Updated News

Persekutuan Persaudaraan Maranatha Gelar Seminar Keluarga dan Persepuluhan

Persekutuan Persaudaraan Maranatha Gelar Seminar Keluarga dan Persepuluhan


Persekutuan Persaudaraan Maranatha Gelar Seminar Keluarga dan Persepuluhan

Posted: 06 Dec 2018 04:33 PM PST

Persekutuan Persaudaraan Maranatha di Tanimbar Gelar Seminar Keluarga dan Persepuluhan SAUMLAKI, LELEMUKU.COM – Persekutuan Persaudaraan Maranatha yang merupakan wadah perkumpulan masyarakat dari Kota Ambon dan Maluku Tengah di Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB), Provinsi Maluku menggelar seminar sehari dengan Tema 'Keluarga dan Persepuluhan yang Menyenangkan Hati Tuhan'.

Ketua  Klasis Gereja Protestan Maluku (GPM) Tanimbar Selatan (Tansel), Pdt. Lenny Bakarbessy Rangkoratat, S.Th sangat mengapresiasi kegiatan seminar tersebut karena sangat bermanfaat untuk  membentuk orang Kristen sebagai pribadi yang beriman kepada Tuhan dan akan memilihki pengetahuan sebagai gereja dalam persekutuan melalui pemberian persepuluhan dari penghasilan setiap jemaat yang merupakan hak Tuhan.

"Kalau kita mempraktekan perpuluhan secara jujur dan benar dengan iman yang sungguh-sungguh kepada Tuhan tanpa ragu-ragu, maka tentu pasti kita semakin diberkati dan kita juga bisa memberkati gereja dan sesama. Saya sebagai pimpinan gereja salut dan berterima kasih atas langkah-langkah yang sangat maju yang telah diambil oleh persekutuan maranatha," ucap dia saat menyampaikan sambutan di Gedung Gereja GPM Ebenhaezer Saumlaki pada Kamis (6/12).

Sementara itu, Ketua Persekutuan Persaudaraan Maranatha, Rynhard Salmart Matatula, SP., MSi  mengatakan alasan dari pemilihan tema seminar pada saat itu adalah mengacuh dari visi besar persekutuan itu sendiri, yaitu Persekutuan Persaudaraan Maranatha harus menjadi berkat untuk semua orang.

Persekutuan Persaudaraan Maranatha di Tanimbar Gelar Seminar Keluarga dan Persepuluhan Ia berharap dengan mengikuti materi dalam seminar yang dibahwakan oleh Pdt. Emeretus Sembilan Paulus Titalay, S.Th yang merupakan Mantan  Ketua Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode GPM Periode 1995 hingga 2000 itu, seluruh anggota dari persekutuan tersebut dapat mengerti dan menyadari betapa berharganya memberi persepuluhan dari setiap penghasilan jemaat.

"Memang itulah awalnya kan tidak semua belum menyadari tentang pemberian hak Tuhan itu, makanya kami tertarik untuk memilih tema tersebut. Harapannya pasti ke depan kita semua akan lebih baik untuk memberi hak Tuhan," harap Matatula.

Kemudian Pdt. Titalay memimpin seminar dengan materi 'Kembalikan Milik Tuhan yaitu Persepuluhan' yang terambil di dalam Kitab Imamat 27: 30 dan Maleakhi 3 : 10 – 12. Ia menjelaskan persepuluhan ialah sepersepuluh bahagian dari hasil yang diperoleh manusia dan sepersepuluhan itu oleh Tuhan disebut sebagai milik Tuhan. Maka, harus dikembalikan hak dan milik Tuhan itu. Sedangkan yang sisa 90 persennya adalah murni milik manusia dan bebas untuk dipergunakan.

"Milik Tuhan adalah kepunyaan Tuhan dan merupakan hak Tuhan bukan milik manusia, sekalipun tersimpan atau terdapat di dalam hasil usaha manusia tidak boleh ditahan atau diutak-atik semau manusia. Mempersembahkan milik Tuhan di Gereja itulah yang disebut persembahan kudus bagi Tuhan," jelas Titalay.

Ia pun menuturkan perbedaan persembahan persepuluhan dan kolekta yaitu pengembalian milik Tuhan dan bukan persembahan pribadi atau keluarga. Sedangkan persembahan kolekta adalah persembahan diri atau keluarga dari milik kita yang tersisa dari 90 persen untuk membantu pelayanan jemaat kepada dunia.

Persekutuan Persaudaraan Maranatha di Tanimbar Gelar Seminar Keluarga dan Persepuluhan Titalay pun mengungkapkan jika manusia dengan setia selalu memberikan persepuluhannya ke rumah perbendaharaan atau rumah Gereja artinya jemaat itu menaati perintah Tuhan, Tuhan akan memberikan berkat kehidupan dalam kelimpahan dan akan menjaga serta memelihara sumber-sumber penghasilan, sehingga berkatnya tak putus-putus akan diperoleh.

"Bagi keluarga yang memutuskan untuk memberlakukan persepuluhan maka intinya adalah iman yang harus percaya akan Firman Tuhan bahwa Tuhan akan memberikan berkat tanpa putus-putus sesuai dengan FirmanNya," ungkapnya.

Untuk diketahui bersama Persekutuan Persaudaraan Maranatha di Saumlaki dicetus pada 15 Mei 1989 dengan nama awal Hitihiti Halahala. Kemudian pada 27 Mei 1989 nama pesekutuan ini dirubah menjadi Marantha sesuai dengan nama gereja GPM pusat di Kota Ambon. Sehingga setiap 27 Mei diperingati sebagai hari ulang tahun persekutuan tersebut. (Laura Sobuber)

KemenPUPR Bangun Arena Aquatic PON XX 2020 Papua di Sentani

Posted: 06 Dec 2018 09:28 AM PST

KemenPUPR Bangun Arena Aquatic PON XX 2020 Papua di SentaniJAKARTA, LELEMUKU.COM - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memulai pembangunan Arena Aquatic yang akan digunakan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Provinsi Papua tahun 2020. Dimulainya pembangunan, ditandai oleh penandatanganan kontrak kerja sama antara Kementerian PUPR melalui Direktorat Bina Penataan Bangunan, Ditjen Cipta Karya dengan PT. Waskita Karya (Persero) Tbk, di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta pada Rabu (5/12).

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, beberapa waktu lalu mengatakan pembangunan infrastruktur untuk mendukung PON XX di Papua, harus diperhatikan secara detail mulai dari desain hingga pembangunannya. Salah satunya yang dibangun Kementerian PUPR adalah Arena Aquatic.

Kontrak pembangunannya sebesar Rp 401,29 miliar, yang dibangun di wilayah Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura. Arena Aquatic dilengkapi fasilitas pool system sesuai standar Fédération Internationale de Natation (FINA) yang merupakan induk organisasi internasional olahraga renang.  Pembangunan diharapkan akan selesai pada April 2020.

Direktur Bina Penataan Bangunan, Iwan Suprijanto yang menyaksikan proses penandatanganan kontrak paket pekerjaan tersebut mengatakan sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) No. 10 tahun 2017 terkait penyelenggaraan PON XX dan Pekan Paralimpik Nasional XVI tahun 2020 di Papua, Kementerian PUPR diberikan amanat membangun empat venue, yaitu Istora, Aquatic, Cricket, dan Hoki.

"Sebelumnya sudah dilaksanakan penandatanganan kontrak pembangunan venue Istora Papua pada November 2018 lalu," kata Iwan. Terkait terjadinya peristiwa penembakan pekerja Jembatan Yigi dan Aorak di Kabupaten Nduga, Papua, pihak kontraktor diminta meningkatkan kordinasi dengan pihak keamanan. "Kesiapan ditingkatkan termasuk pengamanan yang memadai, mulai dari kordinasi lintas sektoral dengan Kementerian/lembaga. Kontraktor pelaksana bekerja optimal agar selesai tepat waktu," tambah Iwan.

Sejumlah fasilitas akan melengkapi venue ini diantaranya lighting meliputi sports dan area floodlighting dengan standar field of play (FOP), timing system, master clock dengan di lantai 1, lantai 2, dan scoring board. Arena Aquatic juga akan  dilengkapi fasilitas tata suara dan tata udara, CCTV, dan tribun penonton. Selain itu juga dilengkapi fasilitas tambahan seperti penataan kawasan untuk parkir, landscape, drainase, dan bangunan penunjang disesuaikan dengan batas kawasan.

Kontrak Pembangunan Rehabilitasi Fasos dan Fasum di NTB


Selain Arena Aquatic, juga dilakukan  penandatanganan kontrak Pekerjaan Bangunan Sementara Fasilitas Umum dan Sosial Pascabencana Gempa Bumi di NTB beberapa waktu lalu. Kontraktor pekerjaan tersebut yakni PT. Adhi Karya (Persero) Tbk, PT. Brantas Abipraya, dan PT. Nindya Karya (Persero).

Direktur Bina Penataan Bangunan Iwan Suprijanto, menjelaskan kontrak ini berbeda dengan kontrak umumnya dimana pekerjaannya dilakukan setelah penandatanganan kontrak. "Sesuai dengan peraturan LKPP No.13 tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Dalam Penanganan Keadaan Darurat dapat dilakukan pekerjaan terlebih dahulu baru penandatanganan kontrak. Kontrak ini sebagai dasar pembayaran bukan pelaksanaan," jelas Iwan.

Pascabencana gempa, terdapat laporan 1.317 bangunan gedung yang rusak. Setelah dilakukan verifikasi, 545 unit sarana prasarana diperbaiki oleh Kementerian PUPR dengan 267 unit diantaranya dengan penanganan bangunan sementara.

Dengan adanya kontrak ini, perbaikan Fasos dan Fasum akan dilanjutkan hingga bangunan permanen. Fasilitas yang ditangani yakni fasilitas kesehatan, fasilitas pendidikan, fasilitas keagamaan, dan fasilitas penunjang perekonomian. Nilai kontrak sebesar Rp 1,1 triliun yang ditargetkan selesai pada Desember 2019, namun diupayakan dapat selesai lebih awal pada Juli 2019. (HumasKemenPUPR)

Kodim Jayawijaya Jadi Posko Evakuasi Korban Pembantaian 31 Karyawan Istaka Karya di Nduga

Posted: 06 Dec 2018 07:50 AM PST

Kodim Jayawijaya Jadi Posko Evakuasi Korban Pembantaian 31 Karyawan Istaka Karya di NdugaWAMENA, LELEMUKU.COM – Kejadian pembantaian 31 karyawan PT Istaka Karya (Persero) tanggal 2 Desember di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua oleh kelompok separatis bersenjata berada di wilayah teritorial Kodim 1702 Jayawijaya.

Hal ini menjadikan Kodim Jayawijaya yang bermarkas di Wamena menjadi posko evakuasi untuk para korban sejak tanggal 3 Desember untuk para korban.

Menurut rilis media yang diterima Lelemuku.com pada Kamis (6/12) sebanyak 32 peti jenazah, 35  kantong jenazah, posko utama, tenda pelayat, 10 ambulance dan sejumlah tenaga maupun peralatan medis telah dipersiapkan oleh Kodim 1702 Jayawijaya dalam mendukung evakuasi para korban.

Sejak tanggal 3 Desember 2018 Pangdam XVII/Cenderawasih, Kapolda Papua dan  Danrem 172/Prajawirayakti sudah berada di Wamena untuk memimpin langsung kesiapan evakuasi.

Selain menyiapkan posko evakuasi, Kodim 1702 Jayawijaya juga memfasilitasi serpas ke pos Bua untuk melaksanakan evakuasi 3 karyawan yang berhasil lolos dengan luka tembak serta 1 orang Brimob yang terluka tembak juga.

Selain Makodim 1702 Jayawijaya, Pos Kodim 1702 di Nduga juga menyiapkan Posko evakuasi jenazah untuk diterbangkan menuju Timika menggunakan hely. Dan pagi ini sejumlah peti Jenazah dari Kodim 1702 Jayawijaya telah dikirim ke Timika untuk kesiapan evakuasi korban. (Pendam17)

TNI-Polri Evakuasi 15 Jenazah dari Yigi ke Wamena Secara Estafet

Posted: 06 Dec 2018 07:31 AM PST

TNI-Polri Evakuasi 15 Jenazah dari Yigi ke Wamena Secara EstafetJAYAPURA, LELEMUKU.COM - Aparat keamanan TNI-Polri sedang berupaya mengevakuasi 15 jenazah korban pembantaian kelompok separatis bersenjataecara estafet dari kawasan Yigi, Distrik Yall ke Distrik Mbua, Kabupaten Nduga, lalu ke Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, Kamis.

"Pagi ini evakuasi dilakukan setelah aparat keamanan berhasil tiba di lokasi sejak Rabu (5/12) petang," kata Komandan Korem (Danrem) 172/ PWY Kolonel Inf Binsar Sianipar ketika dihubungi Antara dari Jayapura.

Ia mengatakan jenazah dievakuasi dari Yigi ke Mbua, dan dari Mbua akan diterbangkan ke Wamena. Selanjutnya dibawa ke RSUD Wamena atau rumah sakit di Timika, Kabupaten Mimika, yang memiliki peralatan medis lebih lengkap.

"Namun, rencana tersebut sangat tergantung kondisi cuaca," ujarnya.

Selain mengevakuasi jenazah karyawan PT Istaka Karya, tim gabungan TNI-Polri juga mengevakuasi delapan warga sipil yang selamat termasuk satu karyawan Istaka Jhoni Arung.

Kondisi Arung dilaporkan sehat namun nampak masih trauma atas insiden yang dialaminya.

Sianipar juga menginformasikan bahwa Pangdam XVII/Cenderawasih dan Kapolda Papua akan ke Distrik Mbua, Kabupaten Nduga, guna memantau langsung proses evakuasi jenazah maupun korban selamat.

Pada Minggu (2/12) sore KKSB menyerang dan membunuh karyawan PT Istaka Karya yang sedang melakukan pembangunan jembatan di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga.

Setelah itu, pada Senin (3/12), KKSB menyerang pos TNI di Mbua hingga menewaskan seorang prajurit TNI dari Yonif 751/Yalet yakni Serda Handoko. (Antara)

Satgas Kabaresi Gotong Royong Renovasi Masjid Sangowo

Posted: 05 Dec 2018 09:00 PM PST


SANGOWO, LELEMUKU.COM - Bersama tokoh agama dan masyarakat Desa Sangowo, Kecamatan Morotai Timur, Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara, Satgas Yonif 731/Kabaresi Pos 9 SSK I/Sangowo bergotong royong merenovasi masjid yang merupakan sarana ibadah bagi umat muslim, mengingat  kondisi bangunan yang sudah tua dan perlu adanya perbaikan, sehingga Anggota Pos 9 SSK I Sangowo bersama masyarkat Ds sangowo secara sukarela dan bergotong royong merenovasi bangunan masjid Nurul Iman yang merupakan satu satunya masjid di Desa Sangowo.

Tanggapan dari masyarakat Desa Sangowo sangat senang karena dengan adanya kegiatan karya Bhakti dari Pos 9 SSK I Sangowo menjadikan semangat kerja mereka meningkat. Apalagi selama ini terjalin kebersamaan yang hangat antara anggota Pos dengan masyarakat.

Diharapkan dengan dibangunnya atau direnovasi masjid Nurul Iman tersebut dapat menambah keimanan dan ketakwaan masyarakat Ds. Sangowo. itu terbukti di setiap kegiatan keagamaan yang dilaksanakan kehadiran masyarakat begitu antusias.

"Kondisi Masjid Nurul Iman ini sangat memperhatikan sudah lebih dari 10 tahun belakang ini tidak pernah ada renovasi-renovasi maupun perawatan secara berkala sehingga terlihat bahwa dengan adanya Pos Satgas Yonif 731/Kabaresi dengan niat untuk menghidupkan kembali suasana religi maupun untuk kenyamanan beribadah," ujar salah satu warga setempat.

Dansatgas Yonif 731/Kabaresi Letkol Inf Indra Hirawanto S.Sos mengatakan bahwa kegiatan seperti ini akan terus menerus di lakukan. Tidak hanya masjid namun juga nantinya akan dilaksanakan di Rumah ibadah umat lain seperti Gereja.

Tetap dilibiatkannya anggota masyarakat dalam setiap kegiatannya bertujuan untuk lebih mendekatkan dan lebih mananamkan lagi "bahwa TNI dari Rakyat dan untuk Rakyat," tambah Dansatgas Yonif 731/Kabaresi. (Penrem152)

Jelang Hari Hak Asasi Manusia, Komnas HAM Papua Bakar Lilin di Jayapura

Posted: 05 Dec 2018 08:03 PM PST


JAYAPURA, LELEMUKU.COM – Memperingati Hari Hak Asasi Manusia (HAM) yang jatuh pada 10 Desember mendatang, Komnas HAM Papua menggelar aksi bakar lilin yang dipusatkan di Taman Imbi Kota Jayapura, Rabu (5/12).

Aksi Bakar lilin ini menurut Plt Kepala Komnas HAM, Perwakilan Papua, frits Ramandey mengungkapkan aksi bakar lilin ini dalam rangka memperingati hari HAM yang ke 70 serta sebagai ungkapan kepedulian atas tragedi kemanusiaan yang terjadi di Distrik Yigi Kabupaten Nduga yang menimpah belasan pekerjaan proyek yang hendak membangun jalan Trans Papua oleh kelompok kriminal bersenjata.

"Aksi bakar lilin tersebut tujuan utama tidak lain ialah mendoakan para korban dalam tragedy itu, selain itu juga sebagai symbol menolak kekerasan ditanah ini. Disisi lain untuk mendoakan agar Nduga Kondusif," terang Frits Ramandey.

Kata Frits dalam aksi bakar lilin ini, ada 70 lilin yang dibakar oleh pihaknya dimana 70 lilin ini sendiri sebagai tanda 70 tahun memperingati hari HAM yang akan jatuh pada tanggal 10 Desember mendatang.

"Ini adalah simbol kepedulian kami. Kita tidak melihat siapa yang di bunuh tapai ini adalah tindakan ketidak manusiaan yang dilakukan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab," tutur Ramandey.

Dirinya pun menegaskan agar kekerasan seperti yang terjadi di Nduga tidak dapat terulang lagi, apalagi kekerasan tersebut sangat biadab yang dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata.

"Aksi tersebut sangat terkutuk apalagi ini sudah dipenghujung tahun. Kami menolak keras aksi kekerasan itu dan kami pun meminta agar tidak ada lagi kekerasan ditanah ini," tegas Plt Komnas Ham Papua Frits Ramandey.

Selain itu juga, warga masyarakat yang melintas di taman Kota tidak luput singgah untuk memberikan doa kepada para korban kekerasan beserta keluarga korban yang ditinggalkan. Dan juga memberikan dukungan kepada TNI-POLRI dalam melakukan upaya evakuasi korban dan pengejaran terhadap kelompok kriminal bersenjata di Kabupaten Nduga

Mince, salah satu warga yang turut mengambil bagian mengungkapkan turut bela sungkawa atas kejadian tersebut dimana dirinya berharap keluarga korban yang ditinggal diberikan kekuatan dan ketabahan, selain itu juga dirinya meminta agar aparat kemanan segara menangkap para pelaku.

"Saya sedih mendengar saudara kita menjadi korban pembantaian di sana. Saya harap manusia berhati iblis (pelaku red) Ditangkap dan dihukum sesuai perbuatannya tanpa diberi ampun," tutur Mince dengan penuh kesedihan. (HumasPoldaPapua_

Kodim Ternate Gelar Apel Dandramil dan Babinsa

Posted: 05 Dec 2018 08:00 PM PST

Kodim Ternate Gelar Apel Dandramil dan Babinsa
TERNATE, LELEMUKU.COM - Kodim 1501/Ternate menggelar kegiatan apel Danramil dan Babinsa jajaran bertempat di Aula Makodim 1501/Ternate Jl. Pahlawan Revolusi Kel. Muhajirin Kota Ternate pada Selasa (04/12)

Kegiatan yang dibuka oleh Kasdim 1501/Ternate Mayor Inf Anton Santoni serta diikuti oleh para Danramil serta 95 personel Babinsa dari masing-masing koramil jajaran, kegiatan yang berlangsung selama 5 hari tersebut akan diisi dengan berbagai pembekalan dan sosialisasi tentang pengetahuan umum maupun arah kebijakan baru pimpinan Angkatan Darat.

Sementara itu Kasdim dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan apel Danramil Babinsa ini dalam rangka meningkatkan kualitas dan kapasitas para Babinsa untuk itu dalam kesempatan apel Babinsa ini juga akan diberikan berbagai pengetahuan-pengetahuan dalam rangka menunjang tugas Babinsa di lapangan.

Selain itu juga ajang ini sebagai wahana silaturahmi antar keluarga besar Kodim 1501/Ternate yang berada di wilayah Kota Ternate maupun Kabupaten Halmahera Barat. (Penrem152)

Informasi Pemboman Gunung Kabo Oleh 4 Helikopter TNI, Hoax

Posted: 05 Dec 2018 07:52 PM PST

Informasi Pemboman Gunung Kabo dengan 4 Helikopter, Hoax
JAYAPURA, LELEMUKU.COM - Kepolisian Daerah (Polda) Papua menyatakan bahwa informasi pada tanggal 5 Desember 2018 melalui halaman Facebook kelompok pendukung Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPN-PB) yang memposting opini tentang pengeboman di Gunung Kabo, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua oleh militer Indonesia menggunakan empat buah helikopter, merupakan informasi palsu atau hoax.

Menurut Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Ahmad Musthofa Kamal narasi propaganda yang saat ini telah beredar di masyarakat sebab membuat kegaduhan situasi keamanan di wilayah Provinsi Papua.

"Berita yang beredar itu adalah hoaks. Tidak ada pengeboman seperti yang mereka sebutkan. Kita tahu bersama proses evakuasi terhadap korban adalah fokus utama kami, TNI dan Polri," ujar dia.

Kamal melanjutkan bahwa saat ini tim gabungan TNI/Polri hanya berfokus pada pengevakuasian korban pembantaian yang dilakukan oleh kelompok separatis bersenjata di wilayah Distrik Yigi.

"Memang terdapat helikopter, namun semua digunakan untuk melakukan evakuasi korban. Hal ini karena medan yang sangat sulit aksesnya," ujar Kabid Humas.

Kabid mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak lagi membuat berita yang bersifat provokatif yang dapat menggiring opini negatif di publik.

"Demi menjaga situasi keamanan khususnya di Papua, mari kita berpartisipasi aktif untuk tidak menyearkan berita bohong. Sebaiknya kita turut membantu upaya-upaya yang saat ini sedang dilakukan oleh pemerintah dalam menyelesaikan kasus kemanusiaan ini," tutup Kombes Pol. Kamal.

Dekat Markas TPNPB

Menurut laman Facebook West Papua Liberation, 4 helikopter terbang di 9 distrik di Kabupaten Nduga yakni Distrik Dal, Distrik Yigi, Distrik Mikuri, Distrik Enikngal, Distrik Yal, Distrik Mam dan Distrik Mugi.

Kelompok dengan medianya yang bernama TPNPBnews tersebut menyatakan sekitar pukul 10.15 WIT, 7 ledakan bom terjadi di Gunung Kabo disekitar markas kelompok bersenjata di Distrik Mugi.

"Helikopter yang sudah terbang itu mereka sudah turunkan bom dan meledak di sekitar Markas TPNPB distrik Mugi. Bom sudah meledak di Gunung Kabo kami belum bisa pastikan pasukan TPNPB dan warga sipil ada korban atau tidak, nanti kami cek dulu kasi laporan," ungkap sumber berita.

Dikatakan warga sipil yang berada di sekitar distrik tersebut masuk kedalam gereja. Sementara informasi dari setiap distrik tidak bisa didapat karena TNI telah memutuskan jaringan radio SSB.

Mereka juga menyebutkan, 42 warga sipil koban dalam perang kontak senjata TNI dan TPNPB. Diduga TNI menembak warga sipil yang berada di Distrik Yigi dan Distrik Yal.(Albert Batlayeri)

Akibat Miras, Honda Vario dan Suzuki GSX Tabrakan di Depan Kampus STIMIK

Posted: 05 Dec 2018 07:00 PM PST

JAYAPURA, LELEMUKU.COM - Akibat dipengaruhi minuman keras pengendara Sepeda Motor (SPM) Honda Vario tanpa nomor polisi dalam mengendarai kendaraannya mengakibatkan kecelakaan tak terhindarkan di Polimak II tepatnya di depan Kampus STIMIK Distrik Jayapura Selatan, Selasa (27/11) dini hari Pukul 02.30 Wit.

Kecelakaan tersebut terjadi antara SPM Honda Vario tanpa nomor polisi yang dikendarai W dengan SPM Suzuki GSX R150 nomor polisi PA 6752 RM yang dikemudikan RPB (28) warga Tanah Hitam Abepura.

Kapolres Jayapura Kota AKBP Gustav R. Urbinas, S.H., S.IK melalui Kapolsek Jayapura Selatan Kompol Marthin Koagouw, S.H ketika dikonfirmasi membenarkan kecelakaan tersebut yang terjadi akibat pengendara SPM Honda Vario yakni W yang berkendara dalam keadaan dipengaruhi minuman keras.

Kapolsek menerangkan, kecelakaan berawal saat kedua kendaraan datang dari arah yang berlawanan dimana SPM Suzuki GSX R150 nomor polisi PA 6752 RM datang dari arah Jayapura tujuan Entrop sedangkan SPM Honda Vario datang dari arah Tasangka tujuan Jayapura sesampainya di TKP pengendara SPM Honda Vario mengambil jalur sebelah kanan.

"Disaat yang bersamaan datang SPM Suzuki GSX R150 nomor polisi PA 6752 RM dari arah berlawanan sehingga tabrakan tidak dapat di hindari dan mengakibatkan kedua SPM mengalami kerusakan sedangkan pengendaranya mengalami luka luka dan dibawa ke RS AL Hamadi untuk mendapatkan perawatan medis," Ungkap Kapolsek.

Dirinya juga menambahkan, akibat kecelakaan tersebut pengendara SPM Suzuki GSX R150 yakni RPB (28) mengalami bengkak pada bibir atas, lutut kanan sakit, dan lecet dibagian hidung, sementara Pengendara SPM Honda Vario mengalami Sobek pada kelopak mata bagian kanan, bengkak di bibir serta Hidung mengeluarkan darah.

"Kasus kecelakaan tersebut kini ditangani Unit Lalulintas Polsek Jayapura Selatan dimana kerugian material diperkirakan mencapai 5 juta rupiah, dan untuk kedua barang bukti SPM telah diamankan di Mako Polsek Jayapura Selatan," Pungkas Kompol Marthin Koagouw, S.H.(HumasPoldaPapua)
Bagi ke WA Bagi ke G+