COM - Bupati Seram Bagian Timur (SBT), Provinsi Maluku Abdul Mukti Keliobas memimpin Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) yang ke 47 di pelataran kantor Bupati, Kamis (29/11)

Ikut hadir dalam acara tersebut, sekertaris Daerah Dr.syarif makmur M.si, pimpinan dan Anggota DPRD, Kapolres Bula, Dandim Perwira Penghubung, Kepala Kemntrian Agama, Kepala Kantor Pengadilan Negeri, Kepala Kantor Pengadilan Agama, dan pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD),

Dalam sambutan Presiden RI yang di bacakan oleh Bupati menyampaikan, pengabdian KORPRI bukanlah pengabdian kelompok maupun individu, melainkan kepribadian hanyalah kepada Negara, kepada bangsa dan rakyat.

Maka sesungguhnya anggota korpri harus berada di garis depan perjuangan, untuk itu setiap anggota korpri merupakan bagian dari aset bangsa dan bukan bagian dari masalah bangasa, "lanjut" Bupati

kopri juga segera bereformasi menjadi korpf profersi pegawai operatur negara Republik Indonesia fungsi pemerintahan yang diembangi dengan pengembangan frofesi operatur sipil negara memberikan perlindungan hukum dan Alfokasi hukum kepada anggota ASN.

Usai membacakan pidato Presiden Bupati menambahkan Informasi yang menggemberikan untuk PNS lingkup Kab. SBT bahwa tunjangan perbaikan penghasilan untuk PNS SBT sudah bisa di nikmati dan berlaku mulai Bulan januari 2019 dengan ketentuan untuk PNS esalon dua sebasar 8.000.00, esalon empat 6.000.00, esalan tiga sebesar 4.000.00 , dan staf biasa 2.000.00 .

Bupati berharap dengan tunjangan yang di berikan, diharapkan pegawai lebih menigkatkan kualitas, kedisiplinan, dan mengedepankan pelayanan yang prima kepada masyarakat. Menutup sambutannya Bupati mengingatkan bahwa akan selalu mengawasi dan mengvaluasi kinerja setiap SKPD agar meningkatkan kerjanya.

Di akhir upacara untuk menambah keberkahan di hari ulang Tahun KORPRI, Bupati menyamatkan tanda pangkat dan Jabatan kepada dua ASN, Memberikan piagam penghargaan kepada ASN yang telah selesai masa baktinya (pensiun) dan memberikan santunan kepada Keluarga Miskin di Kota Bula. (HumasSBT)

Periset Amerika Serikat Petik Pelajaran dari Lidah Kucing

Posted: 03 Dec 2018 06:35 AM PST

Periset Amerika Serikat Petik Pelajaran dari Lidah Kucing
WASHINGTON, LELEMUKU.COM - Studi itu dimulai ketika periset Georgia Tech Alexis Noel pulang ke rumah keluarganya saat libur dari studinya.

"Kucing peliharaan keluarga saya, Murphy, duduk di pangkuan saya, di atas selimut yang terbuat dari microfiber. Dia menjilat selimut itu, dan lidahnya tersangkut di kain itu," kata Noel.

Penasaran, Noel kemudian mempelajari lebih teliti lidah kucing ketika dia kembali ke laboratorium.

Dengan menggunakan video berkecepatan tinggi, dia menemukan bahwa lidah kucing tidak kasar seperti amplas. Namun seperti sekumpulan duri tajam yang memenuhi lidah bagian depan.

"Permukaan di lidah kucing bentuknya sangat mirip dengan cakar kucing, melengkung dan tajam. Tapi berbeda dari cakar, ada saluran berbentuk huruf 'U' di bagian bawah 'duri' itu," papar Noel.

Saluran itu memungkinkan air liur melewati bulu kucing dan masuk ke dalam kulit.

Penelitian dengan pewarna makanan memperlihatkan bagaimana cairan tetap berada di dalam saluran itu sampai kucing menekan lidahnya ke bulu.

Noel menggunakan printer tiga dimensi untuk membuat sikat berlapis duri-duri mirip lidah kucing, untuk mengimitasi cara kucing merawat bulunya.

Aplikasi dari studinya bisa dikembangkan menjadi teknologi pembersih karpet baru, atau cara untuk mengaplikasikan obat ke kulit hewan peliharaan. Atau bahkan bisa menjadi cara untuk mengurangi alergen pada bulu kucing bagi orang-orang yang punya alergi.

"Yang mengagumkan mengenai studi ini adalah bagaimana sebuah mekanisme yang sangat menarik bisa datang dari sesuatu yang sangat umum," kata Noel.

Ada pepatah lama mengatakan "curiosity killed the cat" yang secara harfiah diterjemahkan sebagai "keingintahuan membunuh kucing." Tapi dalam hal ini, keingintahuan justru membongkar rahasia kehidupan kucing yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. (VOA)

KPPN Saumlaki Gelar Forum Kopi Siang

Posted: 03 Dec 2018 06:33 AM PST

KPPN Saumlaki Gelar Forum Kopi SiangSAUMLAKI, LELEMUKU.COM – Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Saumlaki, Kabupaten Maluku Tenggara (MTB), Provinsi Maluku menggelar kegiatan bertajuk Forum Komunikasi Pimpinan dan Sinergi Pelaksanaan Anggaran (Kopi Siang) yang diisi dengan evaluasi dan sharing session pada Selasa (30/10).

Dari rilis yang dipublikasikan KPPN Saumlaki bahwa yang hadir dalam kegiatan forum itu adalah Kementerian Agama MTB, Cabang Rumah Tahanan Negara Saumlaki dan Badan Pusat Statistik MTB dan Pengadilan Negeri Saumlaki.

Pada forum kopi siang itu para Satuan Kerja (Satker) tersebut diingatkan kembali tentang Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) dan pembahasan setiap aspek penilaiannya. Setelah itu, dilanjutkan dengan diskusi tentang permasalahan dalam pencapaian nilai IKPA yang belum maksimal dan rekomendasi atau tips serta trik dalam memperbaikinya. (Laura Sobuber)

KPPN Saumlaki Gelar Upacara Peringati Hari Sumpah Pemuda dan Oeang RI

Posted: 03 Dec 2018 06:25 AM PST

KPPN Saumlaki Gelar Upacara Peringati Hari Sumpah Pemuda dan Oeang RI
SAUMLAKI, LELEMUKU.COM – Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Saumlaki, Kabupaten Maluku Tenggara (MTB), Provinsi Maluku menggelar upacara memperingati Hari Sumpah Pemuda dan Hari Oeang atau uang Republik Indonesia (RI) ke 72 di Lapangan KPPN Saumlaki pada Selasa (30/10).

Dari rilis yang dipublikasikan KPPN Saumlaki mengatakan bahwa Kepala KPPN Saumlaki, Teguh Irwono mengajak seluruh masyarakat Indonesia, khususnya di Kepulauan Tanimbar untuk terus memupuk semangat menjaga keuangan Negara sejak sedari muda dan perjuangan menuju perbaikan harus selalu membara di dalam hati.

upacara itu melibatkan Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan Saumlaki serta para siswa-siswi dan perwakilan guru dari Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Tanimbar Selatan (Tansel) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Tansel.

Hari Sumpah Pemuda sendiri ditetapkan dalam keputusan Kongres Pemuda Kedua pada tanggal 28 Oktober 1928 yang merupakan tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Keputusan yang menegaskan cita-cita akan tanah air, bangsa dan Bahasa Indonesia ini diharapkan menjadi asas bagi setiap perkumpulan kebangsaan Indonesia dan agar disiarkan dalam berbagai surat kabar dan dibacakan di muka rapat perkumpulan-perkumpulan.

Sedangkan, Hari Oeang atau uang RI (ORI) adalah mata uang pertama yang dimiliki RI setelah merdeka. ORI resmi beredar pada 30 Oktober 1946 dan ditandatangani oleh Menteri Keuangan saat itu, A. A. Maramis.

ORI sendiri tampil dalam bentuk uang kertas bernominal satu sen dengan gambar muka keris terhunus dan gambar belakang teks Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. (Laura Sobuber)

KPPN Saumlaki Berlatih Memadamkan Api

Posted: 03 Dec 2018 06:21 AM PST

KPPN Saumlaki Berlatih Memadamkan Api
SAUMLAKI, LELEMUKU.COM – Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Saumlaki, Kabupaten Maluku Tenggara (MTB), Provinsi Maluku mengadakan kegiatan pelatihan pemadaman api demi penanggulangan kebakaran pada Senin (26/11).

Dari rilis yang dipublikasikan KPPN Saumlaki bahwa pelatihan tersebut disampaikan oleh Kepala Seksi Pemadaman Kebakaran Dinas Satuan Pamong Praja MTB, Julius Batmomlin. Dalam pelatihan itu seluruh staff KPPN Saumlaki diajarkan tentang tekni segitiga api yaitu bahan bakar, panas dan oksigen.

Dari teknik itu untuk memadamkan api saat kebakaran terjadi harus mengurangi atau menghilangkan minimal salah satu dari segitiga api tersebut. Setelah itu, Batmomolin pun menjelaskan tata cara penggunaan kain tebal basah yang berguna untuk memadamkan api kecil atau Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dengan menggunakan teknik PASS, yaitu Pegang pin pengaman dan cabut.

Arahkan ujung selang atau nozzle ke titik api, satukan penjepit untuk mengeluarkan isi tabung pemadaman dan sebarkan isi yang keluar melalui selang atau nozzle tadi untuk menutupi titik api. (Laura Sobuber)

Ignasius Jonan Lantik Dwi Soetjipto, SKK Migas Harus Tingkatkan Cadangan Eksplorasi

Posted: 03 Dec 2018 05:33 AM PST

Ignasius Jonan Lantik Dwi Soetjipto, SKK Migas Harus Tingkatkan Cadangan Eksplorasi
JAKARTA, LELEMUKU.COM - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan, Senin (3/12), melantik dan mengambil sumpah Dwi Soetjipto sebagai Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).

Dwi Soetjipto diangkat berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 57/M Tahun 2018 tanggal 30 November 2018, menggantikan Amien Sunaryadi yang memasuki purnabakti sejak 18 November 2018.

Mengawali sambutannya pada pelantikan tersebut, Menteri Jonan mengucapkan selamat kepada Dwi Soetjipto serta berterima kasih kepada Amien Sunaryadi atas pengabdiannya kepada negara.

"Saya bersyukur ini (pelantikan) berjalan baik," katanya.

Sebagai Menteri ESDM dan Ketua Komisi Pengawasan SKK Migas, Jonan meminta Dwi melanjutkan organisasi ke arah yang lebih baik. Selanjutnya, Kepala SKK Migas diminta meningkatkan cadangan eksplorasi baik pada Wilayah Kerja (WK) migas baru maupun terminasi, di mana saat ini kontraktor diwajibkan menyediakan komitmen kerja pasti untuk eksplorasi yang besarannya US$ 2 miliar untuk 10 tahun ke depan.

Jonan juga meminta Dwi menyelesaikan WK terminasi yang jatuh tempo hingga 2023 serta membantu Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi melakukan lelang terbuka untuk WK eksplorasi. Selain itu, mendukung semaksimal mungkin penggunaan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam eksplorasi dan eksploitasi migas.

Dalam kesempatan itu, Jonan menyampaikan pesan pribadinya kepada Dwi Soetjipto. "Pak Dwi Soetjipto saya panggil sebentar ke kantor saya. Ngobrol-ngobrol. Beliau sudah bilang, menjadi pemimpin itu adalah menjadi orang yang dikorbankan karena kehidupan pribadinya diminta untuk tidak ada lagi. Jadi saya minta itu," tutup Jonan.

Sementara Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar usai pelantikan mengungkapkan, tantangan terberat Dwi Soetjipto sebagai Kepala SKK Migas adalah menemukan cadangan yang besar. Ada 3 hal yang diperlukan untuk menemukan cadangan besar yaitu teknologi, sumber daya  manusia yang mencukupi serta sistem yang mampu menggairahkan kembali bisnis migas Indonesia.

Sebelum menjabat sebagai Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto pernah menjadi Dirut PT Pertamina serta Dirut PT Semen Gresik.

Pelantikan ini dihadiri Wamen ESDM Arcandra Tahar, Dirjen Migas Djoko Siswanto, anggota Komisi VII DPR, Dirut PT Pertamina Nicke Widyawati, Direktur Utama PLN Sofyan Basir serta KKKS. (HumasKemenESDM)

Dwi Soetjipto Fokus Pengembangan Blok Masela dan Kilang LNG di Tanimbar

Posted: 03 Dec 2018 04:28 AM PST

Dwi Soetjipto Fokus Pengembangan Blok Masela dan Kilang LNG di Tanimbar
JAKARTA, LELEMUKU.COM - Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) yang baru saja dilantik, Dwi Soetjipto menyatakan akan berfokus pada pengembangan Blok Masela yang berada di Lapangan Abadi, Laut Arafura serta pembangunan Kilang LNG di Pulau Yamdena, Tanimbar, Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB), Provinsi Maluku.

"Blok Masela jadi fokus utama kami, ini kan bagian potensi penambahan produksi yang besar selama 2025-2027 dan akan menjadi prioritas karena sudah jelas dalam desain harus selesai. Kalau awalnya 2027 akan onstream, menurut informasi bisa maju lebih cepat 1-2 tahun onstream-nya," ujar Soetjipto kepada wartawan usai pelantikan dirinya sebagai Kepala SKK Migas, di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (3/12).

Sebagai pengganti Amien Sunaryadi yang memasuki masa pensiun, dirinya akan memimpin SKK Migas dalam 3 bulan pertama dengan berfokus menyelesaikan pending matters dengan targetnya, proposal pengembangan atau Plan of Development (PoD) Blok Masela yang diajukan pada November 2018 lalu bisa selesai pada awal tahun 2019. Sehingga bisa beroperasi lebih cepat dari target sebelumnya 2027.

"Ada 11 pending matters yang harus diselesaikan, Masela dan proyek IDD termasuk di dalamnya. Kami akan selesaikan rencana kerja 2019, beberapa Plan of Development (POD) yang pending juga harus kami selesaikan," kata dia.

Soetjipto juga berupaya agar proyek Blok Masela bisa efisien. Sebab Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan sempat menyebut biaya investasi Blok Masela mencapai US$ 21 miliar atau setara Rp 304,5 triliun.

Selain itu, pihaknya akan melanjutkan sinergitas yang terjalin dengan para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS). Ia berharap sinergi itu dapat menciptakan produksi migas yang lebih efisien.

"Karena tantangannya disitu. Kemudian dengan efisiensi itu maka performen akan naik, dan kalau naik maka mereka memiliki kemampuan investasi," ungkapnya.

Soetjipto berharap selama empat tahun kepemimpinannya dapat memberikan yang terbaik bagi sektor migas, khususnya dalam meningkatkan produksi minyak dengan penemuan cadangan baru.

"Targetnya tentu berkontribusi sebaik-baiknya nya, i will do my best," pungkasnya.

Seperti diketahui, pengembangan Blok Masela di Lapangan Abadi telah diputuskan sebagai salah satu dari 37 Prioritas dalam Proyek Strategis Nasional (PSN), sebagaimana yang diatur dalam Perpres Nomor 58 Tahun 2017. Adapun, dari Lapangan Abadi, tercatat potensi cadangan gas hingga 6,97 triliun kaki kubik (TCF) dan kapasitas kilang hingga 9,5 juta ton per tahun (MTPA). (gus)

Blok Masela menjadi fokus SKK Migas selama empat tahun nanti karena blok ini merupakan ladang gas yang memiliki potensi besar dalam meningkatkan produksi gas di dalam negeri dengan nilai keuntungan yang besar.

Sebelumnya Jonan mengungkapkan, kajian awal atau Front End Engineering Design (pre-FEED) pengembangan Blok Masela telah selesai. Dari kajian tersebut, terdapat penurunan biaya pengembangan dari sebelumnya US$ 25 miliar hingga US$ 26 menjadi US$ 20 miliar hingga US$ 21 miliar.

"Masela ini sudah diskusi, mungkin nanti PoD pertamanya mudah-mudahan karena sudah pre-FEED selesai, dari US$ 25-26 miliar bisa kurang jadi US$ 20-21 miliar," kata Jonan di Hotel Raffles, Jakarta Selatan, Senin (26/11).

Dwi Soetjipto lahir di Surabaya, 10 November 1955, saat ini ia berdomisili di Jakarta. Ia mendapat gelar Insinyur dari Jurusan Teknik Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya pada 1980 dan Master Manajemen di Universitas Andalas (1999) dan meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen Kekhususan Manajemen Stratejik dari Universitas Indonesia (2009). Saat ini Soetjipto juga menjabat advisory board di Center For Strategic & International Studies (CSIS) for Southeast Asia Programs.

Sebelum menjadi Kepala SKK Migas, Soetjipto tercatat pernah menduduki beberapa posisi strategis di beberapa perusahaan yakni; direktur di PT Semen Padang (1995-2003), Presiden Direktur di PT Semen Padang (2003-2005), President Direktur di PT Semen Gresik (Persero) Tbk (2005- 2013), Presiden Direktur di PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (2013-2014), Komisioner dari PT Indonesia Stock Exchange (2014-2015) dan Presiden Direktur dan CEO dari PT. Pertamina (Persero) dari 28 November 2014 hingga 3 Februari 2017.

Saat menjabat sebagai Direktur Utama PT Semen Indonesia, perusahaan induk usaha semen nasional dengan operasi pabrik terbesar di Asia Tenggara Soetjipto berhasil melakukan konsolidasi industri semen nasional sehingga dipandang sebagai bapak pemersatu industri semen Indonesia. (Albert Batlayeri)

Warga Kota Bobong Keluhkan Mahalnya Harga Ikan dan Sembako

Posted: 03 Dec 2018 03:05 AM PST

Warga Kota Bobong Keluhkan Mahalnya Harga Ikan dan SembakoBOBONG, LELEMUKU.COM– Warga Kota Bobong, Ibukota Kabupaten Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara mengeluhkan mahalnya harga ikan dan beberapa harga sembako yang mulai merangkak naik.

Salbia, salah satu warga Bobong mengaku, dirinya semakin kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pasalnya, harga ikan dan beberapa kebutuhan pokok terus merangkak naik.

"Biasanya kami masih bisa membeli ikan dengan harga Rp20 ribu sampai dengan Rp50 ribu. Sekarang sudah diangka Rp60 hingga Rp75 ribu. Ini untuk kebutuhan sehari hingga dua hari saja," ujarnya, Rabu (28/11).

Dirinya meminta, kepada pihak Pemkab Pulau Taliabu, terutama Dinas Perindahkop untuk melakukan pengawasan terhadap para pedagang yang menaikan harga terutama ikan begitu saja. Padahal, nelayan menjualnya dengan harga di bawah yakni Rp20 ribu sampai dengan Rp50 ribu, dengan jumlah 7 sampai 10 ekor.

"Harus ada pengawasan terhadap pedagang terutama pedagang ikan yang menjual ikan dengan harga melambung,"katanya. Seraya meminta juga kepada nelayan untuk tidak membiasakan menjual ikan yang telah melewati masa 2 sampai 3 hari kendati menggunakan es.

Sementara itu, salah satu pedangang ikan yang ada di pasar Rakyat Wayo, Kecamatan Taliabu Barat, Kabupaten Pulau Taliabu mengatakan, mahalnya harga ikan disebabkan nelayan bukan dari Bobong dan Wayo, tetapi juga nelayan dari beberapa desa tetangga. Hingga penjualan mereka juga tidak sama dengan nelayan langganan.

"Ikan mahal beberapa pekan ini, karena ikan merupakan pasokan dari desa tetangga,"katanya. (HumasPulauTaliabu)

Upaya Atasi Narkoba Dinilai Gagal, Kelompok Madania Beri Usul Alternatif

Posted: 02 Dec 2018 07:53 PM PST

Upaya Atasi Narkoba Dinilai Gagal, Kelompok Madania Beri Usul Alternatif
BANDUNG, LELEMUKU.COM - Beberapa kelompok masyarakat sipil menilai kebijakan "perang terhadap narkoba" yang digaungkan pemerintah gagal dalam mengurangi angka penyalahgunaan obat. Kebijakan ini malah membuat narkoba dikuasai pasar gelap dan akhirnya tidak terkontrol penggunaannya.

Patri Handoyo dari lembaga rehabilitasi narkoba Rumah Cemara mengatakan, pemerintah kehilangan kendali.

"Ketika dia ada di pasar yang gelap, pemerintah sama sekali tidak punya kendali untuk siapa konsumennya, siapa produsennya, siapa distributornya, kandungannya apa," kata Patri menjelaskan kepada VOA usai diskusi di Bandung, Kamis (29/11/2018) siang.

Pelarangan keras narkoba, tambah Patri, menjadi celah korupsi bagi oknum aparat.

"Pelarangan ini justru membuka kesempatan aparat untuk korupsi misalnya mereka menerima suap dari bandar untuk mengamanakan bisnisnya. Lalu di penjara, kita sudah sering dengar di Indonesia, sipir-sipir terlibat dalam perdagangan narkoba," papar Patri.

Survei Nasional BNN dan Universitas Indonesia mengungkapkan, pada 2014-2017 semakin banyak uang yang dikeluarkan oleh konsumen narkoba, baik untuk membeli narkoba, urusan penegak hukum, dan urusan penjara.

Pada 2014, konsumen narkoba menghabiskan 42 triliun rupiah untuk konsumsi, 1,1 triliun rupiah untuk urusan penegak hukum, dan 1 triliun untuk urusan penjara. Sementara pada 2017, konsumen narkoba menggunakan 69 triliun rupiah, 1,8 triliun untuk urusan penegak hukum, dan 2 triliun untuk urusan penjara.

Badan Narkotika Nasional (BNN) terus mengalami kenaikan anggaran dari 770 miliar rupiah (2011), 1,14 triliun rupiah (2015) dan 1,83 triliun rupiah (2016). Sementara itu, data BNN dan Polri menyebut, angka kasus narkoba terus naik, dari 26.678 kasus (2010), menjadi 40.897 (2016)

Peneliti Intuisi Inc, Ingrid Irawati Atmosukarto, mengatakan angka itu membuktikan pendekatan pemerintah perlu diperbarui. Ketimbang pendekatan perang, dia mengusulkan pengurangan dampak buruk atau"harm reduction".

"Mari kita sekarang merefleksikan apakah pendekatan kita kurang tepat. Itu yang kita tawarkan dengan pendekatan pengurangan dampak buruk atau"harm reduction" dengan membuka akses layanan kesehatan dan pemulihan kepada mereka.

Caranya adalah dengan mengalihkan 10 persen anggaran perang terhadap narkoba untuk layanan kesehatan pengguna narkoba. Dengan demikian, makin banyak pengguna narkoba yang direhabilitasi dan makin sedikit yang masuk penjara.

"Sehingga mereka menjadi warga negara yang produktif yang menyumbang bagi pembangunan bangsa. Dari pada pendekatan perang yang sekadar menembak, menempatkan mereka sebagai kriminal, dan memenuhi penjara-penjara di Indonesia yang saat ini sudah overcapacity," kata Irawati menambahkan lagi.

Data Kementerian Hukum dan HAM pada September 2016 menunjukkan, lapas Indonesia sudah melebihi kapasitas hingga 172 persen. Dari total kapasitas 118.961 orang, jumlah napi dan tahanan mencapai 204.551 orang. Dari jumlah itu 66.626 orang adalah napi kasus narkotika, di mana yang teridentifikasi pengguna mencapai 24.915 orang.

Anggaran 10 persen itu, ujar Irawati, juga bisa digunakan untuk program edukasi bagi masyarakat. Sehingga semakin banyak orang yang mengetahui bahaya penyalahgunaan narkoba.

"Edukasi yang juga mendidik dan bukan menakutkan. Edukasi yang mendidik manusia secara dewasa untuk memilih perilaku yang tepat yang aman untuk kesehatannya. Karena hanya mengatakan 'say no to drugs' siapa yang akan tergerak? Semakin dilarang semakin nafsu toh?" pungkas lulusan Universitas Indonesia ini. (VOA)
Bagi ke WA Bagi ke G+